Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Praperadilan Seorang Warga Kandas Di Pengadilan Negeri Tanjungpinang

Praperadilan Seorang Warga Kandas Di Pengadilan Negeri Tanjungpinang

Gedung Pengadilan Negeri Tanjungpinang
Ilustrasi. Gedung Pengadilan Negeri Tanjungpinang. 

Tanjungpinang,sidaknews.com – Gugatan Praperadilan yang diajukan oleh Merliana warga kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan Kepulauan Riau, terhadap jajaran Polres Bintan yang melakukan penangkapan dan penembakan suaminya, Junaidi Bin Sampek.

Kasus penembakan itu terjadi saat polisi hendak menangkap Junaidi, Gugatan Praperdilannya gugur alias kandas di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Hakim Tunggal Sarudi SH menggugurkan gugatan praperadilan tersebut.(25/6) lalu.

Pada putusannya, Saudi selaku majelis hakim tunggal yang menyidangkan perkara tersebut, menyatakan gugatan praperadilan Nomor 035.L/LF-SYL/TPI/VII/2014 terhadap Cq Polres Bintan oleh Merliana melalui kuasa hukumnya, Syahril SH, tersebut menyatakan telah melakukan pemeriksaan dipersidangan terhadap terdakwa Junaidi (korban penembakan-red)

Berdasarkan hal tersebut, sesuai ketentuan pasal 82 ayat (1) huruf (d) dinyatakan bahwa, dalam hal suatu perkara sudah dimulai diperiksa oleh Pengadilan Negeri. Sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai, maka permintaan tersebut gugur.

“Oleh karena permohonan pemohon dinyatakan gugur, maka pemeriksaan praperadilan harus dihentikan,”ucap Hakikm Sarudi saat membacakan putusannya dalam sidang, Selasa (22/7)

Sidang dihadiri oleh kuasa hukum pemohon praperedilan, yakni Syahril SH. Sedangkan pihak termohon dihadiri oleh kuasanya, yakni Kahardari SH, Elmanik, Jaya Putra Tarigan SH dan Subandri.

Dalam perkara gugatan praperadilan itu sebelumnya, Meriana menceritakan, kasus penangkapan suaminya karena dituduh mencuri terjadi pada Rabu (25/6) sekitar pukul 22.00 WIB. Malam itu, kata dia, ada tujuh pria yang datang ke rumahnya di Perumahan Puri Alamanda RT 05, RW 02 Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.

Malam itu, Meriana tidak mengetahui bahwa tujuh pria yang menjemput suaminya adalah anggota Polisi Sektor Bintan Timur. Ia baru tahu dua hari setelah hari itu, atau Jumat (27/6).

“Anehnya saat ditangkap, suami saya bukan dibawa ke Polsek, melainkan ke hutan di kawasan Wacopek, lalu ditembak. Tindakan anggota polisi itu salah prosedural. Suami saya tidak melawan saat ditangkap,” ujarnya.

Merliana menambahkan, suaminya juga mendapat perlakuan kasar dari aparat kepolisian. Ia menduga suaminya sengaja dianiaya. “Suami saya dipukul, matanya luka memar”, ucapnya.

Dimana pemohon gugatan menilai penangkapan yang dilakukan oleh anggota polisi terhadap suami pemohon tidak sah.Disamping itu, pemohon juga menilai, bahwa atas dasar beralasan hukum, maka pihak pemohon praperadilan (Meriana) meminta agar suami selaku korban pemohon untuk dilepaskan dari tahanan.(Sn)

Check Also

Presiden RI, Ir. Joko Widodo saat memberikan pidato dalam penutupan Silatnas di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, sabtu (25/3).

Presiden Tutup Silatnas di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru

Mandailing Natal, sidaknews.com – Usai melakukan peresmian pembangunan asrama haji Mandailing Natal (Madina). Presiden RI, Ir …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>