Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » PLN Tertibkan Cafe Mencuri Daya Listrik

PLN Tertibkan Cafe Mencuri Daya Listrik

TERTIBKAN “Pihak PLN Ranting Kota Tebingtinggi melakukan penertiban pencurian arus daya listrik di sejumlah cafe remang-remang di Desa Paya Bagas Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai”.
TERTIBKAN “Pihak PLN Ranting Kota Tebingtinggi Melakukan Penertiban Pencurian Arus Daya Listrik Di Sejumlah Cafe Remang-Remang Di Desa Paya Bagas Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai.”

Tebingtinggi, Sidaknews.com – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Kota Tebingtinggi menertibkan pencurian arus daya listrik di kawasan cafe remang-remang ‘Pondok Ringin’ tepatnya di Desa Paya Bagas Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (3/2).

Penertiban tersebut terkait banyaknya pencurian arus daya listrik yang dilakukan para pengelola cafe dikawasan tersebut.

Penertiban dipimpin langsung Supervisor Tehnik PLN Ranting Tebingtinggi, Ganti Paningotan Sitompul. Dikatakan bahwa ada kecurigaan pencurian arus listrik yang merugikan pihak PLN hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.

“Setelah kita cek ke lapangan, banyak kita temukan pencurian arus daya listrik, seperti rumah-rumah kafe tidak memiliki meteran listrik dan meteran dengan daya voltase 450 Watt dirusak hingga daya yang masuk bebas hambatan,” tegasnya.

Menurutnya, hal ini menjadi kerugian PLN dan bisa membahayakan masyarakat, kabel yang seharusnya dari atas rumah-rumah tetapi ini sengaja berserakan dengan kondisi kabel rusak.

“Kita tertibkan, karena bisa membahayakan nyawa manusia. Apabila ingin mengurus secara legal, pengelola kita harapkan datang langsung ke PLN Ranting Tebingtinggi untuk menghindari calo”, terang Ganti Paningotan.

Salah seorang pemilik cafe, S. Silaen (50) mengaku daya yang diberikan pihak PLN tidak memadai sehingga memaksa para pemilik café melakukan pencurian daya arus listrik. Dia menjelaskan bahwa sebelumnya ada yang mengaku dari PLN bisa menawarkan daya arus listrik yang memadai, tetapi setelah diambil uang mereka tidak datang lagi.

“Kami sudah bayar Rp 2,5 juta, tetapi sampai sekarang meteran listrik tersebut tidak datang”, kata S. Silaen.

Sementara itu, beberapa masyarakat disekitar cafe, Sardi (45) warga Jalan Gunung Arjuna Kota Tebingtinggi yang bertetangga dengan wilayah Kabupaten Sergai mengaku resah dengan keberadaan kafe remang-remang tersebut.

Bukan wanita penghibur-nya saja yang banyak, tetapi dentuman musik terus mengusik ketenangan warga hingga pagi hari, sehingga mengganggu orang yang sedang beristirahat.

Sardi meminta kepada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai untuk menertibkan cafe remang-remang tersebut karena banyak terjadi indikasi praktek prostitusi. Selain itu, tingkat angka percerain meningkat diwilayah berdekatan dengan cafe.

“Banyak yang istrinya minta cerai karena suaminya menjadi penghuni kafe remang-remang. Kami minta Bupati Sergai untuk menertibkannya”, pinta Sardi. (Wan)

Check Also

Masih Banyak ASN Belum Mampu Menyusun LAKIP Dengan Baik

Beltim,sidaknews.com – Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI menilai masih banyak kelemahan dan kekurangan aparatur sipil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *