Selasa , 30 Mei 2017
Home » Kepri » Anambas » PT.Alam Beringin Mas Tidak Memiliki Izin Pembangunan Jeti

PT.Alam Beringin Mas Tidak Memiliki Izin Pembangunan Jeti

-Terkait Dengan Penimbunan Stadiun Tanjung Momong Anambas.

Inilah laut di Tarempa, biasanya air laut berwarna Biru sekarang berubah menjadi kuning
Inilah kondisi Air  laut di Tarempa, biasanya air laut berwarna Biru sekarang berubah menjadi kuning, Salah satu dampak yang ditimbulkan akibat penimbunan Stadiun Tanjung Momong yang dikerjakan oleh pihak PT.Alam Beringin Mas.

Anambas,Sidaknews.com – Penimbunan Stadiun Tanjung Momong di Kabupaten Kepulauan Anambas yang dikerjakan oleh PT.Alam Beringin Mas hanya dengan mengkantongi Izin dokumen UKL-UPL 160 yang di tandatangani oleh Bupati Kabupaten Anambas tertanggal 11 April 2014. Sementara untuk Pembangunan Jeti tidak ada dari pihak manapun termasuk pihak Syahbandar.

Proyek Pembangunan Stadion Olahraga ini dengan sistim Multiyears menelan anggaran Rp 37.162.532.000,-.sumber dana dari APBD Kabupaten Anambas Tahun 2014-2015.

Sebagaimana kita ketahui, saat ini telah ditetapkan dan diundangkan Peraturan Pemerintah nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan (PP 27/2012). Kemudian sebagai upaya pelaksanaan ketentuan dari peraturan tersebut, kemudian ditetapkan beberapa Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup, antara lain:

-Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.

-Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor. 17 Tahun 2012 tentang Pedoman Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Analisis Dampak Lingkungan Hidup dan Izin Lingkungan.

kondisi air laut sebelum ada penimbunan Stadiun Tanjung Momong Tarempa.
kondisi air laut sebelum ada penimbunan Stadiun Tanjung Momong Tarempa.

Dampak yang ditimbul oleh adanya pembangunan Jeti di sekitar lahan warga secara otomatis berdampak pada lingkungan, dimana Terumbu karang yang ada di sekitarnya terimbas dengan lumpur kotor, dan bibit-bibit ikan Gurapu pada punah dan tidak ada lagi.

Hal ini sampaikan oleh Karomoi (45) salah seorang warga Tarempa kepada media ini, menurutnya, dimana ikan Gurapu yang ada di sekitar Trumbu karang adalah bantuan dari ConocoPhillips Indonesia yang ada di Anambas.

Dampak ini sangat berpengaruh terhadap warga khususnya kami yang tinggal disekitar ini, padahal yang kami harapkan usaha restoran ini adalah ikan-ikan Gurapu bagi para pegunjung atau tamu-tamu, sejak ada Jeti dan penimbunan ini kami pun merasa khawtir terhadap terumbu karang dan ikan Gurapu kedepan bakal habis dan hancur.

Sementara dalam RAB Penimbunan Stadiun Tanjung Momong tidak ada pembuatan untuk Jeti,kuat dugaan perencana dan konsultan pelaksana kurang memahami hal ini, begitu juga dengan ada pembuatan Jeti tepatnya pada arus deras dan kencang, seharusnya Jeti tersebut dibuat pada tempat lain.Ungkapnya.

Warga desa Tarempa sangat menyayangkan dengan adanya pembuatan pelabuhan Jeti oleh pihak PT.Alam Beringin Mas untuk peruntukan dalam kepentingan bongkar material pada proyek penimbunan stadiun.(6/1).

Apalagi dengan luas luas lahan yang akan ditimbun sebesar 88.000 meter persegi, berapa lama warga menderita akibat dampak lingkungan akibat ulah dari pihak kontraktor.Padahal kita tau selama ini, penghasilan warga tarempa adalah ketergantungan pada nelayan.

Beberapa Warga Tarempa menyampaikan, sangat disayangkan jika Dinas terkait tidak mengindahkan dampak yang ditimbulkan dengan adanya kegiatan tersebut.

Salah satu warga tarempa AM juga menyampaikan, saya berharap kepada teman media agar bisa menelususri kasus tersebut ke dinas terkait maupun kepada Pejabat Vertikal yang ada di tarempa. ungkpanya.

Menurut pihak syahbandar Tarempa Darlis selaku Kepala Syah Bandar menegaskan hingga saat ini kita belum ada mengeluarkan ijin. Juga Darlis sempat binggung, sementara ijin seperti apa yang perlu kita keluarkan.

Sementara pada pengakuan Darlis dengan polos mengatakan, memang benar pihak Perusahaan pernah datang ke Cabang syahbandar Tarempa dalam pemberitahuan untuk bongkar pasir dan lain-lain, Namun disampaikan secara lisan saja, dalam hal ini saya anggap itu sekedar basa basi.

“Sesudah itu tak pernah datang untuk koordinasi kepada kita lagi,” Dalam juga saya nilai kita ini sudah tidak dianggap punya wewenang terhadap masalah ini dari pihak pengusaha, demikian hal ini disampaikan Darlis saat dikopermasi di ruangan kerjanya pada Selasa kemarin (6/1)

Berbeda dengan apa yang disampaikan oleh pihak dinas pariwisata, saat di kopermasi media ini PPTK, Arpandi diruang kerja mengatakan, tidak tahu menahu tentang pembuatan jeti,apa yang telah diberitakan oleh media ini juga kita dari pihak pertama pihak kontraktor tersebut tidak pernah melibatkan kita, bahkan sejak mulainya proyek tersebut mereka tidak pernah kompermasi kepada pihak kita.Ungkapnya.

Ditambahkannya lagi, Saya selaku PPTK pada proyek pekerjaan Stadion Olahraga segera mungkin menindaklanjuti hal tersebut, juga akan saya koordinasikan dengan pimpinn saya juga kita akan memanggil pihak PT. Alam Beringin Mas, sebelum ada dampak besar buat masyrakat nelayan maupun dampak pada objek wisata, padahal jelas disitu ada Konservasi terumbu karang katanya.(Rohadi)

 

Check Also

Berantas Pekat, Polrestabes Medan Musnahkan Ribuan Botol Miras

Medan, sidaknews.com – Dalam memberantas pekat atau penyakit masyarakat pihak kepolisian Polrestabes Medan memusnahkan kurang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *