Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Presdir PT.Hermina Jaya Terancam 4 Tahun Penjara

Presdir PT.Hermina Jaya Terancam 4 Tahun Penjara

– Terkait Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Reklamasi Tambang Rp3,6 M.

Sidang lanjutan Dugaan kasus penipuan dan penggelapan dana reklamasi pasca tambang sebesar Rp3,6 miliar di Dabo Singkep tahun 2009 yang dilakukan Presiden Direktur (Presdir) PT Hermina Jaya, Helman
Sidang lanjutan Dugaan kasus penipuan dan penggelapan dana reklamasi pasca tambang sebesar Rp3,6 miliar di Dabo Singkep tahun 2009 yang dilakukan Presiden Direktur (Presdir) PT Hermina Jaya, Helman. 

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Terdakwa Dugaan kasus penipuan dan penggelapan dana reklamasi pasca tambang sebesar Rp3,6 miliar di Dabo Singkep tahun 2009 yang dilakukan Presiden Direktur (Presdir) PT Hermina Jaya, Helman (67), dengan rekan bisnisnya sebagai korban Chew Fatt, Direktur Trans Elite Mineral LTD.Helman terancam hukuman pidana penjara selama empat tahun.

Dipersidangan terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, yakni Rudi Bona Sagala SH dan Efan Apturedi SH dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (7/10). Jalannya sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, R Aji Suryo didampingi Efan Apturedi SH

JPU menilai perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pasal 372 KPHO jo pasal 378 KUHP tentang kasus penggelapan dan penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Menurt JPU, perbuatan terdakwa berawal sekira bulan Agustus tahun 2010 lalu, ketika terdakwa Helman meminta uang sebesar Rp3,6 miliar untuk dana reklamasi pasca tambang sebesar Rp3,6 miliar kepada korban Chew Fatt, Direktur Trans Elite Mineral LTD, selaku rekan bisnis terdakwa

Uang itu diserahkan oleh korban yang seharusnya uang itu disimpan di rekening Bank Riau Kepri (Bank Pemerintah-red), namun oleh terdakwa, Namun oleh terdakwa, uang itu disimpan dan dibungakan melalui rekenin pribadinya di Bank CNIB milik swasta.

Akibatnya, korban merasa dirugikan karena berdampak ditutupnya aktifitas pertambangan bauksit PT Hermina Jaya.

Uang itu disimpan sejak tahun 2009 hingga 2012 oleh terdakwa dengan total bunga uang yang diperoleh terdakwa Helman mencapai Rp500 juta lebih.

Perbutan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 372 KUHP tentang barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun

Selain itu, terdakwa juga diancam pasal 378 KUHP tentang barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Terhadap dakwaan JPU tersebut, terdakwa Helman melalui Penasehat Hukumnya (PH) Siswandi SH akan mengajukan pembelaan (eksepsi) pada sidang mendantang.

Usai sidang, terdakwa Helman melalui penasehat hukumnya juga berusaha mengajukan penangguhan penahanan kepada majelis hakim, dari Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang menjadi tahanan kota, dengan alasan tengah menderita sakit

Namun ajuan penangguhan tersebut, belum bisa dikabulkan oleh mejelis hakim, sebelum adanya kejelasan dari pihak tim medis rumah sakit daerah.

“Jika memang sakit, kami persilahkan terdakwa mengajukan surat permohonan berobat ke rumah sakit. Namun untuk penangguhan tahanan terdakwa, untuk saat ini belum bisa kami kabulkan, karena perlu pertimbangan lain sesuai ketentuan hukum berlaku,”ucap R Aji Suryo, Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut.(SN)

Check Also

Program USAID Prioritas Sumut Berakhir

Tebingtinggi, sidaknews.com – Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan terima kasih kepada USAID Prioritas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *