Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » PIHAK KEPOLISIAN TIDAK MAMPU MEMBERANTAS MAFIA BBM SOLAR SUBSIDI TERKESAN TANGKAP DI LEPAS

PIHAK KEPOLISIAN TIDAK MAMPU MEMBERANTAS MAFIA BBM SOLAR SUBSIDI TERKESAN TANGKAP DI LEPAS

“Saya bukan di tangkap cuma di bawa ke kantor polisi, mereka mau kenalan saja”
ilustrasiBATAM, sidaknews.com – Maraknya penyelewengan minyak solar bersubsidi di Batam kian menjamur, pihak kepolisian Polda Kepri terkesan tutup mata. Sedangkan pihak dari Pertamina sendiri tidak dapat melakukan pemblokiran maupun pemutusan hubungan kerja sama dengan pelaku pengelola SPBU sebelum pihak penegak hukum menyatakan dan memberikan bukti pelanggarannya.Banyak SPBU di Batam yang kerap bermain dengan mobil siluman atau kata lain Dracula.

Dari harga BBM solar bersubsidi Rp.5500,./liter,pihak SPBU menjual rata-rata pada pemain minyak dengan harga Rp.6000,./liter.Sehingga pihak pengelola SPBU lebih di untungkan menjual kepemain dari pada ke masyarakat pengguna BBM solar tersebut.Ironinya pengelola SPBU menuai ke untungan berlipat ganda,dari hasil penjualan perhari berapa ton yang harus di raib.Jika memang hal ini memang benar-benar di sikapi dan di berantas di setiap SPBU di wajibkan memasang kamera CCTV,lalu seperti apa fungsinya dan pihak mana yang berhak melakukan pengawasan dan melihat rekaman CCTV tersebut selama aktifitas berlanjut.

Dalam hal ini patutnya penegak hukum maupun pihak dari Pertamina sendiri mengawajibkan setiap SPBU di Batam menyalakan rekaman CCTV ,dan pengawasan rutinitas yang di lakukan oleh Disperindag Batam,Pertamina maupun aparat penegak hukum.Lalu sampai kapan BBM bersubsidi bisa di selamatkan karena itu adalah hak masyarakat miskin atau tergolong “masyarakat tidak mampu”

Tengku Diski (meneger Pertamina )mengatakan sampai saat ini kami belum mendapat konfirmasi dari pihak kepolisian maupun SPBU,terkait penangkapan di SPBU Persero di Batu Ampar.Apabila tersebut betul adanya kami menyerahkan sepenuhnya untuk di proses sesuai ketentuan hukum dan undang-undang yang berlaku.Apabila menurut kesimpulan penegak hukumhal tersebut melanggar hukum maka kami akan mengambil tindakan sesuai ketentuan kontrak kerjasama.Bisa berupa pemblokiran SPBU tersebut atau pencabutan ijin usaha.

Kami mendorong pihak aparat untuk terus membongkar kasus terkait penyelewengan BBM bersubsidi agar mitra Pertamina yang bekerja lurus tidak mendapat imbas negatif dari kasus itu.Terkait adanya imformasi yang beredar bahwa pihak Pertamina telah melakukan pemanggilan terhadap pengelola SPBU tersebut ,itu tidak benar sampai saat ini tidak ada imformasi tertulis dari pihak aparat dan SPBU.Sepanjang tidak ada justifikasi tentang pelanggaran dari pihak aparat kami anggap tidak masalah.besok bisa kami klarifikasi ke pihak SPBU tersebut ,tuturnya 19/09/13

Sementara beberapa bulan  yang lalu awak media ini mengkonfirmasi kabag humas Polda Kepri “Kapolda Kepri telah memerintahkan pada seluruh jajarannya untuk menangkap dan minindaklanjuti serta memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku pada para pelaku kejahatan berkaitan dengan BBM bersubsidi.Miski sudah banyak di proses secara hukum namun partisipasi semua lapisan masyarakat dan instansi terkait sangat di perlukan.Karena masalah BBM bersubsidi harus ada peran masyarakat sebagai bentuk pengawasan dari mulai hulu sampai ke hilir.

Lalu seperti apa kinerja aparat penegak hukum sampai saat ini para pemain BBM subsidi yang biasa munguras di setiap SPBU bisa bermain dengan cara terang-terangan tanpa tidak tersentuh hukum.Mampukah aparat  menegak hukum memberantas mafia BBM bersubsidi ?

Untuk memastikan imformasi adanya penangkapan pada hari senin tanggal 09/09/13 yang lalu di SPBU Persero di Batu Ampar awak media ini menghubungi Supervisor SPBU Persero Batu Ampar Parris Hasibuan  dengan nomor ponsel selulernya 081276856xxx menjawab”saya tidak ada di tangkap, kalau saya di tangkap bukan bisa di luar saat ini ,pihak kepolisian  datang ke SPBU Persero Batu Ampar dan membawa kami hanya untuk kenalan saja.

Berselang besok harinya  dia mengirimkan sms pesan singkat “kalau di naikkan beritanya tolong yang mendidih ya…jangan hangat lagi “Kira-kira abang merasa ngak merekam pembicaraan kita kemarin sore,coba dulu abang jawab.Justru saya dapat kabar makanya aku sms, yang aku herankan kenapa selalu yang disini yang di recokin? Kalau saya sebutkan berarti saya ingkar janji ,terkait benar atau tidak bukan berarti bukan urusan saya.Wajar kalau saya tanyakan ini.

Sementara Sahat Sianturi selaku pengelola SPBU Persero Batu Ampar saat di hubungi melalui HP selulernya menjawab saya sedang berada di luar kota, terkait adanya penangkapan karyawan di SPBU Persero belum mengetahuinya.Dia juga membantah jika adanya permainan penjualan minyak BBM solar bersubsidi ke mobil siluman atau tangki yang telah di modifikasi  sama sekali tidak pernah meraih atau meminta ke untungannya.Terkait pengisian satu mobil bisa menggunakan  waktu durasi dalam hitungan 50 menit dianya berdalih mungkin nozelnya rusak sehingga bisa lama.lalu seperti apa bentuk perkenalan oknum aparat tersebut kepada Supervisor SPBU Persero Batu Ampar ?Apakah ada hubungan penyelewengan BBM solar bersubsidi .19/09/13.

Dalam pantauan awak media ini di setiap sudut maupun di tengah kota baik di pemukiman warga gudang minyak BBM solar menjamur.Bahkan kegiatan yang sehari-hari mereka lakukan tidak pernah ada berbenturan, jika pun ada oknum yang melihat kegiatan tersebut baik di gudang maupun di SPBU ,hanya bahasa sehelooo… saja dalam kata lain silahturahmi.

Sehingga ada pepatah yang mengatakan “pintar-pintar seperti tupai melompat “Kegiatan inipun sudah terkesan bersahabat dengan oknum penegak hukum,sehingga sampai saat ini  MEREKA menjalankan aksinya leluasa,karena adanya persahabatan tersebut.Banyaknya gudang  BBM solar di Batam, rata-rata dari hasil langsiran dari beberapa SPBU di kota Batam.Dalam hal ini patut di nilai betapa lemahnya penegakan hukum di Polda Kepri ,sampai saat ini kegiatan rutinitas pelangsiran BBM dari SPBU masih tiada hentinya.Tim/renhad.

Check Also

Alamak…!, Menantu dan Mertua Ditangkap, Akibat Ketahuan Mencopet di Pasar Kodok Sidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Akibat terhimpit masalah ekonomi itulah salah satu alasan Landa sari,(48 ), warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *