Home » Berita Foto » PT Allbest Dituding Ancam PHK Tiga Karyawan

PT Allbest Dituding Ancam PHK Tiga Karyawan

Keterangan Foto: Dua karyawan PT Allbest diancam di PHK
Keterangan Foto: Dua karyawan PT Allbest diancam di PHK, dari kiri Masrin dan kanan Guntur.

-Dipicu persoalan sepele.

Bintan,sidaknews.com – PT Allbest yang bergerak di bidang perkapalan (shipyard) di bawah naungan PT Bintan Offshore yang berada di Kijang Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan Provinsi Kepri dituding mengancam memberhentikan (PHK) secara sepihak tiga orang karyawannya.

Terkait ancaman perusahaan tersebut, ketiga karyawan masing-masing bernama Nimrot Manullang, Guntur, dan Masri tidak menerima, pasalnya timbulnya ancaman pemecatan karena dipicu masalah sepele saja. Hal ini disampaikan oleh dua orang karyawan PT Allbest kepada media www.sidaknews.com, Kamis (26/3).

Menurut pengakuan karyawan ini, awalnya mereka bertiga membeli beberapa baju bekas dari seorang karyawan Bintan Offshore (BO) dengan harga Rp50.000.

“Namun setelah pakai baju tersebut, salah satu dari kami ditangkap oleh petugas keamanan (securiti). Dan masalahnya juga terimbas pada kami, akhirnya diproses oleh pihak Bintan Offshore (BO) dan selanjutnya kami bertiga disuruh menandatangani surat PHK,” ujar mereka.

“Dalam hal ini kami tidak mau untuk menandatangani, alasan kami masalahnya hanya sepele, kami bukan melakukan suatu tindakan lain, baik itu pencurian, maka sampai saat ini kami tidak mau untuk menandatangani surat PHK tersebut,” tambah Guntur.

Selain Guntur, Masrin juga menyampaikan hal yang sama. Bahkan, menurutnya, saat ini kartu identitas (ID-card) mereka ditahan petugas keamanan perusahaan.

“ID-card kami ditahan juga, jika Idcard sudah ditahan oleh sekuriti atau pihak perusahaan, tentunya status kami bukanlah karyawan, sementara jika kami di PHK secara sepihak, tentunya kami tidak bisa melamar pekerjaan di beberapa Subkon dari Bintan Offshore selama 6 bulan”. ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Syafaruddin, salah seorang staf Human Resource Development (HRD) PT Allbest membantah tudingan ketiga karyawan yang mengaku mendapat ancaman pemecatan secara sepihak.

“Tidak ada (ancaman pemecatan-red), salah satu karyawan yang bernama Masrin masih bekerja seperti biasa,” ujar Syafaruddin membantah ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Sementara itu, terkait dengan status Guntur, Syafaruddin mengatakan, jika Guntur dilimpahkan kepada perusahaan subkonnya PT Global.

Saat dihubungi media ini kembali Masrin mengatakan, jika dirinya memang masih bekerja, akan tetapi telah dipindahkan ke bagian yang lain. “Saya memang masih ada disana. Namun, saya hanya di ruangan office, seharusnya saya bekerja di bagian lapangan sesuai dengan jabatan atau posisi kerja saya,” katanya.

Ditambahkan Masrin lagi, jika hal ini tidak ditanggapi oleh perusahaan, mereka mengancam akan melaporkan permasalahan ini ke pihak Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bintan.

“Kami akan melaporkan masalah ini ke pihak Disnaker Bintan. Dan hal ini juga sebelumnya sudah kami sampaikan kepada LSM ICTI-Ngo Bintan untuk mendapatkan solusi,” katanya.

Sementara itu, Kuncus Ketum LSM ICTI-Ngo Kepri mengharapkan agar pihak perusahaan segera dapat menyelesaikan permasalahan yang menyangkut karyawan ini. Meski demikian, ia melimpahkan sepenuhnya pada LSM ICTI-Ngo Bintan.

“Masalah ini kita kembalikan kepada Koorwil Bintan untuk dapat menjembatani dengan pihak perusahaan. Kita hanya meminta agar persoalan ini cepat tuntas,” tegasnya.(RD)

Check Also

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menaiki becak motor menuju gedung

Sah! Kapolri Dianugerahkan Gelar Datok Perdana Satria Wangsa

Tanjungpinang, sidaknews.com –  Kapolri Jenderal Tito Karnavian resmi dianugerahi gelar kehormatan Datok Perdana Satria Wangsa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>