Home » Kepri » Pesawat Sky Aviation Mengalami Pecah Ban, Penumpang Selamat

Pesawat Sky Aviation Mengalami Pecah Ban, Penumpang Selamat

ANAMBAS,Sidak News :  Pesawat Sky Aviation tujuan Batam-Matak mengalami insiden saat berada di Bandara Palmatak, Kepri.
Pesawat tipe Fokker 50 bernomor penerbangan SY 310 yang mengangkut sebanyak 43 penumpang, terdiri dari 42 dewasa dan 1 bayi mengalami pecah ban di bagian kanan luar.
Dari informasi yang berhasil dihimpun Sidak Indonesia, diketahui pecahnya ban pesawat dengan nomor PK-ECD tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Palmatak. Kondisi cuaca di wilayah Anambas yang diguyur hujan lebat, diduga menjadi sebab lain dari adanya insiden ini. Dari sejumlah penumpang yang ada di pesawat Sky Aviation tersebut, selain masyarakat umum, juga terdapat beberapa orang pejabat dari salah satu dinas di Provinsi Kepri yang akan melaksanakan tugas monitoring berbagai kegiatan dinas yang mereka tangani di Anambas.

Sementara itu, Distrik Manager Sky Aviation Palmatak Helmy Usman yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Namun demikian, pihaknya mengatakan insiden yang terjadi tersebut tidak berdampak pada jatuhnya korban jiwa.
“Tidak sampai ada korban jiwa. Penumpang tidak ada masalah,” ujarnya, dan Sejauh ini juga tidak ada terdengar adanya kecemasan dari sejumlah penumpang, setelah mereka turun dari tangga pesawat.

 

Dikatakan Helmi, kejadian berawal saat pesawat mendarat dengan sempurna di bandara Matak dengan membawa sebanyak 42 penumpang dan satu bayi dari Batam, namun saat memasuki apron bandara Matak, tiba-tiba salah satu ban belakang pesawat bagian kanan luar mengalami kempes dan selanjutnya pecah.

Helmi memaparkan, “Ban pesawat yang pecah itu sebenarnya baru saja diganti di Batam sebelum diterbangkan ke Matak. Dan ban pecah itu bukan saat pesawat lagi leanding, melainkan setalah masuk ke taxi way di bandara”.

Secara rinci, kepada wartawan, Helmi menuturkan, sebelumnya ban pesawat tersebut telah diganti di Batam sebelum terbang menuju Matak. Adapun untuk saat ini pesawat masih berada di Bandara Palmatak sambil menunggu datangnya ban pesawat yang akan didatangkan dari Jakarta. Menurutnya, pecahnya ban di bandara Matak tersebut baru yang pertama kali dan diduga disebabkan kondisi landasan bandara Matak yang saat itu baru saja diguyur hujan, setelah sebelumnya di kawasan tersebut cuaca dalam kondisi panas.

Dalam Insiden tersebut, salah seorang penumpang menceritakan, sebelum pecah, ban sebelah kanan mengeluarkan asap lalu meledak dan pecah.
“Sebelum ban pecah, ada asap yang keluar, selanjutnya ada bunyi letupan, dan pada saat turun saya melihat ban yang pecah, koyak sekitar lebih kurang 20 centimeter,” tutur penumpang tersebut yang tak mau namanya dipublikasikan. (redaksi)

Check Also

Danrem 011/LW Kolonel Inf Dedy Agus Purwanto, S.H dan yayasan Budha Tzu Chi meresmikan rumah bantuan kepada warga Cet Petisah kec.senuddun dan Cet Kumbang kec. Baktiah, Aceh Utara, Kamis (10/11)sore kemarin.

Danrem 011/LW Resmikan Rumah Bantuan

Aceh utara, sidaknews.com – Danrem 011/LW Kolonel Inf Dedy Agus Purwanto, S.H dan yayasan Budha …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>