Rabu , 23 Agustus 2017
Home » Berita Foto » PT Timah TBK, Janji Berikan Kompensasi kepada Masyarakat Pesisir

PT Timah TBK, Janji Berikan Kompensasi kepada Masyarakat Pesisir

Tampak, Kapal Isap Biji Timah melakukan Penambangan di Perairan Kabupaten Karimun, Kepri, kapal seperti ini puluhan melakukan aktivitasnya, sehingga puluhan ribu ton SDA Karimun, terkuras,(photo.ilustrasi).Kundur,sidaknews.com – Niat masyarakat pesisir Desa Teluk Dalam Pantai Timun, Kecamatan Kundur Barat (Kuba) yang akan melakukan aksi demo turun langsung Kapal Isap Produksi (KIP) mitra PT Timah unit Kundur-Prayon, tidak jadi dilaksanakan.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demo yang akan dilakukan masyarakat pesisir sebanyak 36 KK  yang terkena langsung dampak untuk menuntut hak (kompensasi) yang tidak pernah dirasakan. Bahkan dalam aksi tersebut, masyarakat mengancam akan mengusir KIP mitra PT Timah unit Kundur-Prayon.

Namun, setelah adanya kesepakatan akhirnya dilakukan pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut bertempat di Gedung Serbaguna Desa Teluk Dalam Kec Kuba, Senin (23/9/2013).

M Arif, sebagai koordinator masyarakat pesisir Desa Teluk Dalam Pantai Timun kepada karimuntoday.com usai pertemuan mengatakan, hasil dari pertemuan bersama pihak bersangkutan, apa yang menjadi permintaan (kompensasi) bagi masyarakat terkena dampak, dari pihak PT Timah selaku owner berjanji akan merealisasikannya.

“PT Timah selaku owner mitra KIP yang melakukan penambangan di Desa Teluk Dalam Pantai Timun sudah berjanji akan merealisasikan permintaan masyarakat pesisir. Hanya saja bentuk realisasi yang akan diberikan nantinya, masih menunggu pertemuan berikutnya di Kantor Camat Kuba dalam waktu dekat ini,” ungkap Arif.

Disampaikannya, sejak adanya aktifitas pertambangan dari mitra PT. Timah tersebut, rumah kami selalu dimasuki air laut ketika pasang tinggi. Sementara, sebelum aktifitas KIP berjalan, kondisi permukaan tanah tidak turun,” jelasnya.

Lanjutnya, di Pantai Timun ini ada beberapa KIP mitra  PT Timah unit Kundur-Prayon. Seperti KIP PT Entrada Prima ada 7 unit, PT Inti Mandiri dan masih banyak perusahaan lain yang beroperasi, jadi wajar saja jika masyarakat pesisir Desa Teluk Dalam Pantai Timun menuntut hak. Apakah sudah terjadi bencana (tenggelam) Apakah menunggu kampung kami ini tenggelam, baru adanya kompensasi dari perusahaan tersebut,” tutur Arif dengan geram.

Sementara itu, Humas PT Timah Unit Prayon – Kundur, Ahmadi ketika ditanya berapa jumlah keseluruhan KIP yang bermitra melakukan penambangan Desa Teluk Dalam Pantai Timun, sayangnya Ahmadi mengaku tidak mengetahui kepastian jumlahnya.

“Soal jumlah saya tidak tahu pasti. Namun, kerjasama dengan KIP mitranya itu sudah tertuang ke dalam sebuah Memorandum of Understanding (MoU). Seperti, PT Timah menyewa KIP tersebut dan itu ada perjanjiannya,” katanya.

Mengenai pemberian kompensasi, Ahmadi menyebutkkan kompensasi selama ini diberikan kepada masyarakat nelayan. Namun kali ini, masyarakat pesisir Desa Teluk Dalam Pantai Timun juga meminta bantuan serupa,” katanya lagi.

Disamping itu Direktur Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) Kab Karimun, Bahriadi menyatakan, aktifitas KIP mitra PT Timah Unit Prayon – Kundur telah menyalahi UU no 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah dan pulau-pulau kecil serta Perda RT/RW.

“Pertemuan ini sebagai tahap awal, kita hanya selaku fasilitator antara masyarakat dan pelaku usaha. Akan tetapi, LKPI Kab Karimun terus menelusuri kebenaran dasar hukum diperbolehkannya PT Timah sebagai BUMN dalam menggandeng mitra kerja, dan anehnya, Humas PT Timah TBK tidak mengetahui seberapa banyak kapal isap mitra timah yang beroperasi melakukan penambangan biji timah diperairan karimun, aneh,” Ujar  Bahriadi.

Dalam pertemuan di Gedung Serbaguna Desa Teluk Dalam Kec Kuba juga dihadiri Kabid Perijinan Distamben Karimun, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Badan Lingkungan Hidup (BLH), Kapolsek Urung, Camat Kuba, Kades Teluk Dalam, Manager Personalia PT Timah unit Prayun – Kundur serta Manager PT Entrada Prima.(karimun today)

Check Also

Paskibraka Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara Study Tour ke Sumut

Lhokseumawe, sidaknews.com – Sebanyak 70 personil pasukan pengibar bendera (Paskibra) tingkat Kota Lhokseumawe dan Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *