Home » Berita Foto » PLN Kundur buat kebijakan dan Sangsi yaang tidak masuk akal

PLN Kundur buat kebijakan dan Sangsi yaang tidak masuk akal

PLN Rayon Kundur
PLN Rayon Kundur.

Kundur,Sidaknews.com – Seperti yang sering kita ketahui dan selalu kita hadapi bersama, sebagian masyarakat kita masih belum menyadari bahwa Pencurian Listrik adalah tindakan Kriminal dan akan di Tindak Tegas sesuai dengan Hukum yang berlaku sampai dengan denda.

Dengan demikian media ini coba mengumpulkan beberapa catatan mengenai pencurian listrik yang didapatkan dari temuan Pelanggan juga PLN. “Pencurian Listrik dalam sisi manapun adalah sebuah tindakan yang melanggar hukum”. Hukum pasti sudah ada aturannya dan hukuman apa yang akan di berikan kepada para pelaku pencurian Listrik.

Namun tidaklah perlakuan yang semena mena yang harus diberikan oleh pihak PLN tanpa mengikuti prosudur hukum yang berlaku dan yang telah ditetapkan sesuai Undang undang tentang pencurian tenaga listrik.

Ironisnya kejadian yang dialami oleh beberpa pelanggan atau konsumen PLN Rayon Kundur terkesan diperlakukan oleh kebijakan yang tak masuk akal.Yang mana H Zulhadi selaku pimpinan PLN Rayon Kundur mengidentifikasi pelanggannya berdasarkan Person Bukan Persil, sepatutnya berdasarkan Persil bukan Person. “Jika rumah yang dimiliki pelanggan tersebut memiliki meteran atas nama orang lain harusnya denda atau sangsi diberikan sesuai dengan ID pelangggan”.

Pertanyaan jika ada orang yang tinggal dirumah kontrakkan dan melakukan pencurian listrik maka PLN hanya melihat ID pelanggan saja tidak pernah melihat person siapa yang melakukan pencurian, maka denda akan dilimpahkan ke pelanggan berdasar ID pelanggan.

Dengan demikian kebijakan PLN Rayon Kundur diduga terlalu berlebihan dan tak masuk akal, sebagaimana yan dialami oleh salah seorang pelanggan dijalan Tanjung Sari yang mendapat sangsi berdasarkan Person dimana meter PLN tersebut masih atas nama orang lain.
Seharusnya pihak PLN Rayon Kundur sebelum membuat kebijakan yang terkesan sepihak, terlebih dahulu melakukan sosialisi terhadap pelanggan.

Menurut Pelanggan dijalan Tanjung Sari yang enggan namanya disebut media ini,sangsi atau denda yang diberikan oleh PLN Rayon Kundur, mengenai pelanggaran Pencurian Listrik yang sebesar Rp.44jt lebih seakan tak masuk akal. Serharusnya sebelum petugas PLN menjatukan sangsi terhadap pelanggan terlebih dahulu pelanggan diberikan pemahaman, tentang hitungan denda yang harus dibayar oleh pelanggan yang telah melanggar aturan.

Masih menurutnya, selaku pelanggan merasa kurang puas dengan sikap pimpinan PLN Rayon Kundur yang membuat kebijakan sangat kejam dan tidak pakai hitung hitungan.

Mengapa demikian?

Menurutnya dengan media ini,disaat petugas PLN datang kerumahnya, petugas PLN hanya membawa surat yang harus ditandangani oleh pelanggan.Ironisnya petugas PLN menyuruh atau meminta kepada Ibu pelanggan yang tidak tahu tulis baca alias buta huruf bin buta aksara untuk menanda tangani surat perintah pemutusan aliran listrik. “Dan kemudian petugas PLN melakukan pemutusan aliran listrik tanpa disaksikan oleh pihak pelanggan maupun pihak berwajib”.

Masih menurt pelanggan,seharusnya sebelum petugas PLN melakukan pemutusan,paling tidak pihaknya memanggil pelanggan ataupun pihak dari luar yang bukan petugas PLN untuk menjadi saksi.Dengan demikian pihak PLN Rayon Kundur, diduga melakukan kebijakan yang telah merugikan orang lain sebagai konsumen dan tidak lagi menghargai hak hak konsumen.

Untuk keterangan lebih lanjut sidak news menyambangi kantor PLN Rayon Kundur, namun H Zulhadi selaku pimpinan PLN sedang berada diluar daerah.

Menurut Ari pelaksana tugas (PLT) yang didampingi Rio petugas lapangan yang dijumpai diruang pimpinan PLN Rayon Kundur menjelaskan. Sangsi atau denda yang diberikan pada pelanggan sudah sesuai dengan aturan yang menjadi ketentuan PLN pusat. Pemotongan juga dilakuakan sudah sesuai dengan Protap yang telah menjadi ketentuan PLN terang berkelah.

Beda dengan aturan yang diketahui media ini,denda yang akan diberikan Kepada Pencurian Listrik, adalah 9 x tagihan Maksimal diambil dari Jam nyala maksimal dan sebagai pengali KWH nya, adalah harga per KWH tertinggi sesuai dengan Tarif Pelanggan yang melakukan Pencurian Listrik.

penjelasan tentang estimasi penghitungan pada posting sebelumnya disana dijelaskan, tentang pemakaian Minimum dan Maksimum.
Daalam menghitung denda sebagai sangsi pelanggaran pencurian listrik rumus tersebut masih bisa digunakan khususnya untuk mencari pemakaian maksimal.

Jika Daya resmi adalah 2200 ketika ada memeriksaan ternyata kedapatan daya yang terpasang tidak sesuai dengan daya resmi, yang terdaftar pada PLN maka pelanggan tersebut termasuk dalam pelaku pencurian listrik.

Kendati demikian PLN berhak memberikan sangsi terhadap pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku sebagai berikut.

Sangsi 9 x tagihan Maksimal diambil dari Jam nyala maksimal dan sebagai pengali KWH nya adalah harga per KWH tertinggi.
Tagihan Maksimalnya terlebih dahulu untuk kasus daya 2200 misalnya, pemakaian maksimal adalah 720 jam nyala ( lihat posting sebelumnya ) bisa di dapatkan Pemakaian KWH nya :

720 jam x KVa > 720 jam x 2.2 ( untuk daya 2200 ) = 1584 Kwh, maka bisa dihitung Rupiah nya = 1584 x Harga KWH tertinggi = 1584 x Rp. 795 ( untuk Daya 2200 ) = Rp. 1.259.280,- ini adalah biaya pemakaian maksimalnya.
Masih ada pengalinya lain yaitu 9 x. Jadi sangsi denda pencurian listrik untuk daya 2200 tarif R1 = 9 x Rp. 1.259.280 = Rp. 11.333.520,-

Jika listrik yang digunakan bertarif Bisnis dengan daya yang sama pengalinya Harga KWH tertinggi nya dengan tarif industri yang diberlakukan oleh PLN. (Majid/Dafid) Bersambung.

 

Check Also

Calon Wakil Gubernur Aceh, Nasaruddin ketika berbicara dihadapan perwakilan masyarakat Pegasing.

Warga Pegasing Aceh Tengah Sepakat Dukung AZAN

Takengon, sidaknews. com – Perwakilan warga Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah menyatakan dukungan untuk pasangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>