Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Proyek Rehab Ruang Kelas SD 091333 Raya Usang Siluman

Proyek Rehab Ruang Kelas SD 091333 Raya Usang Siluman

Keterangan Gambar : Kondisi proyek tanpa Plang SDN 091333 Raya Usang.
Keterangan Gambar:
Kondisi proyek tanpa Plang SDN 091333 Raya Usang.

Simalungun,Sidaknews.com – Pelaksanaan proyek rehab ruang kelas di kec Raya banyak ditemukan “PROYEK SILUMAN”Seperti di SD 091333 Raya Usang kec Raya kab Simalungun, yang sampai saat ini mulai pelaksanaan rehab itu baru mencapai 75 persen bangunan rehab pihak sekolah tidak memasang plank proyek sehingga sumber dananya tidak diketahui berasal dari mana.

Menurut salah satu warga Raya bermarga Sitopu menuding kalau proyek rehab ruang kelas yang dikerjakan sekolah ini merupakan proyek Siluman. Saya mengatakan proyek ini Siluman karena mulai dikerjakan pihak sekolah tidak transaparan dengan tidak ditemukan plank proyek dilokasi sekolah.Selain tidak transparan proyek rehab ruang kelas di SD 091333 ini juga diborongkan.

Padahal publik tahu kalau proyek rehabilitasi ruang kelas Dak 2014 harus dikelola oleh Kepala Sekolah dan tidak dapat diborongkan ujar Sitopu yang ditemui Orbit 14/12 sekira pukul 11.00 wib.

Sepengetahuan saya proyek rehabilitasi Dak 2014 SD 091333 dikerjakan tukang dari luar kecamatan Raya. Tukang yang mengerjakan rehab ini semuanya berasal dari warga serapuh kec Gunung Malela, dan tidak ada satu orang tukang warga setempat yang mengerjakannya.

Jadi menurut saya bangunan ini tidak melibatkan komite sekolah selaku perwakilan orang tua siswa ujar Sitopu yang mengaku tinggal di kecamatan Raya. Saya juga meminta kepada aparat penegak hukum agar proyek Siluman ini diusut karena ada dugaan korupsi.

Kepala Sekolah SD 091333 Raya Usang Sarlina br Saragih SPd yang dihubungi melalui ponselnya mengatakan kalau proyek rehab ruang kelas yang sedang dikerjakan di sekolahnya sama sekali tidak terlibat. Saya hanya diberi tahu pihak Dinas Pendidikan (DISDIK) Simalungun selaku penanggung jawab Dak 2014 bahwa sekolah saya akan direhab ruangan kelasnya.

Mengenai dari mana sumber dananya saya sama sekali tidak tahu menahu karena dananya tidak masuk ke rekening saya kata Sarlina.Disinggung soal pembelian matrial kepala sekolah Sarlina br Saragih SPd mengaku tidak tahu, karena dia sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam hal belanja matrial maupun pelaksanannya. Bukan itu saja saya juga tidak tahu siapa yang menyuruh tukang yang mengerjakan rehab ini,karena saya sama sekali tidak mengenal mereka.

Sarlina mengaku kalau proyek rehab ruang kelas Dak 2014 di kecamatan Raya ini,bukan sekolahnya saja yang mengalami seperti ini.Masih banyak sekolah SD di kecamatan Raya ini yang sekolahnya direhab tanpa melibatkan kepala sekolah, bahkan sama sekali tidak diketahui kepala sekolah.

Jadi mengenai proyek rehab 2014 di sekolah saya silahkan bapak tanya saja ke Disdik Simalungun, karena mereka yang tahu ungkap kepala sekolah SD 091333 Sarlina br saragih SPd yang tidak mau ketemu sama wartawan.Ditanya siapa yang mempertanggungjawabkan proyek rehab ruang kelas di sekolahnya Sarlina mengatakan jelas Pemerintah yang dalam hal ini Bupati Simalungun.

Sementara itu Parno salah satu tukang yang mengerjakan proyek rehab yang ditemui dilokasi mengatakan kalau dia bekerja karena diajak rekannya Supardi yang diketahui pemborong bangunan rehab ini. Parno bekerja bukan atas perintah kepala sekolah, tetapi Supardi yang mengajak dia bersama 3 orang rekannya yang mengerjakan rehab ini.

Kami semua satu kampung sama sama warga Serapuh kec Gunung Malela.Parno mengaku kalau dia bersama rekan rekannya tidak mengenal sama kepala sekolah,bahkan kepala sekolah tidak pernah memerintahkan kami.

Amatan dilokasi tukang sedang mengerjakan pemasangan keramik,dan mencet bangunan.Asbes yang baru diganti tampak sudah retak dan ada tujuh asbes yang tidak diganti.Tinggi bangunan juga tidak sesuai dengan bestek dan masih mengikuti bangunan lama. Padahal bangunan itu menurut RAB harus ditambah tingginya.Sementara itu besi yang digunakan diduga dimanipulasi pemborong.(Hasudungan/SyamP)

Check Also

Kasus Narkoba Toko “Taya Ban”, Dua Terdakwa Divonis Seumur Hidup

Tanjungpinang, sidaknews.com -Idriszal Efendi (26) dan Edo Renaldi (24), dua terdakwa dalam kasus penggerebekan narkoba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *