Home » Daerah » Aceh » Proyek “Rumah Duafa” di Kabupaten Simeulue Amburadul

Proyek “Rumah Duafa” di Kabupaten Simeulue Amburadul

Keterangan Foto: Salah satu Rumah yang atapnya terbang.
Keterangan Foto: Salah satu Rumah yang atapnya terbang.

Simeulue,sidaknews.com – Hasil pekerjaan sebuah rumah yang termasuk dalam pembangunan proyek “Rumah Duafa” yang berada di Kecamatan Alafan Desa Langi, Kabupaten Simeulue terlihat amburadul.

Pantauan beberapa waktu lalu, saat media ini berkunjung ke lokasi proyek, terlihat atap rumah yang belum difungsikan ini tidak ada. Diduga, atap terbang tertiup angin.

“Rumah ini atapnya, kok sudah tak ada,” ujar salah seorang awak media yang juga ikut serta ke lokasi.

Proyek yang diperuntukkan untuk kepentingan rakyat miskin ini diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi (spek). Bahkan, rumah bantuan pemerintah yang atapnya dibawa angin tersebut rusak karena diduga pada coran slop atas tidak dipasang besi stik pengikat sehingga tidak ada pengaman.

Selain itu, dugaan ketidakberesan pengerjaan proyek ini juga karena bangunan disinyalir menggunakan pasir laut yang dinilai tidak terjamin keutuhan dan mutunya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak yang mengerjakan maupun stakeholder yang menangani proyek ini belum berhasil dihubungi media ini.

Keterangan Foto: Pengecoran asal jadi.
Keterangan Foto: Pengecoran asal jadi.

Selain meninjau proyek tersebut, sidaknews bersama awak media lainnya sempat mengunjungi beberapa kecamatan yang terdapat banyak pembangunan baik fisik maupun proyek lainnya.

Dalam perjalanan berbagai macam proyek pembangunan disinggahi, mulai dari proyek pembangunan rumah hingga pembangunan irigasi. Menurut warga setempat, pembangunan di Kabupaten Simeulue ini dinilai masih terlalu lamban.

“Mungkin transportasi yang menjadi salah satu kendalanya. Kita memaklumi lokasi wilayah Simeulu. Kita harus menyebrang laut yang membutuhkan waktu delapan jam dalam lautan untuk ke sini,” kata warga setempat.

Dikatakan, masyarkata Kabupaten Simeulue memiliki mata pencaharian yang sangat beragam mulai dari nelayan (pelaut), petani rotan dan petani cengkeh.

“Cengkeh salah satu kebanggan warga disini. Akan tetapi, dalam kurun waktu enam bulan terakhir, hasil cengkeh menurun, mungkin jua karena usia cengkeh yang sudah mulai tua,” ujar warga yang berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk warga di sana. (Hasbi/Azmi)

Editor: Rindu Sianipar

Check Also

Nurdin Basirun Saat Ratas dengan petinggi PT. BRC.

Gubernur: Investasi Untuk Kepentingan Masyarakat Dan Memprioritaskan Tenaga Kerja Lokal Kepri

Tanjungpinang, sidaknews.com – H. Nurdin Basirun, Gubernur Kepri saat melakukan rapat terbatas (ratas) dengan para petinggi PT. Bintan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>