Home » Berita Foto » Proyek Fasilitas Roro Kundur Dipertanyakan

Proyek Fasilitas Roro Kundur Dipertanyakan

Proyek Fasilitas Roro Kundur Dipertanyakan
Proyek Fasilitas Roro Kundur Dipertanyakan

Kundur,sidaknews.com – Pengerjaan proyek Fasilitas pelabuhan roro dikecamatan Kundur Barat dipertanyakan berbagai pihak.Tak adanya identitas proyek yang menelan biaya miliaran rupiah tersebut, membuat berbagai kalangan bertanya-tanya. Misalnya saja, anggaran proyek berasal dari mana dan milik siapa tidak ada keterangan yang menjelaskan untuk publik.

Kita tidak melihat papan plang proyek ini dan kami juga tidak mengetahui proyek ini siapa pememilik serta pelaksananya, ujar masyarakat setempat belum lama ini, namun masyarakat tersebut enggan ditulis jati dirinya.

Pantauan media ini dilapangan, keberadaan proyek tersebut serta melihat hasil pekerjaan untuk pamasangan batu miring serta pengerjaan pasilitas yang lainya dibuat terkesan asal asalan.

Pada pamasangan batu miring dan juga pasilatas yang lain seperti bangunan perkantoran juga diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, sebab berdasarkan fakta, pemasangan batu miring terlihat hanya separuh dari tebing yang sepatutnya harus sesuai dengan tinggi tebing,agar dikemudian hari jangan terjadi keruntuhan pada tebing tersebut.

Saat ditanya kepada pekerja yang sempat dijumpai awak Sidaknews.com saat dimintai keterangan baru baru ini menjawab bahwa dirinya hanya menjalanka tugas sebagai pekerja.Lebih jauh awak Media ini melakukan pantauan terkait papan plang proyek tersebut namun awak media ini tidak menemukan adanya papan plang proyek dilokasi proyek.

Ditempat terpisah sekelompok masyarakat selat beliah yamg dimintai keterangan terkait adanya proyek roro yang telah menjadi pertanyaan berbagai kalangan dan juga berbagai pihak. Menurut sekelompok masyarakat tersebut sejatinya sampai saat ini belum terlihat bayang papan plang proyek yang dipasang oleh pihak kontraktor.

Masih menurut masyarakat selat beliah sepatutnya proyek yang nilainya milyaran rupiah tersebut harus menggunakan papan plang sesuai dengan undang undang tentang informasi keterbukaan informasi publik.

Ironisnya dikabupaten Karimun bukan hanya proyek ini saja yang tidak menggunakan papan plang proyek, namun hal yang sama terjadi dengan proyek proyek lain dikabupaten Karimun.

Tidak terpasangnya papan plang pada sejumlah Proyek di kabupaten Karimun sebenarnya sangat bertentangan dengan semangat keterbukaan dan transparansi yang dituangkan Pemerintah dalam Undang – undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Dengan tidak dipasangnya papan plang proyek, masyarakat tidak bisa turut mengontrol dalam pembangunan tersebut. Kondisi ini membuat sejumlah kalangan mulai mempertanyakan kinerja Dinas Perhubungan Provinsi Kepri.

Sekelompok masyarakat tersebut sangat menyesalkan sikap dari sejumlah kontraktor rekanan proyek diwilayahnya yang enggan memasang papan plang proyek yang sedang mereka kerjakan. Pasalnya, hal ini akan membuat masyarakat yang ingin mengetahui sumber dana, nilai kegiatan dan volume kegiatan yang sedang dikerjakan.

Kami sangat menyesalkan mengapa setiap pengerjaan proyek secara umum tidak memasang papan plang proyek terang masyarakat yang enggan jati dirinya kepada Sidaknews.

Pauzi konsultan proyek yang dihubungi melalui ponselnya enggan memberikan keterangan terkait tidak dipasangnya papan plang proyek tersebut. Sudah beberapa kali awak media ini coba untuk menghubungi Pauzi kembali namun sampai berita ini diterbitkan belum ada jawaban dari Pauzi selaku konsultan proyek.

Kendati demikian, seharusnya Dinas terkait di Provinsi Kepri diminta untuk memberikan teguran terhadap kontraktor maupun konsultan.

Seharusnya Dinas bersangkutan harus memberikan himbauan atau teguran keras kepada seluruh rekanan yang mengerjakan proyek tanpa memasang papan plang dari proyek yang sedang dikerjakan. Melalui papan plang proyek itulah, masyarakat akan dapat mengetahui seputar pekerjaan yang sedang dikerjakan.

Sebab apa yang tertera dalam papan plang proyek itu merupakan salah satu tujuan dalam memenuhi keterbukaan informasi public, sebagaimana yang termaktub dalam Undang – undang undang undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Tak jauh beda jawaban yang disampaikan Akim salah seorang yang disebut sebut sebagai pemilik proyek Roro tersebut, tepatnya dikampung Makom selat beliah, saat dihubungi Sidaknews baru baru ini.

Menurut Akim proyek tersebut yang sudah diserahkan dengan Pauzi selaku konsultan, jadi segala keluh kesah dari masyarakat dan segala pihak terkait seharunya mempertanyakan dengan Pauzi selaku orang yang memiliki wewenag untuk menjawab tegas Akim.(Ahmad/Davit)

Check Also

Pembangunan Gedung Auditorium masjid jamik pertama kali untuk fasilitas umum yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pangkalpinang

Gedung Auditorium Masjid jamik bisa tampung 3000 Orang

Pangkalpinang, sidaknews.com – Pembangunan Gedung Auditorium masjid jamik pertama kali untuk fasilitas umum yang menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>