Home » Berita Foto » Praktek Ilegal Mining Di Karimun

Praktek Ilegal Mining Di Karimun

Praktek Ilegal Mining Di Karimun
 Police Line : Tampak Terlihat Sejumlah Alat Berat PT. CITRA SINDO Dibuka Tanpa Keterangan Yang Jelas.

Karimun, Sidaknews.com – Diduga negara diugikan milyar rupiah akibat dugaan praktek ilegal mining yang dilakukan PT. citra sindo di Pulau Patah, sampai saat ini praktek penambangan jenis pasir urug ini untuk sementara dihentikan, sambil menungu proses hukum.

Pulau Patah adalah Pulau terpencil dari pulau-pulau yang berada dibawah Kecamatan Moro Kabupaten karimun Kepulauan Riau. Pulau yang hanya seluas 10 km tersebut, saat ini terdapat praktek penambangan yang diduga liar yang belum mempunyai izin baik izin amdal. Izin I.U.P (Izin Usaha Penambangan), izin UKS atau izin jeti, maupun izin kelayakan alat berat.

Menurut Keterangan Jumadi penduduk Pulau Patah dan sekaligus sebagai Master Loading perusahaan. Praktek penambangan yang dilakukan PT. Citra Sindo ini dimulai pada 8 April 2014 dan berlangsung hingga melakukan loading ke tongkang atau dengan kata lain sempat melakukan penjualan. Dengan tujuan Selat Panjang. Pihak Dispenda, Syahbandar tentu saja ikut kecolongan.

Melihat hal tersebut pihak Polsek moro tidak tinggal diam dengan melakukan tindakan penyegelan berupa Police line ke semua kendaraan oprasional. Baik dum truck cobellco dan kendaraan lainnya.

Ditambah lagi pihak perusahaan masuk kelokasi hukum Polsek Moro tanpa ada kordinasi ataupun izin dari pihak Polsek setempat. Aneh, penyegelan dilakukan hanya satu jam. Tanpa syarat yang jelas, segel atau police line dibuka.

H. Ja’al, tokoh masyarkat Moro saat di temui merasa sangat kecewa dengan penambangan yang dilakukan pihak perusahaan. Apalagi penambangan tidak menggunakan surat izin yang jelas.

Pasal 158 pada uu no.4 tahun 2009, yang menyatakan setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin usaha penambangan dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000 (sepuluh milyar). Pada pasal 160 juga disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan ekplorasi tanpa ijin usaha penambangan dipidana paling lama 1 tahun dan denda sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

Keberanian pihak PT. Citra Sindo melakukan kegiatan tersebut menjadi buah bibir masyarakat di moro, ditambah lagi dengan penyegelan dilakukan hanya satu jam saja. Dengan hanya menerima telepon sakti, penyegelan sudah dapat dibuka.

Pimpinan Perusahaan PT. Citra Sindo saudara inisial SL dan JM saat dihubungi melalui selurernya menjelaskan bahwa, pihaknya lagi mengurus surat menyurat atau segala jenis perizinan selesai.

Dan didalam hal penyegelan ia mengatakan bahwa pihak kepolisian hanya salah paham. Tentu saja hal ini membuat binggung setiap orang. Yang pertama aparat kepolisian bisa salah faham dan yang kedua, Surat izin belum selesai di buat, sendangkan penambangan sudah dilakukan.

Diminta kepada pihak Polres Karimun untuk segera menindak lanjuti dugaan praktek illegal mining tersebut sesuai UU dan proses hukum yang berlaku. (Heri)

Check Also

Pembangunan Gedung Auditorium masjid jamik pertama kali untuk fasilitas umum yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pangkalpinang

Gedung Auditorium Masjid jamik bisa tampung 3000 Orang

Pangkalpinang, sidaknews.com – Pembangunan Gedung Auditorium masjid jamik pertama kali untuk fasilitas umum yang menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>