Senin , 29 Mei 2017
Home » Daerah » Babel » Perusahaan Asal Denpasar Bangun Stasiun Cuaca Di Beltim

Perusahaan Asal Denpasar Bangun Stasiun Cuaca Di Beltim

Rencana PT Akou Energy Indonesia (AEI) untuk membangun Agrinergie di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) akan segera terealisasi dalam waktu dekat.
Rencana PT Akou Energy Indonesia (AEI) untuk membangun Agrinergie di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) akan segera terealisasi dalam waktu dekat.

MANGGAR,Sidaknews.com – Rencana PT Akou Energy Indonesia (AEI) untuk membangun Agrinergie di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) akan segera terealisasi dalam waktu dekat. Perusahaan asal Denpasar, Bali ini mulai membangun weather station (stasiun cuaca) di Belakang Kantor Bupati Beltim Komplek Perkantoran Terpadu Manggarawan, Manggar beberap hari yang lalu.

Stasiun cuaca ini dibangun untuk mengetahui jumlah potensi matahari di Kabupaten Beltim. Nantinya akan ada suatu sumber daya aktual yang cocok untuk pembangkit tenaga surya.

“Kita cuman bangun satu aja. Stasiun ini nantinya akan mengirimkan data jumlah energi matahari yang ada, berapa megawatt energi yang dihasilkan pertahunnya. Sebenarnya dari data satelit juga ada, hanya terkadang kurang valid. Yang ini kan survey langsung di lapangan,” terang Project Manager Agrinergi PT AEI Azka Kusuma Putra saat melakukan pemasangan stasiun cuaca.

Dengan dibangunnya stasiun cuaca, PT AEI sudah selangkah sebelum mereka membangun pilot project energi matahari yang ramah lingkungan di Kabupaten Beltim. Namun mereka harus menunggu minimal 6 bulan untuk menganalisa data dan berlanjut ke pembangunan agrinergie (green house) yang juga direncanakan akan dibangun di belakang komplek perkantoran pemerintah terpadu.

“Jika sudah dibangun agrienergi akan mengatasi kebutuhan energi listrik yang ada di Kabupaten Beltim, khususnya kebutuhan di Komplek Perkantoran Pemerintah. Di sini kan kantor pemerintahnya sering hidup mati listriknya, terus juga solar pasokan untuk pembangkitnya kadang tidak tersedia nah dengan adanya ini Insyaallah masalah-masalah seperti itu teratasi karena ini solusi yang berkelanjutan,” kata Azka.

Azka juga mengkritisi sumber energi listrik di Pulau Belitung yang mayoritas berasal dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Ia melihat alangkah lebih baik jika pulau Belitung sebagai daerah tujuan wisata menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan seperti matahari atau angin.

Mengingat potensi sinar matahari dan jumlah lahan kosong masih cukup luas. Tahun 2015 ini PT AEI berencana membangun PLTS terpusat on grade 5 megawatt. Mereka membutuhkan 10 hektar tanah untuk pembangunan Agrinergie. Agrinergie merupakan penggabungan antara sektor pertanian dan energi.

Mereka akan membangun green house yang atapnya sebagian merupakan penyerap energi matahari (solar cell) dan sebagian lagi merupakan kaca untuk tumbuhan, seperti sayur mayur, bunga, dan lain-lainnya. Energi listrik yang dihasilkan dari PLTS akan dijual langsung ke pemerintah atau melalui PLN untuk selanjutnya didistribusikan ke masyarakat.(ANS)

Check Also

Suasana Ramadhan di Kota Peureulak Spontan Berubah, Pedagang Musiman Penuh Disepanjang Jalan

Aceh Timur, sidaknews.com – Kebiasaannya setiap tahun penjualan jajanan atau bukaan puasa penuh di jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *