Home » Daerah » Babel » Politisi senior BaBel H.Tare Sebut Ahok pengecut

Politisi senior BaBel H.Tare Sebut Ahok pengecut

Politisi senior BaBel H.Tare Sebut Ahok pengecut.
Politisi senior BaBel H.Tare Sebut Ahok pengecut.

TANJUNGPANDAN,Sidaknews.com – Statement Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang mengatakan akan berhenti berpolitik apabila Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada disahkan, dinilai politisi senior Babel H.Muchtar Motong, sebagai tindakan pengecut. Bahkan pria yang dikenal akrab dengan sapaan H.Tare ini menyayangkan perkataan putra Babel tersebut.

“Ya kalau merasa dirinya seorang politikus dan orang yang memiliki kemampuan personal serta merasa memiliki publik, maka tidak ada alasan dia mengatakan bahwa akan berhenti berpolitik apabila undang-undang mengenai pemilihan tidak langsung ini dimenangkan oleh koalisi mereh putih (KMP),” ungkap H.Tare kepada Media, Minggu (28/9) kemarin.

Mantan pimpinan DPRD Kabupaten Belitung periode 2004-2009 ini beranggapan, perkataan Ahok tersebut merupakan suatu tindakan politik yang diragukan oleh kalangan masyarakat. Sebab selain Ahok terbilang pengecut, dituturkan oleh H.Tare bahwa Ahok tidak berani mempejuangkan politiknya.

“Itu saya anggapan satu tindakan politik yang diragukan dan sangat pengecut kalau dia harus mengundurkan diri. Dia ini kan orang Babel yang terlahir besar dan melalui proses besar untuk melakukan langkah-langkah politiknya dimulai dari daerah,” ujarnya.

H.Tare juga melihat, bahwa sejauh ini Ahok memang dikenal orang yang berani berbicara dengan tegas. Misalkan lanjut dia, ketika berbicara mengenai mundurnya Ahok berpolitik jika RUU itu disahkan, meskipun kini masih akan ada proses gugatan ke MK (Mahkamah Konsitusi), H.Tare meminta agar statmen tersebut dibuktikan.

“Iya donk, ngomong akan mundur dari perpolitikan apa bila UU ini bisa dilaksanakan harus berani nyatakan mengundurkan diri. Soalnya dia sebagai anak bangsa harus menerima itu, karena kalau kita melihat pasal 1 UU 1945 dari mulai 1 sampai 4 itu jelas tergambar bahwa perwakilan tidak ada hal yang bisa membantah, dan pemilu tidak langsung ini juga bukan berarti demokrasi itu mati,” imbuhnya.

Namun, sambung warga Jalan Baru, Tanjungpandan, Belitung ini kedepan perlu dicermati bahwa melihat keputusan RUU Pilkada tersebut untuk dijadikan UU dan menganggap demokrasi mati terlebih dahulu mahasiswa Indonesia akan melakukan aksi besar-besaran. “Karena walau gimana mereka adalah garda terdepan didalam melaksanakan agenda reformasi ini yang salah satunya ya masalah demokrasi.

Tapi kenapa gerakan mahasiswa tidak dilakukan secara besar-besaran kemarin, karena banyak teman-teman gerakan, teman-teman mahasiswa juga melihat bahwa demokrasi sekarang bukan menghasilkan yang baik,” pungkas dia.(ANS)

Check Also

Pelabuhan penyengat tampak seperti pelangi, hal ini terlihat di sepanjang Atap Pelabuhan dibentang kain 3 warna yakni, kain warna Merah, Kuning dan Hijau.

Kedatangan Kapolri, Pelabuhan Penyengat Dihiasi Dengan Warna-Warni

Tanjungpinang, sidaknews.com– Dalam rangka penyambutan kedatangan Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian Kepulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>