Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Polres Karimun Tangkap Penambang Timah Ilegal, Sita 114 Karung Biji Timah

Polres Karimun Tangkap Penambang Timah Ilegal, Sita 114 Karung Biji Timah

Keterangan Foto: Kapolres karimun AKBP.Suwondo Nainggolan.
Keterangan Foto: Kapolres karimun AKBP.Suwondo Nainggolan.

Kapolres Karimun: Satu tahun Selidiki Aktivitas Tambang Di Karimun.

KARIMUN,Sidaknews.com – Perlu di apresiasi kapolres karimun AKBP.Suwondo Nainggolan atas keberhasilanya menangkap pelaku penyeludupan biji timah di bumi berazam ini ke malaysia,aktifitas penyeludupan timah di karimun bukanlah hal yang baru, namun aparat penegak hukum selama ini terkesan membiarkan aktifitas Ilegal tersebut.

“Tersangka MA (41) yang berperan selaku pengumpul bijih timah itu dari ZA (47), yang juga sudah tersangka dari penambang ilegal dari Kundur, bijih-bijih timah tersebut kemudian diantarkan ke rumah tersangka di Telaga Tujuh, Kolong, melalui pelabuhan Batu Kolong, Tanjungbalai Karimun.

Kemudian, tersangka MA mengolah bijih timah itu hingga meningkatkan mutunya agar bisa dijual ke Malaysia,” ungkap Suwondo Nainggolan dalam keterangan Pers di Mapolres Karimun Jum’at (13/02).

Penangkapan dilakukan anggota Satreskrim Polres Karimun ketika tersangka MA sedang memuat bijih timah tersebut ke atas pompongnya. Namun, sebelum bijih timah itu berhasil diselundupkan ke Malaysia, anggota Satreskrim terlebih dahulu mengamankan dan membawanya ke Mapolres Karimun untuk kepentingan penyelidikan.

Lebih jelas Suwondo mengatakan penyelupan biji timah ke Malaysia seberat 5,7 ton, di pelabuhan tikus, Puakang, Tanjungbalai Karimun, Biji timah yang akan diselundupan itu disimpan dalam 114 karung goni dan ditaksir bernilai Rp500 juta.

Bijih timah tersebut ditampung oleh MA, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dari Desa Gemuruh, Desa Teluk Salak, Desa Prayun dan Desa Bukit Senang, Tanjungbatu Kecamatan Kundur. Rencananya, bijih timah tersebut akan diselundupkan ke Malaysia.

Dikatakan, aktivitas penampungan bijih timah ilegal di sekitar kawasan Puakang, Tanjungbalai Karimun tersebut berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat Karimun. Begitu informasi tersebut dikembangkan, ternyata anggota Satreskrim menemukan aktivitas penampungan dan memuat bijih timah ke atas pompong.

“Saat ini, kami sudah menetapkan dua orang tersangka yakni MA selaku penampung dan ZA selaku pihak yang mengumpulkan bijih timah yang ditambang secara ilegal di wilayah Kundur. Keduanya belum ditahan, karena penahanan terhadap tersangka sesuai dengan kebutuhan,” tutur Suwondo lagi.

Tidak tanggung-tanggung, Polres Karimun telah melakukan penyelidikan terkait aktivitas tambang, khususnya tambang timah di Karimun kurang lebih setahun. Namun, pada 18 Januari 2015 kemarin, penyelidikan polisi membuahkan hasil dengan menangkap tangan MA yang tengah memuat 114 karung bijih timah ke atas pompong.

“Kami sudah melakukan penyelidikan kasus tambang di Karimun selama setahun. Namun, selama itu belum menemukan titik terang. Baru pada 18 Januari 2015 lalu, kami berhasil mengungkap adanya dugaan penyelundupan bijih timah ke Malaysia melalui pelabuhan tikus di Tanjungbalai Karimun,” jelas Suwondo.

Selain menahan tersangka dan 114 karung bijih timah, polisi juga menyita sejumlah barang bukti 1 unit mobil colt diesel, 1 unit pick up warna biru, 1 unit pompong kayu 8 GT, 5 karung timah gulung, 2 buah kuali besar, 2 unit timbangan, 2 karung berisi amang, 3 buah baskom, 1 pisau cutter, 2 buah sendok semen, 1 buah gunting, 1 ball kantung goni plastik warna putih dan 1 lembar STNK asli truk.

Perbuatan yang dilakukan tersangka telah melanggar Pasal 158 atau Pasal 161 Undang-Undang no 04 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba) yang bunyinya, barang siapa melakukan pengangkutan, pengolahan, penjualan hasil pertambangan tanpa memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Atau, setiap orang atau pemegang IUP operasi produksi atau IUPK operasi produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP dan IUPK dengan ancaman hukumannya adalah 10 tahun penjara,” Terangnya.(Udo)

Check Also

Pemkab Sergai Survey Harga Sembako di Pasar Tradisional

–Persediaan Sembako Selama Ramadhan di Sergai Aman Sergai, sidaknews.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1438 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *