Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » PT. Lobindo Nusa Persada Diduga Lakukan Pencurian Barang Bukti

PT. Lobindo Nusa Persada Diduga Lakukan Pencurian Barang Bukti

Jendaita Pinem
Jendaita Pinem

TG.PINANG, Sidak News.com: PT. Lobindo Nusa Persada salah satu perusahaan penambangan biji bouksit terbesar di Provinsi Kepulauan Riau khususnya di Pulau Bintan, diduga telah melakukan pencurian terhadap biji bouksit yang menjadi Barang Bukti (BB) atas perkara CV. Tri Karya Abadi (TKA) Jeneita Pinem CS, melawan PT. Kemayan Bintan milik Suban Hartono pengusaha asal Batam.

Awal terjadinya perkara adalah perkara Perdata atas kasus tuduhan penyerobotan lahan yang dilakukan oleh CV. TKA di lokasi penambangan biji  bouksit di Sungai Sudip Kelurahan Dompak Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang, pada tahun 2009, yang diklim oleh PT. Kemayan Bintan merupakan lahan miliknya berdasarkan foto coppy Surat Hak Guna Bangunan (HGB). Kini kasus tersebut beralih menjadi kasus Illegal Mining, diduga  CV. TKA tidak memiliki izin tambang, segala biji bouksit hasil dari CV. TKA yang berada dilokasi tambang dijadikan Barang Bukti (BB)

Sampai saat ini proses hukum antara CV TKA dengan PT. Kemayan Bintan belum usai, CV TKA mengajukan Peninjau Kembali (PK) atas keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA-RI) no. 112 K/Pid.Sus/2011 dan kasus perdatanya belum tahu ujung pangkalnya, karena kasasi dari PT. Kemayang Bintan di tolak MA-RI

Ditengah-tengah penantian status hukum tersebut, ternyata ada pihak lain yang mengangkut biji bouksit dari lokasi CV. TKA di Sungai Sudip Dompak, padahal biji bouksit sebanyak 55 ribu metric ton tersebut merupakan barang bukti  dalam dua perkara antara CV TKA melawan PT. Kemayan Bintan,  yakni perkara perdata dan perkara pidana.

Ironisnya,  ditempat bekas CV. TKA melakukan penambangan biji bouksit, kini terdapat alat berat berupa satu unit loder dan beberapa lori roda enam, lori – lori tersebut  keluar masuk mengangkut biji bouksit yang sudah siap ekspor tersebut, melintas jalan umum dan jembatan tiga dompak  menuju pelabuhan Tanjung Mocco, hasil temuan Sidak Indonesia  dilapangan bahwa pengangkutan biji bouksit tersebut diduga dilakukan oleh PT Lobindo Nusa Persada.

Ketika hal itu ditanyakan Sidak News.com 30/06 kepada pihak CV. TKA, melalui Jendeita Pinem, mereka  sangat terkejut dengan aktifitas PT. Lobindo Nusa Persada  yang berani mengangkut biji bouksit dari lokasi bekas tambang bouksit CV. TKA. Tumpukan biji bouksit yang terdapat di lokasi tersebut  sudah berada lama lebih kurang 4 tahun. Biji bouksit tersebut merupakan barang bukti dalam dua perkara hukum yang melibatkan CV. TKA melawan  PT Kemayang Bintan dan petinggi-petinggi negeri ini.

“Wah ini berita sangat mengejutkan sekalai, berani sekali pihak lain mengambil atas perkara perdata dan pidana yang melibatkan pihak CV. TKA. Dan saya salah satu korban yang dijadikan terdakwa dalam perkara pidananya.  Ini menjadi pertanyaan yang luar biasa dan patut menjadi  perhatian. Kalau memang PT Lobindo yang mengangkut kita perlu tahu apa dasarnya melakukan hal itu,” ujar Pinem

 Lebih lanjut Pinem mengatalan bahwa, proses hukum pidana masih berlanjut  hingga saat ini dan belum ada  keputusan hukum yang tetap. Itu artinya biji bouksit yang berada dilokasi bekas tambang CV. TKA dijadikan barang bukti tidak boleh diambil oleh siapapun.

“Perkaranya belum inkrah, BB tidak boleh diambil oleh siapapun, memang benar dalam keputusan MA-RI Nomor 112K/Pid.Sus/2011, pihak Kemayan Bintan dimenangkan, namun pihak kami mengajukan Pininjau Kembali (PK), itu artinya proses hukum masih berjalan dan belum berkekuatan  hukum tetap dan dalam perkara perdatapun  keputusannya belum sampai kepada pihak-pihak yang berperkara,” ujarnya.(Redaksi).

Check Also

Perseturuan Sengketa Informasi Direktur RSJD Babel Berakhir Mediasi

Pangkalpinang, sidaknews.com -Setelah beberapa kali dalam persidangan ajudikasi sengketa informasi di Komisi Informasi (KI) Bangka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *