Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Berita Foto » Proyek Hibah Pakai Dana Talangan

Proyek Hibah Pakai Dana Talangan

Proyek Hibah Pakai Dana Talangan, Proyek tersebut dikerjakan pada malam hari.Purwakarta,sidaknews.com – Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Purwakarta nyatakan hibah 2013 lebih dari 75 persen proyek pembangunan infrastruktur. Namun hampir separuh dana hibah dilakukan dengan cara talangan.

Kepala Bidang Anggaran DPKAD Purwakarta Nina Herlina mengatakan hibah APBD tidak boleh dilakukan dengan cara talangan. “Karena warga dan pihak kepala desa harus tahu ajuan dana pembangunan infrastruktur. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 39 tahun 2012 hasil revisi Permendagri nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD.

“Kadesnya harus tahu kalau kadesnya tidak tahu berarti. Kita terima proposalnya dulu, kalau proposalnya tidak diketahui kadesnya berarti tidak ada,” ujarnya Senin (30/9) di kantornya.

Sampai sejauh ini untuk ajuan proyek pembangunan dari dana hibah sudah ada yang turun anggarannya kepada masing-masing panitia yang mengajukan proporsal. Dasar dari ajuan proposal adalah dari permintaan warga dan juga melalui persetujuan dari kepala desa. Kalau tidak ada berarti itu tidak akan masuk dalam dana hibah yang dibantu melalui APBD.
“Ada yang sudah cairkan dan ada yang belum. dasarnya dari pengajuan desa disana, besarannya banyak macem dan peruntukannya,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan laporan warga ada dua proyek dari dana hibah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 yang ditalangi oleh pengusaha. Berdasarkan info di masyarakat, ada dua titik proyek jalan di Desa Cimahi Kecamatan Campaka yang dikerjakan melalui dana talangan pengusaha. Yaitu proyek jalan sepanjang 950 meter di Kampung Cikempung, dan 750 meter di Kampung Cijati desa Cimahi. Usup (52) warga Kampung Cikempung RT 12 RW 05 mengaku bahwa proyek jalan tersebut baru saja dikerjakan beberapa hari lalu. “Namun saat dicek secara fisik, proyek jalan coran tersebut sudah retak-retak. “Biasanya pekerja itu melakukannya malam hari,” ujarnya.

Sementara itu menurut salah seorang warga Kampung Cijati, Adim pengerjaan proyek dilakukan di dua kampung dari tanggal 14 September sampai Minggu 22 September kemarin. Ia mengaku tidak tahu darimana anggarannya, namun yang ia tahu proyek tersebut dikerjakan oleh pengusaha inisial SB.

“Panjang 750 meter di Kampung Cijati dan 950 di Kampung Cikempung mulai malam Sabtu 14 sampai malam Senin 22 september. Kalau anggaran saya tidak tahu,” tuturnya.

Proyek yang kabarnya dari dana hibah tersebut kabarnya merupakan proyek dana hibah. Namun saat pengerjaan tidak ada papan informasi kepada masyarakat mengenai besaran proyek tersebut. Warga setempat sendiri saat proyek berlangsung diminta untuk ikut mengerjakan, meski sudah ada pekerja yang berasal dari luar Campaka.

“Tidak ada plang. Saya ngawasin aja dari masyarakat. Itu pengecoranna, sekitar satu bulanan,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi koordinator proyek tersebut adalah Yayat dan Agus. Keduanyanya yang mengerjakan proyek jalan di Kampung Cijati kemudian Kampung Cikempung di desa Cimahi. Meski diduga masih menjadi proyek ‘siluman’ karena menggunakan dana talang, warga mengaku senang jalan di kampungnya sudah dibeton. Sebelumnya di kampung mereka masih jalan tanah dan sering berdebu.

“Pihak desa pun tidak tahu, mungkin hibah. Tadinya jalan perkebunan cuma sudah dikasihkan ke jalan desa,  Saya sebagai warga berterima kasih bersyukur karena dulu jalan tanah. Warga disini tidak tahu dari mana-dari mana,” jelasnya.

Di tempat terpisah Kepala Desa Cimahi Amir Saripudin saat ditanyakan soal proyek jalan tersebut ia mengaku tidak tahu persis. Ia hanya tahu kalau proyek tersebut adalah janji kampanye pada saat Pilkada kemarin. Namun untuk pengerjaan proyeknya oleh siapa-siapanya belum bisa diketahui. Setelah proyek selesai pun tidak ada infromasi ke desa, padahal dirinya sebagai kepala desa mestinya tahu ada pembangunan diwilayahnya.
“Sementara ini tidak ada kesini, itu waktu pilkada, bukan program desa.  Tidak ada sama sekali, pembangunan saya pernah lihat tapi tidak bilang dari mana. Cuma dengar program bupati,” papar Kades Amir.

Saat dimintai keterangan mengenai hal itu Nina pun membantah kalau dirinya tidak tahu. Karena itu urusan teknis di lapangan, sedangkan dirinya mengurusi data yang masuk berdasarkan ajuan kepada Pemkab Purwakarta.

“Kalau teknis di lapangan tidak tahu, karena kita tidak mengurusin itu. Kalau sesuai persyaratan kita cairin kalau di lapangan seperti apa kita tidak tahu,” jelasnya.
Berdasarkan data pada tahun ini Pemkab Purwakarta menganggarkan dana hibah sebesar Rp. 103 milyar pada APBD murni dan pada APBD-P ada penambahan sebesar Rp.36 milyar. Hampir 75 persen lebih untuk pembangunan fisik dan juga air bersih yang dikerjakan pada tahun ini.(banyu)

Check Also

MUI Tegaskan, Larang Warga “Asmara Subuh”

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Dalam menjalan ibadah puasa masyarakat di Kota Padangsidimpuan, khususnya kalangan remaja yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *