Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Pria Tamatan SMP ini Jadi Terdakwa Korupsi

Pria Tamatan SMP ini Jadi Terdakwa Korupsi

sidang zulkifli
Terdakwa Zulkifli saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang, Rabu (7/1). 

Tanjungpinang, sidaknews.com – Zulkifli bin Lukman yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan solar water pump di Desa Buluh Patah Kecamatan Moro Kabupaten Karimun menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang, Rabu (7/1).

Dalam sidang, terlihat terdakwa yang hanya tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) terlihat tidak didamping kuasa hukum. Karena menurut terdakwa, jika pengacaranya berhalangan hadir dalam persidangan.

Meski demikian, sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa tersebut tetap dilanjutkan. Terungkap, jika Zulkifli merupakan kontraktor pemenang proyek yang pagu dananya senilai Rp 1,85 miliar yang berasal dari APBD Karimun tahun 2013.

Proyek tersebut dikerjakan CV Fokus yang direkturnya terdakwa Zulkifli. Perusahaan tersebut berhasil memenangkan proyek saat proses tender dengan penawaran harga Rp 1,2 miliar.

Surat dakwaan tersebut dibacakan langsung Kepala Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Moro, Rachmad Santosa SH yang ditemani salah satu jaksa lainnya.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa dijerat sebagaimana dakwaan primer yankni melanggar yakni pasal 2 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang dirubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedangkan dakwaan subsider, terdakwa didakwa dengan pasal 3 jo pasal 18 UU Tipikor.

Adapaun modus yang dilakukan terdakwa, sesuai dalam dakwaan jaksa, yakni diduga melakukan manipulasi dan pengurangan volume pekerjaan pada beberapa item proyek hingga tidak sesuai dengan spesifikasi (spek) awal. Seperti pada bagian penyediaan pipa, penggalian tanah, tower, dan item lainnya.

Pencairan dana proyek dibayarkan 100 persen, namun kenyataan di lapangan proyek tersebut dikerjakan hanya sekitar 75 persen saja. Akibat proyek tersebut bermasalah, negara dirugikan sekitar Rp 147 juta sesuai dengan audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Perkiraan kerugian negara sekitar Rp 147 juta sesuai dengan audit dari BPKP,” terang jaksa.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Jarot Widiatmoko SH yang didampingi dua hakim anggota Fathan Riyadi SH dan Jhoni Gultom ini akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan tanggapan terdakwa terhadap dakwaan (eksepsi).

Sementara itu, Rachmad mengatakan, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangkan dalam kasus korupsi ini, pasalnya hingga saat ini kasus tersebut terus dikembangkan.

“Tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka, kita masih terus melakukan pengembangan kasus ini,” ujar Rachmad singkat kepada sejumlah wartawan usai menjalani proses persidangan.(Rindu Sianipar)

Check Also

Basrah Serahkan Bukti Baru, BPH Penuhi Panggilan Polres Kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Polres Kota Padangsidimpuan kembali menerima tambahan bukti-bukti yang menguatkan pemilik Nomor HP …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *