Home » Berita Foto » Perkosa Adik Ipar yang Masih ABG, Rommy Dihukum 5 Tahun Penjara

Perkosa Adik Ipar yang Masih ABG, Rommy Dihukum 5 Tahun Penjara

terdakwa
Terdakwa Rommy Pratama (28) usai menjalani proses persidangan di PN Tanjungpinang, Selasa (10/2). Foto: Rindu Sianipar 

Tanjungpinang, sidaknews.com – Rommy Pratama (28), terdakwa kasus pencabulan divonis hakim selama lima tahun penjara karena dinilai terbukti bersalah melakukan pemerkosaan dengan adik ipar yang masih “bau kencur” sebut saja Bunga (14).

“Terdakwa juga dikenakan hukuman membayar denda Rp 100 juta subsider satu bulan penjara,” ujar majelis hakim yang dipimpin Sarudi pada persidangan di PN Tanjungpinang, Selasa (10/2).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa Mirian dari Kejari Tanjungpinang yang sebelumnya menuntut terdakwa selama tujuh tahun penjara dan hukuman denda Rp 200 juta subsider dua bulan penjara.

Hakim menilai, terdakwa terbukti melanggar sebagaimana dalam dakwaan jaksa pasal 81 ayat (1) UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan perempuan.

Terhadap vonis tersebut, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya ini sepertinya tidak menerima dan mengatakan pikir-pikir, begitu juga dengan jaksa mengutarakan hal yang sama.

Dalam dakwaan jaksa, peristiwa pencabulan yang berulang tersebut pertama kali terjadi sekitar bulan Desember 2013 siang di kos-kosan Indo Servis yang berada di sekitar ruas Jln Ir Juanda Kecamatan Bukit Bestari Tanjungpinang.

Saat itu, korban sedang menginap di kamar kos yang disewa terdakwa dengan dan istrinya berinisial Fn. Korban diminta bantuan untuk menjaga anak mereka yang masih balita.

Entah setan apa yang merasuki pikiran terdakwa ketika itu, diduga karena suasana rumah yang sepi, apalagi istrinya sedang berada di luar, pada sekitar tengah malam, timbul niatnya melampiaskan nafsu bejatnya pada korban yang malam itu tidur di dalam kamar mereka.

Singkatnya, peristiwa malam itu menjadi malam durjana bagi Bunga karena si terdakwa berhasil menggagahi korban. Usai melakukan aksinya, terdakwa mengancam korban agar tidak menceritakan hal ini kepada siapapun.

“Jika diberitahu, terdakwa mengancam akan bertindak kasar pada kakak korban. Selama ini, korban sering melihat terdakwa bertindak kasar pada istrinya,” ujar jaksa Mirian usai persidangan.

Usai melakukan perbuatan pertama tersebut, terdakwa juga diketahui beberapa kali kesempatan berusaha mendekati korban dengan berbagai cara, baik hanya memegang atau mengusap badan korban, hingga puncaknya terjadi sekitar akhir bulan Juni 2014.

Pada saat itu, terdakwa berusaha mencabuli korban, namun niatnya tersebut gagal karena Bunga menangis dan mengadukan perbuatan terdakwa kepada kakak kandungnya. Hingga, akhirnya masalah ini dilaporkan ke polisi.(Rindu Sianipar)

Check Also

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pinjaman dana tunai, seperti PT  Bess Finance yang beralamat di Ruko senawanggi Batu Aji, Batam.

Tagih Nasabah, Debt Kolektor Diduga Tidak Memiliki Dasar Hukum Fidusia

Batam , sidaknews.com – Perusahaan pembiayaan sudah menjabur di Kota batam, bahkan banyak perusahaan Pembiayaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>