Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » PNS Cantik Kepergok Mesum Harus Dipecat!

PNS Cantik Kepergok Mesum Harus Dipecat!

Oknum pns berparas cantik di grebek dengan lelaki selingkuhannya.
Oknum pns berparas cantik di salah satu skpd Kabupaten Karawang di grebek dengan lelaki selingkuhannya.

KARAWANG,sidaknews.com – Belum juga disanksinya PNS pelaku dugaan perzinahan oleh pimpinan Pemkab Karawang, mendorong sejumlah elemen masyarakat di kabupaten tersebut bereaksi.

Mereka mempertanyakan alasan Pemkab yang tidak memberikan sanksi, padahal apa yang dilakukan PNS tersebut jelas-jelas sebuah pelanggaran, baik secara hukum, administrasi dan kode etik PNS.

“Minimal ada sanksi administrasi dan kode etik. Karena ini jelas sebuah pelanggaran,” ujar Praktisi Hukum yang juga Tokoh Masyarakat Karawang, Asep Agustian, Minggu (7/12).

Dikatakan Asep, jika mau fair, Pemkab Karawang dari sejak penggerebekan itu sudah bisa langsung mengambil tindakan. Namun anehnya, Pemkab terkesan tutup mata dan membiarkan kasus itu mengambang begitu saja.

“Ini jadi pertanyaan besar. Ada apa? Apakah karena ayah dari PNS pelaku dugaan perzinahan itu merupakan Ketua KONI dan pernah menjadi pengurus PWI Karawang? Terus Pemkab gak berani?” lanjut Asep. Disini, tambah Asep, diperlukan pimpinan yang tegas. Demi untuk kebenaran dan keadilan, kata dia, Pemkab tidak usah takut oleh siapapun.

“Dari kasus tersebut, tampak jelas kalau segelintir PNS Karawang sudah tidak mempunyai rasa malu. Dan jika kasus ini dibiarkan, bukan tak mungkin aksi-aksi serupa akan kembali terjadi. Sebab mereka merasa tidak ada hukum,” kata Asep.

Sebelumnya, Sekda Karawang, Teddy Rusfendi, pasca penggerebekan PNS yang bersangkutan, Kamis (20/11) malam, berstatement kalau dirinya akan langsung menginstruksikan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan. Namun hingga kini instruksi itu belum juga dilakukan.

Seperti yang diakui Sekretaris Inspektorat Karawang, Wartono Sucipto,Jumat (5/12). Kata dia, hingga hari itu pihaknya belum menerima perintah baik lisan maupun tulisan dari Sekda Karawang terkait penindakan dan pemeriksaan PNS berinisial DR, yang digerebek warga
tengah “bermesum ria” di rumahnya, Kompleks Victorian Residen Cluster Mediterania Blok 2E 3, Kawasan Galuh Mas Karawang,Kamis (20/11) malam lalu.

“Kami belum terima perintah itu. Begitupun surat permintaan bantuan pemeriksaan dari BKD. Semuanya belum ada,” ujarnya.Wartono pun kemudian “memimpong” penanganan kasus tersebut ke BKD dan pihak OPD tempat PNS bersangkutan bertugas.

“Harusnya tindakan dilakukan langsung oleh OPD terkait, dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Pengairan. OPD bersangkutan lah yang kemudian langsung memberikan sanksi,” katanya.

Sementara itu, pihak Dinas Bina Marga dan Pengairan Karawang mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap PNS bersangkutan.”Hasilnya sudah kami kirim ke BKD,” ujar Sekretaris Dinas Bina Marga dan Pengairan Karawang, Ruskandar.

Dikatakan Ruskandar, pihaknya berharap Pemkab Karawang melalui Inspektorat bisa segera turun tangan menangani kasus tersebut.

“Kami sih berharap pihak Inspektorat bisa segera melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Kalau dari pihak kami, sebagai pihak dimana yang bersangkutan berdinas, sudah memeriksanya dan mengirimkan surat ke BKD, untuk selanjutnya ke Inspektorat,” ujar Sekretaris Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Karawang, Ruskandar, di ruang kerjanya.

Dikatakan Ruskandar, dalam hal tindakan, pihaknya hanya bisa mengirimkan surat kepada BKD dan Inspektorat. Untuk penindakkan selanjutnya, kata Ruskandar, yang berwenang adalah Inspektorat dan BKD.

“Kami juga tak ingin OPD ini dikotori oleh ulah oknum yang tak bertanggungjawab. Jadi harapan kami, pihak Inspektorat bisa segera melakukan pemeriksaan dan segera menjatuhkan sanksi,” katanya, seraya mengatakan, dari pasca insiden penggerebekann itu, DR tidak pernah masuk kerja.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Karawang, Toto Suripto mengaku gerah atas aksi asusila yang dilakukan oknum PNS cantik berinisial DR.Menurut Toto, sikap perbuatan tersebut bukan hanya mencemari institusi abdi negara, tapi juga memperlihatkan penurunan ahlak dan kebobrokan moralitas pegawai negeri.

Atas perbuatannya itu, orang nomor satu di lembaga legislatif Karawang itu meminta Pemkab Karawang memberikan sanksi tegas, bila perlu status kepegawaian negerinya dicopot.

