Home » Berita Foto » PT Indorama Synthetics dipertanyakan masyarakat Tiga Desa

PT Indorama Synthetics dipertanyakan masyarakat Tiga Desa

Pertemuan yang dihadiri oleh Unsur Muspika Jatiluhur dan BLH Purwakarta dan seluruh perwakilan Pihak perusahaan yang diduga membuang Limbah
Pertemuan dihadiri oleh Unsur Muspika Jatiluhur dan BLH Purwakarta dan seluruh perwakilan Pihak perusahaan yang diduga membuang Limbah

Purwakarta,Sidaknews.com – Buntut dari adanya dugaan pembuangan Limbah yang menimbulkan dampak bau yang berakibat mual-mual dikalangan masyarakat dengan menghirup bau limbah yang diduga dikeluarkan oleh PT IRS Sabtu (1/2) yang berimbas ke tiga Desa Cibinong, Kembang Kuning dan Bunder.

Dari sejumlah info yang berhasil dihimpun dari masyarakat bahwa keadaan ini sudah dirasakan sekitar tahun 1999 apabila terjadi hujan diduga kran limbah dibuka, entah disengaja maupun tidak namun menurut pengakuan dari warga hal itu kerap terjadi dan imbasnya di kali Cikembang.

Sementara dampaknya sendiri ke warga yang semula bisa menggunakan kali Cikembang tidak bisa dimanfaatkan karena telah tercampur dengan limbah yang diduga dari PT IRS, dan sampai hari ini  Kompensasi pun masih kurang dirasakan oleh masyarakat.

“Seharusnya PT IRS itu melihat keadaan warga jangan seenaknya saja menheluarkan limbah yang tidak jelas apakah berbahaya atau tidak, namun baunya bisa membuat masyarakat yang menghirupnya mual-mual, BLH pun dianggap tidak bisa memberikan sanksi yang jelas walaupun pernah mengambil sample air dan hasilnya sampai hari ini tidak jelas” terang sejumlah warga tiga Desa yang menghadiri pertemuan dengan pihak perusahaan CAGM, Ratutex dan PT IRS  di aula Kecamatan Jatiluhur Selasa (3/2).

Pertemuan yang dihadiri oleh Unsur Muspika Jatiluhur dan BLH Purwakarta dan seluruh perwakilan Pihak perusahaan yang diduga membuang Limbah pada sabtu sekitar pukul 18.00 hingga pukul 23.00 masih terasa baunya dikalangan masyarakat, namun dari pengakuan dua perusahaan lainnya seperti Ratutex dan CAGM tidak melakukan Produksi pada saat itu sehingga besar dugaan bahwa PT IRS lah yang membuang limbah tersebut.

“Pada waktu itu Pak Dwi yang mewakili PT IRS mengakui bahwa memang ada jenis bau seperti itu dari PT IRS, berarti kan jelas dan PT IRS tidak akan bisa membantah lagi, dan kami ingin penjelasan yang bisa diterima dan kami ingin dalam proses amdal yang dibahas di LH hari ini agar ditahan terlebih dahulu, sampai hal ini selesai dan jelas terhadap masyarakat. “ujar beberapa perwakilan masyarakat.

Sementara itu Perwakilan PT IRS H.Ali Aman Saragih menerangkan ” Sampel telah diambil, namun belum ada titik terang terkait apakah ini limbah siapa, yang kami tahu bahan seperrti  Dowtherm merupakan  media yang dipanaskan dikirm ke produksi, dowtherm mahal dan bila dibuang sengaja itu tidak mungkin dibuang begitu saja.

Memang dalam bentuk uap ditampung berbentuk limbah, Ada bau yang tidak berbahaya namun karena tidak terbiasa maka akan berakibat tidak enak yang dirasakan oleh masyarakat. “paparnya.

Sementara itu penjelasan dari BLH sendiri mengakui pernah mendapat aduan dari masyarakat terkait adanya air yang dianggap limbah berbahaya dan mengambil sample untuk dicek di laboratorium namun tidak bisa memberikan hasil yang pasti karena Lab BLH sendiri belum terakreditasi, disambut sorakan dari masyarakat yang menganggap BLH mengada-ada.

Pihak PT IRS mengajukan agar masyarakat membuat Forum Komunikasi Pengendalian Lingkungan namun hal ini ditolak oleh masyarakat karena dianggap percuma karena PT IRS akan terus berulah dengan mengeluarkan limbahnya
Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang jelas dari beberapa pihak baik pihak perusahaan maupun pihak masyarakat.(Adi Kurniawan Tarigan ).

Check Also

Pembangunan Gedung Auditorium masjid jamik pertama kali untuk fasilitas umum yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pangkalpinang

Gedung Auditorium Masjid jamik bisa tampung 3000 Orang

Pangkalpinang, sidaknews.com – Pembangunan Gedung Auditorium masjid jamik pertama kali untuk fasilitas umum yang menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>