Selasa , 23 Mei 2017
Home » Berita Foto » PT. Mitra Persada Jaya Riskan Korupsi Miliaran Rupiah APBN

PT. Mitra Persada Jaya Riskan Korupsi Miliaran Rupiah APBN

Kondisi areal dermaga Haranggaol - Simalungun Bak tumpukan puing pohon kelapa
Kondisi Area Dermaga Haranggaol Simalungun Banyak Tumpukan Puing Pohon Kelapa.

Siantar, Sidaknews.com – Pembangunan infrastruktur pelabuhan wilayah seputaran Danau Toba tepatnya dermaga Haranggaol kabupaten Simalungun dengan pagu dana sebesar Rp.4.493.297.000.- (Empat Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh Tiga Juta Dua Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Rupiah).

Bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2013 dikelola langsung Dirjen Perhubungan kuat diduga terjadi korupsi berjamaah yang merugikan keuangan negara ratusan juta rupah bahkan sampai miliaran

Kondisi dermaga saat ini sangat memprihatinkan selain terkesan asal jadi pelaksanaan pembangunan secara teknis terihat puluhan batang pohon kelapa antah berantah di seputaran dermaga yang dulunya dipergunakan untuk tiang maupun penyanggah plat coranlantai dermaga yang menjulang ke danau, begitu juga adanya terlihat berdiri kokok 17 tiang besi yang seharusnya di cabut terlebih dahulu sebelum pelaksanaan teknisnya.

Narasumber yang layak dipercaya menjelaskan sangat kuat dugaan PT. Mitra Persada Jaya yang dipercayakan sebagai pelaksana proyek walaupun melalui tender terbuka sangat berperan serta dalam upaya penyimpangan anggaran pembangunan selain hasil pekerjaan yang terkesan upak apik menyimpang dari bestek ketebalan plat coran dasar dermaga dan amprahan areal pembangunan sangat asalan, anehnya rekanan tidak pernah mendirikan Plang Proyek sehingga selama pelaksanaan warga setempat sangat tidak mengerti akan hal adanya bangunan pelabuhan.

“Pelaksanaan pembangunan pelabuhan Haranggaol yang dikerjakan PT. MPJ dengan pagu dana sangat besar hingga sampai miliaran rupiah hanya mampu menghasilkan proyek asalan bahkan tidak adanya campur tangan warga dalam pengawasan yang diberikan rekanan hal ini saya katakan karena selama pelaksanaan tidak ada mendirikan plang proyek,” jelasnya.

“Selain terkesan asal jadi pembangunanya melihat warna lantai dermaga yang dicor sangat kuat dugaan tidak sesuai campuran standar adanya pencurian yang dilakukan, dimana sebagian warga tidak mengerti akan mutu bangunan dermaga sesuai apa tidaknya dengan peraturan SNI.

Anehnya Dinas Perhubungan Provinsi yang diketahui sebagai PPK tidak pernah terlihat dilokasi pembangunan sehingga CV. Indhoma Consultant yang dihunjuk sebagai pengawasan secara teknis tidak tegas ada juga dugaan sudah adanya koorporasi demi mendapatkan setali dua uang,” tegasnya.

“Harusnya Aparat Penegak hukum ataupun KPK diharapkan turun gunung untuk mengaudit maupun melakukan penilaian maupun pertimbangan akan pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari APBN karena banyak terlihat proyek yang bersumber dari anggaran pusat sangat terkesan asal asalan dikerjakan di seantoro Simalungun” pintanya.

Mixnon Simamora selaku Kepala Dinas Perhubungan Simalungun tidak berhasil dikonfirmasi melalui telephone selular sampai pemberitaan ini dipublikasikan. (Syamp)

Check Also

Gubernur Aceh Minta Dinas Terkait Pastikan Harga Daging Meugang Dibawah 130 Ribu Per Kilogram

Banda Aceh, sidaknews.com – Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta dinas terkait untuk memastikan harga daging …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *