Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Pokja DPRD Rekomendasi 13 Temuan BPK Kepada Pemprov Kepri

Pokja DPRD Rekomendasi 13 Temuan BPK Kepada Pemprov Kepri

sidang laporan rekomendasi pokja dprd kepri terhadap lhp-bpk ri atas laporan keungan pemerintah provinsi kepri
Sidang laporan rekomendasi pokja DPRD kepri terhadap lhp – BPK RI atas laporan keuangan pemerintah provinsi kepri.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) empat kali secara berturut – turut. Akan tetapi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan adanya 13 temuan atas pelaksanaan penggunaan anggaran tahun 2013 lalu.

Hal itu juga, disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri saat sidang paripurna di Kantor DPRD Provinsi Kepri, Dompak Tanjungpinnag, Senin (23/6).

Namun, para wakil rakyat yang hadir masih enggan untuk membeberkan secara gamblang bentuk temuan – temuan BPK tersebut.

Pada paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kepri, Hotman Hutapea itu juga, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Surya Makmur Nasution, menyebutkan 13 temuan itu diantaranya 10 temuan tentang Sistem Pengendalian Internal (SPI), dan tiga temuan yang menyangkut pelanggaran pada peraturan. Akan tetapi, Surya tidak menyampaikan secara gamblang bentuk – bentuk temuan tersebut.

“Namun semua temuan atas temuan BPK tersebut, kami tidak perlu membacakan secara keseluruhannya. Tentunya, DPRD Kepri meminta kepada Gubernur Kepri untuk mempertahankan predikat WTP ini. Apalagi tahun 2015 mendatang sudah menggunakan sistem akuntasi berbasis aktual,” papar Surya dalam sidang paripurna.

Akan hal itu, Surya mengatakan, DPRD Kepri juga meminta kepada Gubernur Kepri untuk segera menindaklanjuti rekomendasi BPK RI tersebut. Berkenaan dengan temuan itu juga, Gubernur harus melaporkan kepada DPRD Kepri sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 tahun 2010 tentang pedoman pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap tindaklanjut hasil LHP BPK tersebut.

Surya mengutarakan, banyaknya catatan strategis yang disampaikan DPRD Kepri dalam paripurna, tentunya tidak lepas dari pembahasan Pokja, terhadap opini WTP yang diterima Pemprov Kepri.

“Hal ini juga, telah dibahas dan dirapatkan oleh seluruh pimpinan fraksi di DPRD Kepri selama 14 hari. Sehingga menghasilkan sejumlah catatan kritis mengenai laporan penggunaan anggaran tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Surya mengaku, dibandingkan tahun 2012 lalu, LHP 2013 sedikit lebih baik. Tentunya, akan menjadi beban dalam mempertahanankannya.

“Apalagi, kedepan sistem pengawasan akan semakin ketat. Untuk itu, setiap SKPD harus mempunyai akuntan yang handal,” ucapnya.

Pada sidang paripurna yang dihadiri langsung oleh Gubernur Kepri itu juga, Surya menyampaikan, Pemprov Kepri perlu lebih meningkatkan sistem pelaporan dan pelaksanan program keuangan daerah dengan meningkatakan Sumber Daya Manusia (SDM) di sejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dilingkungan Pemprov Kepri.

“Selain itu, perlu adanya perbaikan vailidasi aset, serta melaksanakan program pembangunan yang berbasis kinerja. Jadi kesimpulan secara umum, cukup baik dalam memberikan informasi dan laporan keuangan. Sekalipun masih ada temuan, baik itu secara kualitatif maupun kuantitatif. Karena memang LKPj 2013 sedikit lebih baik,” paparnya.

Surya menegaskan, salah satu aspek yang menjadi sorotan tajam BPK RI adalah tentang penyaluruan dana bansos kepada pihak ketiga. Karena, pemberian hibah dan bansos yang belum berjalan sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri. Apalagi tidak memperhatikan azaz keadilan dan kepatutan dalam penyaluran dana bansos tersebut. Sementara, pada kenyataannya masih ada yang menerima secara berulang – ulang dan berturut – turut.

“Dikecualikan dalam hal tertentu, seperti kepada penyandang cacat, orang jompo dan lainnya. Bantuan kepada pihak ketiga juga masih banyak yang belum memberikan laporan pemanfaatannya. Selain itu, BPK juga meminta adanya minimalisir jumlah penggunaan rekening perbendaharaan. Sehingga pengawasan dapat berjalan baik dan efektif,” tuturnya.

Menurut dia, berdasarkan analisis Pokja, realisasi pendapatan daerah sudah melebihi target dari yang ditentukan dengan pelaksanan belanja yang sudah baik dengan biaya belanja operasional di atas 90 persen, dan biaya netto yang mencapai 100 persen.

“Begitu juga dengan pendapatan asli daerah dari Rp675 miliar pada 2012 mengalami peningkatan menjadi Rp752 miliar pada 2013. Selain itu, transfer dana perimbangan dari target Rp1,7 triliun pada 2012 naik menjadi Rp1,753 triliun pada 2013,” ungkapnya.

Sedangkan, kata Surya, laporan arus kas bersih dari aktivitas operasi juga mengalami peningkatan dari Rp844 miliar pada 2012, meningkat menjadi Rp520 miliar pada 2013. Arus kas bersih dari investasi juga mengalami peningkatan dari Rp262 miliar pada 2012 menjadi Rp392 miliar pada 2013. Sementara saldo akhir kas daerah pada 2012 yang sebelumnya mencapai Rp523 miliar pada 2012, menurun menjadi Rp464 miliar pada 2013.

“Itu menjadi gambaran kalau pelaksaan penggunaan anggaran tahun 2013 sedikit lebih baik. Wakil Gubernur selaku pengawas kinerja SKPD harus memberikan rewad kepada SKPD yang baik, dan punhisment kepada SKPD yang kurang baik,” katanya.

Sementara, usai sidang, Gubernur Kepri, Muhammad Sani mengatakan, adanya temuan tersebut akan menjadi acuan dan bahan evaluasi dalam melakukan pekerjaan serta penggunaan anggaran tahun 2014. Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada laporan Pokja DPRD Kepri atas WTP dari BPK. Hal itu juga, pihaknya mengetahui persis apa yang harus diperbaiki untuk menyongsong WTP yang akan datang.

“Dengan masukan – masukan itu, tentu kita mengintropeksi diri dan ketahuilah, bahwasanya ada hal – hal yang perlu kita perbaiki. Dan ini akan kita bahas bersama dengan seluruh SKPD,” ujar Sani.(IK)

 

 

 

Check Also

Ir H. Yusri Yusuf atau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi dan menyalurkan bantuan sembako kepada  korban angin kencang yang menimpa beberapa rumah di Desa Deah Pangwa Dusun Bale Ara Kecamatan Trienggadeng, Sabtu sore (25/3/2017).

Yusri Melon Kunjungi Korban Angin Puting Beliung 

Pidie Jaya, sidaknews.com – Ir H. Yusri Yusuf aatau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>