Rabu , 29 Maret 2017
Home » Berita Foto » Potret kehidupan Usman di desa Kater Tengah

Potret kehidupan Usman di desa Kater Tengah

Potret kehidupan Usman di desa Kater Tengah kelurahan Tembeling tanjung kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.
Potret kehidupan Usman di desa Kater Tengah kelurahan Tembeling tanjung kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan. Dok.Sidaknews.com

Bintan.Sidaknews.com – Kehidupan terkadang menjadi kendala bagi kita semua, Namun nasib yang dialami oleh sepasang keluarga ini biar pun miskin masih mampu untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang tingkat kuliah, hal ini dialami oleh Usman Aji 44 tahun dan Hasnah istri 45 tahun Orang perantau dari daerah Buton Sulawesi Tenggara, sekarang tinggal menetap di Desa Kater tengah warga kater laut, kelurahan Tembeling tanjung kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.

Usman dikaruniai anak sebanyak 5 Orang diantaranya 4 orang lelaki dan 1 orang anak perempuan, yang menjadi beban bagi dirinya adalah anak perempuannya sedang menjalani kuliah di Universitas Muhammadiah (UNB) Buton Bau-bau sulawesi tenggara dengan jurusan Pendidikan sekarang di semester 6.

Padahal kehidupan Usman seharian adalah hanya mengurus kebun milik Raja Anwar dari penyengat Tanjungpinang, dan dia berdiam sudah kurang lebih 3 tahun di kebun, selain untuk membiayai Napkah keluarga, beliau harus bekerja sebagai buruh bangunan jika ada yang memanggilnya.

Dulunya Usman juga pernah bekerja sebagai tukang kebun di daerah batam dari tahun 2003 hingga tahun 2011, dan sempat pulang kampung ke Buton untuk mengadu nasib, namun kehidupan disana malah lebih parah lagi, akhir beliau menghubungi seorang kenalannya di Batam yang bernama Raja Basarudin Adek dari Raja Anwar yang tinggal di penyengat Tanjungpinang.

Dari hubungan pertemanan inilah Usman Aji bisa bekerja sebagai penjaga kebun, Namun, ketika dia mulai bekerja disana, hanya menempati gubuk derita, dan setelah bekerja selama 5 bulan, Usman mulai merenovasi gubuk tersebut, itu pun masih tidak layak untuk ditempati.

karena keadaan dan kondisi keuangan yang tidak mampu, mau tak mau harus tetap menempati Gubuk tersebut, dan sebulan setelah rumah gubuk tersebut siap, Usman Aji pun pulang kampung untuk membawa keluarganya, yaitu Istri dan anak 4 orang, Namun yang anak perempuan anak kedua dari Usman lebih memilih tinggal sama Neneknya di Boton, sebab masih duduk di bangku kelas III SMA.

Namun karena cita-cita anak perempuannya bernama Misnawati kuat untuk melanjutkan ke jenjang kuliah, akhirnya Usman juga pasrah dengan keadaan dan kondisi yang pas-pasan, “Usman” hanya bisa membantu anaknya yang kebutuhan kuliah hanya dengan biaya Rp200.000 hingga Rp300.000 per bulannya, itupun kita terkadang jika tidak ada uang di kantong, kita terkadang harus sama pinjam orang lain.

Butuh Perhatian Pemerintah

Melihat kondisi dari rumah yang ditempati oleh Usman Aji, sudah selayaknya mendapat perhatihan khusus dari pemerintah daerah kabupaten Bintan.

hal ini juga diungkap oleh Samsul ketua Rt Desa Kater laut kelurahan Tembeling Tanjung kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan, Diakuinya, memang rumah ini tidak layak untuk dihuni, sebab, rumah ini sebagaimana lazimnya masih tergolong kumuh, lihat saja dinding rumahnya masih terbuat dari bekas kayu sinsoan.

“Maunya” Pemerintah daerah melalui perangkat desa seharusnya menyusulkan kepada daerah kabupaten Bintan agar ada untuk perhatian khusus untuk memdapatkan bantuan, permasalah di daerah kita ini masih banyak keluarga yang tidak mampu yang butuh perhatian pemerintah.

“Diakuinya” bantuan itu ada juga dibantu oleh pemerintah tiap tahunnya, dan ada juga bantuan dari pihak pengusaha Bauksit memberikan dana beasiswa untuk anak-anak yang berperstasi, juga menbuat Plantar yang sipatnya masih darurat. “Ungkapnya”.(Red/Aman)

 

Check Also

Kader Kammi tanjungpinang sedang berlatih teknik persidangan.

Tingkatkan Militansi Kader, KAMMI Tanjungpinang Gelar Teknik Sidang Jilid II

Tanjungpinang, sidaknews.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Tanjungpinang kembali mengadakan kegiatan Teknik …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>