Home » Berita Foto » PT SAMP Sarankan SEPETAK Tempuh Jalur Hukum

PT SAMP Sarankan SEPETAK Tempuh Jalur Hukum

Terkait sengketa lahan: PT SAMP Sarankan SEPETAK Tempuh Jalur Hukum.
Terkait sengketa lahan: PT SAMP Sarankan SEPETAK Tempuh Jalur Hukum.

KARAWANG,Sidaknews.com – Terkait pengakuan Serikat Petani Karawang (SEPETAK) yang mengaku sebagai pemilik tanah dalam area lahan milik PT Sumber Air Mas Pratama yang mereka advokasi, pihak manajemen SAMP menyarankan SEPETAK untuk menempuh jalur hukum agar kepemilikan tanah dapat dibuktikan secara hukum.

Hal itu disampaikan oleh Hersutanta, dari PT SAMP dalam keterangan tertulisnya yang diterima oleh media, Sabtu, (21/2/2015). “Untuk kepastian atas kepemilikan tanah yang selama ini dipermasalahkan oleh SEPETAK, sebaiknya mereka menempuh jalur hukum,”. Ucap Hersutanta.

Hersutanta menambahkan, pihaknya merasa tidak pernah menyerobot tanah milik siapa pun dalam lahan seluas 350 hektar yang berada di tiga Desa Kecamatan Telukjambe, Karawang. Pihaknya memiliki data kuat atas kepemilikan lahan tersebut dengan keluarnya putusan pengadilan dalam PK No. 160 PK/PDT/2011.

Yang menyatakan bahwa tanah tersebut sah milik PT SAMP dan telah berkekuatan hukum tetap. “Sebagai warga negara yang tunduk pada putusan hukum, kami menyerahkan segala proses tersebut lewat jalur hukum. Jika benar ada yang mengaku tanah itu milik mereka tinggal tunjukkan saja buktinya dalam bentuk sertifikat,”. Ujar Hersutanta.

Dia sangat menyayangkan jika pengakuan sebagai pemilik tanah itu hanya disampaikan lewat media tanpa menunjukkan bukti kuat bahwa mereka adalah pemilik sah tanah itu. Jika polemik ini hanya berkutat pada tataran opini semata, apa yang dapat dijadikan dasar untuk kemudian dijadikan pegangan secara hukum. “Tidak mungkin kita berpatokan pada opini semata sebagai dasar hukum dalam klaim kepemilikan lahan,”. Tutur Hersutanta.

Hersutanta menguraikan secara rinci sejarah tanah yang awalnya milik PT Dasa Bagja itu. Saat akuisisi lahan tersebut dari perusahaa sebelumnya sampai pada PT SAMP, ada proses yang telah dilakukan oleh PT Dasa Bagja dalam membebaskan lahan dengan menunaikan semua kewajiban mereka pada pemilik sebelumnya.

“Kami tidak serta-merta mengambil lahan tersebut tanpa melakukan kajian mendalam, sebagai perusahaan yang ingin ikut membangun Karawang dalam sektor industri tentunya tidak mungkin kami mengorbankan masyarakat. Malah apa yang akan kami lakukan di sana ingin memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar,”. Papar Hersutanta.

Hersutanta khawatir, jangan-jangan klaim yang disampaikan SEPETAK lewat advokasi yang dilakukan merupakan bagian yang tadinya dari hak waris yang sudah dituntaskan oleh PT Dasa Bagja yang saat ini masuk dalam generasi selanjutnya. Jika ini yang terjadi, maka dia menganggap permasalahan itu sudah tuntas.

“Tidak mungkin pengadilan memutuskan sebuah perkara tanpa tinjauan hukum yang obyektif. Dengan bukti yang kami miliki, pengadilan memenangkan PT SAMP dalam memutuskan perkara ini”. Lanjut Hersutanta.

Setelah ekseskusi lahan atas perintah pengadilan, pihaknya juga telah menuntaskan kewajiban dalam bentuk kepedulian sosial pada para penggarap tanah itu. Ada uang kerohiman, pergantian pohon, dan lain-lain yang sudah dibayar sebagai bentuk kepedulian pada pihak yang telah mendiami lahan tersebut sebelumnya. “Semuanya telah diberikan dengan baik dan secara merata,”. Tutup Hersutanta.(Karla)

Check Also

Abdullah Puteh ketika menyampaikan orasi politiknya dihadapkan masyarakat Asam Peutek.

Abdullah Puteh: Jangan Takut Dengan Intimidasi

Langsa, sidaknews.com – Menjelang pemilihan Gubernur/wakil Gubernur dan Walikota/wakil Walikota pada 15 Februari nantinya, diminta …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>