Home » Berita Foto » Proyek Jalan Poros Trans Sulawesi 10 Tahun Terbengkalai

Proyek Jalan Poros Trans Sulawesi 10 Tahun Terbengkalai

Proyek jalan poros trans Sulawesi di Desa Wewangriu, mendapat perhatian khusus dari Anggota Komisi IX DPR RI, Andi Fauzia Pujiwati Hatta.
Proyek jalan poros trans Sulawesi di Desa Wewangriu, mendapat perhatian khusus dari Anggota Komisi IX DPR RI, Andi Fauzia Pujiwati Hatta.

LUTIM,Sidaknews.com – Proyek jalan poros trans Sulawesi, di Desa Wewangriu, Luwu Timur (Lutim) telah 10 tahun terbengkalai. Saat ini, jalan tersebut rusak berat. Jalan poros menuju Sulawesi Tenggara ini mendapat perhatian khusus dari Anggota Komisi IX DPR RI, Andi Fauzia Pujiwati Hatta.

Andi Ichi, begitu biasa disapa Andi Fauziah, meninjau langsung proyek pengerjaan jalan yang berada di Wewangriu tersebut, Senin 22 Desember 2014.

Andi Ichi, mengaku siap memperjuangkan masalah ini. Karena dinilai jalan tersebut adalah provinsi, maka dirinya akan melakukan persuratan ke provinsi menyangkut pekerjaan jalan tersebut.

Menurutnya jalan tersebut adalah jalan provinsi, sehingga bukan tanggungjawab pemkab atau pusat.

“Kami akan menyurat ke provinsi, untuk menemukan solusi tercepat, agar kiranya bisa terselesaikan secepatnya. Kami juga tidak bisa memakai anggaran APBN atau APBD Kabupaten, karena masalahnya ini adalah jalan provinsi atau jalan poros Sulawesi,” ujar Andi Ichi.

Kepala Desa (Kades) Wewangriu, yang turut dalam peninjauan tersebut, mengatakan, pekerjaan jalan tersebut sudah 10 tahun lamanya belum terselesaikan.

“Kami juga terasa tidak nyaman karena pembangunan jalan ini belum terselesaikan hingga sekarang, pada hal jalan itu adalah jalan menuju kantor saya. Akibat jalan itu dibiarkan banyak kecelakaan yang sering terjadi pada waktu malam dan waktu hujan datang,” ujarnya.

Andi Yayat Pangeran, yang ikut serta dalam peninjauan tersebut menambahkan, begitu banyak proyek yang terbengkalai bukan hanya proyek jalan ini saja.

Faktor permasalahan tersebut diakibatkan oleh perencanaan yang kurang baiak, dan kesalahaan ini bisa dilihat dengan kasat mata.
“Kelemahan dari permasalahan ini adalah perencanaan yang tidak berbasis data,” ujarnya.(amir)

Check Also

Kepala Kantor Imigrasi kelas II Tanjunguban Suhendra, melalui Kasi Informasi dan Sarana Komunikasi, Oddy Permana, saat menunjukkan dukumen  pekerja asing.

Imigrasi Tangkap 41 Pekerja Asing di Club Med Lagoi

Tanjungpinang, sidaknews.com -Sebanyak 41 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Club Med di Kawasan Wisata Lagoi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>