Home » Berita Foto » Polisi Belum Terima Izin Pemeriksaan Kasus BBM

Polisi Belum Terima Izin Pemeriksaan Kasus BBM

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Reza Morandi Tarigan
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Reza Morandi Tarigan.

Tanjungpinang,sidaknews.com – Meskipun Gubernur Kepri H Muhammad Sani telah menyatakan terhadap polisi atas penyelidikan dan pemeriksaan terhadap AG, yang diduga terlibat kasus pelansiran solar illegal selama ini, namun hingga kini, tim penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang belum menerima surat izin dari Gubernur Kepri melalui Polda Kepri untuk melakukan pemeriksaan terhadap bersangkutan.

Pengiriman surat izin ke Gubernur Kepri untuk melakukan pemeriksaan terhadap AG, pelaku dugaan kasus solar hasil tangkapan Unit Intel Kodim 0315/Bintan beberapa waktu lalu, telah dilakukan pihak Polres Tanjungpinang melalui Polda Kepri baru-baru ini.

Hal ini sesuai ketentuan perundangan yang berlaku, mengingat status AG sendiri saat ini telah resmi dilantik sebagai anggota DPRD Tanjungpinang.

“Pemeriksaan terhadap AG sudah kita koordinasikan dengan pihak Polda Kepri untuk melakukan pemeriksaan terhadap AG, oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang dimaksud melalui izin pemanggilan dari Gubernur,” kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Reza Morandi Tarigan, Rabu (10/9)

Dikatakan, pihak serius untuk terus mengembangkan dan mengungkap dugaan kasus pelansiran solar tersebut hingga tuntas, tanpa memperhatikan adanya kepentingan dari pihak-pihak tertentu demi penegakan hukum sebagaimana ketentuan berlaku.

“Bagi saya tidak pernah ada beban untuk terus mengungkap dugaan kasus ini hingga tuntas, termasuk untuk melakukan pemeriksaan terhadap AG, oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang tersebut. Jika memang cukup bukti kuat, maka siapa pun yang terlibat di dalamnya, pasti akan kita panggil dan proses sesuai ketentuan hukum,” tegas Reza.

Sebagaimana diberitakan, dalam lanjutan pengungkapan dugaan kasus pelansiran solar tersebut, Polres Tanjungpinang telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kepada Kejaksan Negeri (Kejari) Tanjungpinang bidang Tindak Pidana Umum (Pidum).

Dalam dua lembar SPDP yang dikrim penyidik polisi dan diterima Kejari Tanjungpinang tersebut, masing-masing terdiri Spdp/41/VIII/2014/reskrim atas nama Jupen Sius Purba selaku nakhoda atau Kapten Kapal Tug Boat KM Lautan Kakap dan kawan-kawan (dkk).

Kemudian SPDP nomor spdp/42/VIII/2014/Reskrim tanggal 29 Agustus 2014 atas nama Syahgunandarals Tole, selaku koordinator lapangan dan pelaksanan lapangan yang mengusai mobil tanki solar berkapasita 5.000 liter dan kawan-kawan (dkk).

Di sisi lain, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Tuntas Korupsi (Getuk) Provinsi Kepri, Yusri Sabri menyebutkan, bahwa dugaan kasus penyeludupan atau pelangsir solar yang berhasil diungkap oleh Unit Intel Kondim 0315 Bintan tersebut termasuk suatu kejahatan tindak pidana yang masuk dalam Extra Ordinary Crimes, yakni kejahatan yang harus ditangani secera serius, dan tidak separoh-seperoh seperti yang tengah ditangani penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang saat ini.

“Kita minta aparat kepolisian jangan tebang pilih untuk menetapkan tersangka suatu kasus yang sudah diketahui publik saat ini,” tegas Yusri.

Diketahui, selain Tug Boat KM Lautan Kakap, turut diamankan satu unit mobil tanki air bersih BP 8187 TY yang telah disulap menjadi tanki solar berkapasitas 5000 Liter, termasuk tiga unit handpone milik tiga pelaku serta beberapa BB lain yang berhasil diamankan.

Kapolda Kepri Brigjen Arman Depari mengatakan, siap untuk menindak dan mengusut tuntas terhadap mafia kasus solar ilegal di seluruh wilayah Kepri, termasuk di Tanjungpinang. Hal dimaksud sebagai salah satu upaya melindungi serta mengamanka kepentingan masyarakat banyak.

“Bukan hanya pelaku penimbun, kita juga siap untuk menindak terhadap pembeli solar ilegal, karena sudah menyangkut kepentingan masyarakat banyak jadi sudah tugas kepolisian untuk melindungi dan mengamankan kepentingan masyarakat tersebut,” kata Kapolda Arman Depari pada sejumlah wartawan disela usai menghadiri acara rapat paripurna istimewa pelantikan anggota DPRD Provinsi Kepri periode 2014 – 2019.

Arman menjelaskan, terhadap para pelaku dugaan kasus solar ilegal tersebut, masing-masing pelaku dapat diganjar hukuman sesuai ketentuan perudangan berlaku, yakni pasal 480 KUHP dan 481 KUHP.

“Untuk pembeli solar ilegal tersebut bisa kita kenakan sesuai Pasal 480 KUHP dan pasal 481 KUHP tentang penadahan,” ucap Kapolda

Dalam pasal 480 dan 481 KUHP tersebut menyebutkan tentang barang siapa yang menjadikan sebagai kebiasaan untuk sengaja membeli, menukar, menerima gadai, menyimpan, atau menyembunyikan barang yang diperoleh dari kejahatan, maka dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan 7 tahun penjara.

Arman juga menyatakan dukungannya terhadap upaya tindak lanjut dugaan kasus solar yang tengah ditangani pihak Polres Tanjungpinang hasil dari tangkapan unit Intel Kodim 0315/Bintan beberapa waktu lalu, termasuk pengugkapan dugaan keterlibatan AG, oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang yang ikut disebut sebut sebagai penyandang dana kegiatan ilegal tersebut.

Namun sejauh ini, Arman mengaku belum mengetahui terkait adanya laporan dari pihak Polres Tanjungpinang tentang pemanggilan oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang tersebut.

“Saya belum mengetahui hal tersebut, dan nanti akan saya cek langsung ke Polres Tanjungpinang. Intinya, kita sangat mendukung upaya penegakan hukum menyangkut dugaan kasus solar tersebut,”ucap Arman.(Sn)

Check Also

Pelabuhan penyengat tampak seperti pelangi, hal ini terlihat di sepanjang Atap Pelabuhan dibentang kain 3 warna yakni, kain warna Merah, Kuning dan Hijau.

Kedatangan Kapolri, Pelabuhan Penyengat Dihiasi Dengan Warna-Warni

Tanjungpinang, sidaknews.com– Dalam rangka penyambutan kedatangan Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian Kepulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>