Senin , 27 Maret 2017
Home » Daerah » Babel » Puluhan botol miras dan penduduk gelap terjaring Razis Pol PP

Puluhan botol miras dan penduduk gelap terjaring Razis Pol PP

21 orang penduduk gelap juga berhasil digiring ke kantor Pol PP. 21 orang penduduk gelap tersebut didapati dari kost-kostan dan fafe. Bahkan razia yang berlangsung secara gabungan ini menemukan wanita dibawa umur menginap dengan salah satu teman prianya.
21 orang penduduk gelap tersebut didapati dari kost-kostan dan fafe. Bahkan razia yang berlangsung secara gabungan ini menemukan wanita dibawa umur menginap dengan salah satu teman prianya.

TANJUNGPANDAN,Sidaknews.com – Puluhan botol minuman keras (miras), Sabtu (25/10) malam kemarin terpaksa harus diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung.

Puluhan botol miras ini didapati oleh Satpol PP dari tiga kafe berbeda yaitu Kafe Rizky, 77 Kafe, terletak di lokasi Dukong, dan Kafe Alba terletak di Kawasan Pilang Tanjungpandan, Belitung.

Selain puluhan miras, sebanyak 21 orang penduduk gelap juga berhasil digiring ke kantor Pol PP. 21 orang penduduk gelap tersebut didapati dari kost-kostan dan fafe. Bahkan razia yang berlangsung secara gabungan ini menemukan wanita dibawa umur menginap dengan salah satu teman prianya.

“Saya tidak ngapa-ngapain mas, cuma main di rumah teman, tiba-tiba Pol PP datang membawa saya ke sini (kantor Satpol PP, red),” ucap warga Tanjung Binga ini kepada Media kemarin.

Kasat Pol PP Pemkab Belitung, Alkar mengaku razia yang dilakukan pihaknya kali ini merupakan tindak lanjut dari razia sebelumnya tentang banyaknya penduduk gelap berada di Belitung. Bahkan dalam razia kali ini target utama adalah pendatang yang belum mendaftarkan ke RT setempat.

“Ini masih razia lanjutan yang kita kemarin tentang penduduk gelap. Orang-orang yang tertangkap kami data, setelah itu para pendatang ini kami pulangkan,” kata Alkar.

Meski hanya dilakukan pendataan dan pemulangan, kata Alkar, pihaknya tetap akan melakukan penertipan kepara penduduk ini. Bahkan, kemarin Satpol PP meminta agar 21 orang tersebut melaporkan diri kepada RT setempat. “Kita minta mereka melaporkan diri ke RT setempat, ya kalau tidak nanti, kembali terjaring razia, mereka belum melaporkan diri maka akan kita tindak tegas,” ujar Alkar.

Disinggung mengenai razia yang dilakukan Satpol PP, Alkar menuturkan bahwa pergerakan kali ini dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat yang menyebutkan bahwa di wilayah tersebut banyak kafe remang-remang yang izin operasinya sudah habis, namun masih tetap berjalan. “Nah maka dari itu setelah kami telusuri informasi ini, memang benar ada beberapa kafe.

Tapi sayangnya razia kali ini diduga bocor karena kafe 77 yang biasa operasi, sewaktu kita kesana tidak ada aktivitas (tutup),” kayaknya ada oknum oknum yg sengaja membocorkanya,”pungkasnya. (ANS)

Check Also

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyerahkan trophy dan bantuan pembinaan kepada Joki dan kuda pemenang

Kualitas Pacuan Kuda Tradisional Gayo akan Terus Ditingkatkan

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kualitas pacuan kuda tradisional Gayo akan terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>