“Perbuatan itu sudah sangat keterlaluan. Itu sangat menyimpang dari cerminan seorang abdi negara,” ujar Toto, tadi siang.

Dikatakan Toto, jika Pemkab Karawang tidak memberikan sanksi, itu sama dengan menghalalkan” PNS-nya untuk melakukan perbuatan amoral. “Saya akan mendorong Pemkab Karawang juga OPD terkait untuk melakukan tindakan tegas kepada oknum PNS tersebut,” lanjut Toto.

Dijelaskan Toto, sanksi tegas dan berat yang dilakukan Pemkab akan memberikan efek jera dan pembelajaran bagi PNS-PNS lainnya. “Jangan memberikan peluang dan kesempatan kesekian kali bagi PNS yang seperti ini,” kata Toto.

Seperti diketahui, DR yang bertugas di Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Karawang, ketangkap basah dan digerebek warga tengah “bermesum-ria” dengan seorang berondong di rumahnya, perumahan elit Kompleks Victorian Residen Cluster Mediterania Blok 2E 3, Kawasan Galuh Mas Karawang, Kamis (20/11) malam.

Perbuatan DR diketahui saat yang bersangkutan membawa pulang seorang berondong berinisial IH, 24, sekitar pukul 19.30 WIB. Belakangan diketahui, pemuda yang dibawa masuk ke rumahnya DR adalah pria pengangguran berinisial IH, 24, warga Dusun Ciranggon Desa Pasirjengkol Kecamatan Majalaya, Karawang.

Sebelumnya, baik Polsek Telukjambe yang menangani kasus tersebut, juga Pemkab Karawang sempat menyembunyikan identitas PNS tersebut, berikut berondong selingkuhannya. Informasi yang dihimpun menyatakan, PNS berparas cantik yang berdinas di Dinas Bina Marga dan Pengairan Karawang itu secara diam-diam sekitar pukul 19.30 WIB, membawa seorang pemuda ke rumahnya.

Belakangan diketahui, pemuda yang dibawa masuk ke rumahnya DR adalah pria pengangguran berinisial IH, 24, warga Dusun Ciranggon Desa Pasirjengkol Kecamatan Majalaya, Karawang.

“Entah apa yang dilakukan mereka di rumah yang saat itu sepi (hanya mereka berdua). Yang jelas, selama beberapa jam keduanya berada di dalam rumah itu,” ujar saksi, yang juga keluarga pihak suami DR, Nurman, Sabtu (22/11).

Awalnya, kata Nurman, dirinya disuruh mengantarkan uang oleh suami DR, yang tengah menjalani hukuman di Lapas Karawang. Tapi karena dirinya berhalangan, kemudian kembali menyuruh anak buahnya, Maman.

“Suami DR sudah lama ditahan di Lapas Karawang. Tapi dia tak pernah lepas dari tanggungjawabnya sebagai suami. Meski dalam tahanan, biaya tak pernah henti untuk DR.

Awalnya kan saya disuruh nganterin uang sama suaminya ke dia (DR), saya nyuruh ke pak Maman, anak buah. Tapi pas pak Maman nganterin ternyata di dalam ada laki-laki,” lanjut Nurman.

Diceritakan Nurman, saat Maman sampai di rumah DR untuk mengantarkan titipan uang, DR malah bertingkah aneh, mencurigakan. Biasanya, kalau mendengar suara klakson mobil yang dikendarai Maman, DR langsung lari keluar.

“Ini malah sebaliknya.DR malah lari keluar, mungkin takut ketahuan karena di dalam ada laki-laki,” tambah Nurman. Karena curiga, Maman kembali datang kepada Nurman, menceritakan apa yang terjadi. Kemudian mereka berdua kembali ke rumah itu dan mengintainya
dari luar. Setelah sekian lama ditunggu, ternyata keduanya tak kunjung keluar rumah.

“Sebelumnya kami dapat informasi dari warga kalau DR membawa pria muda ke rumahnya itu. Makanya kita berdua mengintai,” kata Nurman. Setelah itu, Nurman melaporkan kejadian tersebut ke petugas keamanan perumahan yang berada di depan komplek sekitar pukul 23.30 WIB.

“Setelah kita intip dari luar ternyata mereka lagi melakukan itu (hubungan intim),” ujar Nurman. Setelah mengetahui bahwa DR dan pasangan yang bukan suaminya itu sedang melakukan aksi tak wajar tersebut, Nurman beserta warga dan petugas keamanan setempat mendobrak pintu rumah tersebut dan mengintograsi kedua pelaku.

Keduanya bahkan tidak dapat mengelak karena banyak saksi yang melihat bahwa keduanya tengah melakukan mesum di kamar rumah tersebut. Sampai pukul 00.30 WIB keduanya masih tertahan di dalam rumah karena warga setempat terus berdatangan, dan berencana menghakimi korban karena dianggap telah mengotori komplek tempat tinggal mereka.(karla)

Check Also

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Desak Gubernur dan DPRA Selamatkan UUPA

Banda Aceh, sidaknews.com – Pasca pengesahan UU No 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *