Home » Daerah » Aceh » Program Suplai Air Ke Paya Sikameh Peudada Tidak Di kerjakan, Ada Apa ?

Program Suplai Air Ke Paya Sikameh Peudada Tidak Di kerjakan, Ada Apa ?

Tarmizi A. Gani Ketua Pemuda Tani HKTI DPD Aceh
Tarmizi A. Gani Ketua Pemuda Tani HKTI DPD Aceh.(ft.istimewa)

BIREUE,ACEH,Sidaknews.com – Kegagalan demi kegagalan yang di rasakan petani di 26 desa (gampong) di kecamatan peudada, Bireuen di mana sawah mereka berstatus sawah tadah hujan, telah membuat perekonomian rakyat berada pada lebel menyulitkan, dalam bahasa aceh disebut ”meeuteeng paneeng”.

Sebagai salah seorang warga kelahiran kecamatan Peudada, Ketua Pemuda Tani HKTI Aceh Tarmizi A. Gani merasa perlakuan pemerintah yang tidak melaksanakan kerja Suplesi air ke paya Sikameeh, Peudada, adalah sebagai langkah tidak tepat dan menyengsarakan masyarakat petani yang sudah berturut – turut gagal panen di 26 desa (gampong) tersbut.

Setelah gagal panen padi tiga kali bertururt, di percai program kedelai yang sedang berjalan di sana juga gagal, karena sawah – sawah
mulai di genangi air hujan.

Sebagai mana di ketahui kadispengairan Bireuen belum lama ini telah menyampaikan di aula kantor camat Peudada bahwa pemerintah telah menganggarkan uang sebanyak 1, 5 Milyar untuk program suplesi Paya Sikameeh.

Untuk menulusuri hal ini, Pemuda Tani HKTI Aceh menghubungi salah seorang anggota DPRK Bireuen tadi pagi, yang kemudian menghubungi kami kembali dan mengatakan sedang tidak ada di tempat, mengatakan bahwa pekerjaan itu tidak jadi dikerjakan dan rencananya akan di anggarkan kembali pada 2015.

Sementara sekda Bireuen Zulkifli saat di hubungi katanya sedang ada acara di Pendopo, ketika di tanya tentang prihal suplesi Paya Sikameeh di Peudada, menjawab tidak tau kondisi terakhir bagai mana, dan mengarahkan kami menghubungi Kadis pengairan Bireuen, setelah telepon dengan Sekda Bireuen terputus kami SMS kembali untuk mendapat informasi yang lengkap dan hingga berita ini di kirim belum ada balasan.

Kadis Pengairan Bireuen yang kami hubungi seaat kemudian tidak  menjawab telponnya, dan kemudian kami teruskan dengan SMS, hingga
pernyataan ini kami tulis, belum ada konfirmasi dari pihak terkait.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Pemuda Tani HKTI Aceh mengajak  media dan lembaga – lembaga publik seperti GaSak di Bireuen, GerAk (Gerakan Anti Korupsi), Pemerintah Aceh, dan kementrian untuk bersama – sama mengadvokasi, mebantu menjawab tantangan kebutuhan masyarakat petani khususnya bidang pertanian disana yang tidak di nilai oleh sangat kurang terpeduli sejak Indonesia Merdeka.

Kepada Legisttif dan Eksekutif terutama di kabupaten Bireuen, di harap memberi penjelasan terbuka ke publik mengapa dan ada apa ini sehingga pekerjaan suplesi air ke waduk Paya Sikameeh Peudada urung di laksanakan sebagaimana yang sudah di anggarkan.(Hasbi)

Check Also

Nurdin Basirun Saat Ratas dengan petinggi PT. BRC.

Gubernur: Investasi Untuk Kepentingan Masyarakat Dan Memprioritaskan Tenaga Kerja Lokal Kepri

Tanjungpinang, sidaknews.com – H. Nurdin Basirun, Gubernur Kepri saat melakukan rapat terbatas (ratas) dengan para petinggi PT. Bintan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>