Home » Daerah » Aceh » PPN/Bapenas Bersama Perkumpulan BIMa Bahas Kemiskinan Multi-Dimensi

PPN/Bapenas Bersama Perkumpulan BIMa Bahas Kemiskinan Multi-Dimensi

BIMa gelar diskusi bersama Tim Bappenas yang di ikuti oleh peserta dari berbagai kalangan di Kantor BIMa di  Bireuen, Aceh (Foto, Tarmizi A. Gani)
BIMa gelar diskusi bersama Tim Bappenas yang di ikuti oleh peserta dari berbagai kalangan di Kantor BIMa di Bireuen, Aceh (Foto, Tarmizi A. Gani)

BIREUEN,ACEH,Sidaknews.com – Sehubungan dengan rencana PPN/Bapenas untuk melakukan kajian lapangan terkait permasaalahan kemiskinan multi-dimensi dan penyususnan strategi peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan Perkumpulan BIMa menggelar beberapa diskusi bersama Tim Bappenas, Rabu (22/10/2014) di sekretariat Perkumpulan BIMa jln, SKB, Cot Gapu, Kota Juang, Bireuen, demikian di sampaikan Sudarman Alkatiri Puteh Direktur eksekutif Perkumpualan BIMa.

Tim Bappenas yang di pimpin Koordinatornya Anna Winoto dengan sejumlah tujuh ( 7 ) anggota, memiliki beberapa kegiatan di Bireuen hari ini, antaranya diskusi dengan kepala Bappeda Bireuen, Kepala dinas kesehatan, kepala dinas pendidikan, kepala dinas PU, Kepla Dukcapil, kepala BPM dan dinas sosial.

Akadesi lokal, camat, Kepala Desa, rumah tangga miskin, dan pada petangnya bersama DPRK – Bireuen, demikian informasi yang di keluarkan perkumpulan BIMa.

Sudarman Alkati Puteh yang di temui usai membuka diskusi di kantor BIMa di Cot Gapu Bireuen mengatakan Dalam UU No. 17 tahun 2007 tentang rencana pembangunan jangka panjang nasional tahun 2005 – 2025 dinyatakan bahwa untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan berakeadilan maka penanggulangan kemiskinan merupakan hal utama yang harus di lakukan.

BIMa gelar diskusi bersama Tim Bappenas yang di ikuti oleh peserta dari berbagai kalangan di Kantor BIMa di  Bireuen, Aceh (Foto, Tarmizi A. Gani)
BIMa gelar diskusi bersama Tim Bappenas yang di ikuti oleh peserta dari berbagai kalangan di Kantor BIMa di Bireuen, Aceh (Foto, Tarmizi A. Gani)

Kemiskinan juga menyangkut kegagalan dalam pemenuhan hak dasar dan adanya perbedaan perlakuan seseorang atau kelompok masyarakat dalam menjalani kehidupan secara bermartabat, oleh karena itu kemiskinan erat kaitannya dengan ekses pada pelayanan dasar terutama untuk masyarakat miskin dan rentan, sebut Sudaraman dalam toornya yang di berikan pada media ini.

Saat ini, masih terjadi ketimpangan pelayanan dasar, terutama pada sektor pendidikan, administrasi penduduk, dan kesehatan. Data Susenas 2013 menunjukkan bahwa ketimpangan akses pendidikan terjadi pada anak usia 13 – 15 tahun dimana, hanya 81% anak pada kelompok miskin bersekolah di bandingkan 94.9% pada kelompok terkaya.

Ketimpangan makin melebar pada kelompok usia 16 – 18 tahun dimana tidak sampai separuh atau hanya 42.9% anak – anak termiskin bersekolah di bandingkan 75.3% anak – anak terkaya.

Sementara pada kuintil terbawah 46% anak tidak memiliki akte kelahiran yang akan berdampak pada sulitnya mengekses pendidikan dan jaminan sosial lainnya.

Selain itu ketimpangan juga di alami oleh penduduk miskin dalam mengekses pelayanan kesehatan, dan infrastruktur dasar, hanya 74% masyarakat miskin yang mengekses listrik , 78% yang dapat mengekses air bersih dan 46% ke sanitasi layak, dengan demikian masih sangat di butuhkan peningkatan pelayanan dasar oleh masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, dalam RPJMN 2014 – 2019 di sebut tiga strategi utama penanggulangan kemiskinan, yaitu mengembangkan sistim perlindungan sosial nasional, meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan dan mengembangkan kehidupan berkelanjutan, urai Sudarman dalam pernyataannya.

Untuk dapat merealisasikan berbagai ketimpangan di atas maka Direktorat penanggulangan kemiskinan di Bappenas akan melakukan penyusunan strategi dengan sisitim frontline, berdasar hasil beberapa informasi di daerah yang telah berhasil meningkatkan pelayanan dasar dengan baik, semua ini merupakan kerangka acuan kegiatan Direktorat penanggulangan kemiskinan Bappenas, sebut Sudarman Alkatiri puteh yang juga merupakan Team Leader Perkumpulan BIMa.

Tujuan kehadiran Tim BAPPENAS ke Bireuen adalah untuk mengkaji kondisi saat ini dan mengidentifikasi inovasi dan best practices yang telah di lakukan oleh beberapa daerah dalam upaya pemenuhan pelayanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan, mencakup, pemenuhan ketersediaan dan kualitas pelayan, peningkatan keterjangkauan pelayan, penguatan kelembagaan, potensi pengintegrasian, (Hasbi/Mukarram)

Check Also

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, panelis, kepolisian, serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh melakukan evaluasi debat kandidat terbuka kedua

Dievaluasi, Debat Kandidat Kedua Cagub Aceh

Banda Aceh, sidaknews.com – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>