Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Polemik Berdirinya Tower Setinggi 25 Meter

Polemik Berdirinya Tower Setinggi 25 Meter

-Warga Melayu Desak Komisi III DPRD Siantar Bongkar Paksa

Polemik Berdinya Tower Setinggi 25 Meter. Warga Melayu Desak Komisi III DPRD Siantar Bongkar Paksa
Polemik Berdinya Tower Setinggi 25 Meter. Warga Melayu Desak Komisi III DPRD Siantar Bongkar Paksa.

Siantar,sidaknews.com – Masyarakat sekitar jalan Sriwijaya Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara merasa dibohongi atas berdirinya tower setinggi 25meter diatas bangunan rumah pertokoan milik Burhanudin Nasution yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan SNI atas pendirian menara telekomunikasi diatas bangunan.

Penerbitan IMB – HO diduga kuat tidak sesuai dengan prosedur disamping adanya pembohongan yang dilakukan pelaksana pembangunan tower kepada warga yang dulunya dimintai izin untuk membangun Antena Orari, tidak adanya uji kelayakan matrial akan ketahanan konstruksi bangunan sesuai dengan SNI, ada juga perbedaan peta denah lokasi dampak radius 25meter sesuai dengan tinggi tower.

Komisi III DPRD Kota Siantar yang membidangi hal tersebut diharapkan tegas dan bersedia untuk sidak lapangan serta memanggil Dinas yang yang berkompeten untuk menilai keabsahan akan prosedur pendirian tower yang disinyalir sangat merugikan warga.

Anehnya gambar diagram peta yang dikeluarkan Camat Siantar Utara berbeda dengan kenyataan lapangan seharusnya dalam penentuan radius 25 meter secara menyeluruh tetapi yang dilakukan hanya sebelah selatan, barat dan timur tetapi warga yang bermukim disebelah utara tidak pernah dilakukan Verifikasi telaah persetujuan.

Seorang warga yang tidak bersedia namanya dipublikasikan berharap supaya Komisi III DPRD Siantar bersama sama dengan Pemerintah Kota supaya menghentikan pendirian tower yang dikerjakan CV. Dayamitra Telekomunikasi dan konstruksi besi baja sebagai tiang tower dibongkar.

“Saya berharap bang jangan dimasukkan koran nama saya karena saya takut nantinya di intimidasi oleh oknum tertentu, kami warga setempat berharap supaya DPRD Siantar bersama sama dengan Pemko untuk tegas dan lakukan penghentian pemasangan mesin tower dan membongkar rangkaian besi tiang tower” jelasnya.

Camat Siantar Utara, Junaedi Sitanggang disambangi dikantornya, rabo (23/7) pukul 11.03 wib berada dikantor menjelaskan semua sudah sesuai prosedur, mengakui akan penerbitan rekomendasi karena yakin tidak salah, kalau memang salah prosedur rekomendasi kita siap untuk mempertahankanya.

“Saya hanya sebatas pertanggung jawaban penerbitan surat rekomendasi, kalau mengenai teknis pelaksanaanya dilapangan sudah bukan ranah kita lagi, Kita siap mempertanggung jawapkan segala hal yang bersangkutan sebatas surat rekomendasi saja, buktinya sudah 3 kali masyarakat datang ke kantor saya terima dengan baik” ujarnya

“Kami yang menerbitkan Lay Out warga radius tower 25meter, warga kita akomodir dan kita fasilitasi kalau mereka sesuai peraturan perundang undangan, kemarin kita tanya apa keluhan warga seperti tentang kesehatan dan gangguan gelombang elektromaknetik kita langsung akomodir” jelasnya.

Sebelumnya, selasa (22/7) Camat Siantar Utara menjelaskan melalui hubungan telepon selular penerbitan surat rekomendasi dan surat telaah staf verifikasi faktual persetujuan warga yang berdampak radius 25meter, namun sampai saat ini tidak bisa menunjukkan bukti dokumentasi atas hasil telaah staf bukti persetujuan warga.

Mardiana, SH selaku Koordinator Tim Teknis Pemberian Izin Mendirikan Bangunan dijumpai diruang kerjanya, Rabu (23/7) pukul 12.30wib menjelaskan semua prosedur, surat rekomendasi dan surat telaah tidak sengketa dari warga sudah dilampirkan oleh camat untuk pelengkapan penerbitan IMB – HO

“Izin duluan keluar sementara surat rekomendasi sudah terpenuhi, izin keluar bulan 03 April 2014, izin sudah sesuai prosedur, syarat terpenuhi ada jaminan, rekomendasi dari camat, tidak keberatan dari masyarakat semua radius, warga sudah datang ke BPPT tetapi meraka merasa tertipu, saya tidak berhak untuk menunjukkan bukti berkas tapi yang berhak adalah Bapak Kaban
Memang benar semuanya makanya izinya keluar malah keberatan warga terbit setelah keluar izin” jelasnya.

“Kemaren kita sudah melakukan tahapan prosedur dengan mengerahkan 7 orang team teknis dalam melakukan uji teknis, 3 orang dari BPPT dan 4 orang dari Tarukim, kami mengeluarkan IMB – HO karena sudah sesuai prosedur dan tidak ada pelanggaran peraturan dan perundang undangan dan mengenai ketahanan bangunan dan konstruksinya sudah dinilai Konsultan sesuai SNI” tambahnya.

Saat ditanyai Identitas perushaan pengadaan jasa konsultan Mardiana tidak bersedia menjawab namun mengarahkan supaya konfirmasi langsung kepada Kepala BPPT Siantar malah mengeluarkan opini akan mempermasalahkan sesuai hukum apabila pernyataanya dipublikasikan tanpa adanya rekomendasi maupun persetujuan dari Humas Pemko Siantar.

Daniel Siregar Selaku Humas Pemko Siantar saat dijumpai di kantin (13.00wib)menjelaskan akan mempelajari terlebih dahulu permasalahan pembangunan tower tersebut karena sampai sekarang belum adanya berkas yang diberikan oleh Dinas yang bertanggung jawab dalam prosedur penerbitan IMB – HO.(SyamP)

 

 

 

 

 

 

 

 

Check Also

Indri Ayu Astuti Dapat Bantuan Kursi Roda Dari Polres Madina

Panyabungan, sidaknews.com – Indah Nurhayati yang rela menggendong kakaknya Indah Indri Ayu Astuti setiap berangkat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *