Home » Berita Foto » Puluhan Depot Air Isi Ulang Diawasi Rutin

Puluhan Depot Air Isi Ulang Diawasi Rutin

-Cegah produksi air tak layak konsumsi

Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Dra. Hj. Sensissiana M.si
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Dra. Hj. Sensissiana M.si

Karimun, sidaknews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun secara berkesinambungan dan rutin melakukan pengawasan terhadap puluhan usaha depot air minum isi ulang yang tersebar di wilayah ini. Langkah itu ambil, sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mencegah air yang diproduksi depot layak dikonsumsi oleh konsumen (masyarakat).

“Kami secara kontiniu (berkesinambungan) mengawasi depot air minum isi ulang di wilayah ini, agar airnya layak untuk dikonsumsi masyarakat. Caranya, petugas secara kontiniu pula memeriksa izin dan uji sample untuk mengetahui kadar kelayakan air,” kata Kepala Dinkes Karimun, Dra Hj Sensissiana M.Si melalui Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan (PL) Sugianto ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/2).

Lebih jelas, Sugianto mengatakan, setiap pengusaha depot air minum diwajibkan memenuhi ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah. Pasalnya, depot air minum isi ulang yang tidak memenuhi syarat tentu bisa saja merugikan kesehatan masyarakat.

“Sehingga sudah menjadi tanggung jawab pemerintah pula untuk melakukan pemantauan,” katanya.

Pengawasan yang dilakukan instansi ini, kata dia, dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari melakukan pengujian sample seperti kualitas air dengan tiga indikator yaitu secara fisika, kimia dan bakteriologi.

“Jika kedapatan pengusaha depot air minum yang melanggar aturan, pemerintah bisa mengambil tindakan tegas sesuai undang-undang yang berlaku,” tambahnya.

Meski tidak menyebutkan berapa jumlah usaha depot air isi ulang di wilayah ini, namun yang jelas usaha ini dikatakan Sugianto bak cendawan tumbuh di musim hujan alias menjamur.

“Usaha itu sangat menjanjikan keuntungan, karena selain air merupakan kebutuhan pokok, air bersih juga sulit didapat warga terutama yang bermukim di daerah terisolir,” katanya.

Selain itu, sambung Sugianto, ada beberapa aturan yang sudah ada mengenai depot air minum isi ulang yakni mengenai persyaratan kualitas air minum yang sudah diatur di Permenkes Nomor 492 tahun 2010 tentang ambang batas parameter wajib.

“Misalnya, mengenai mikrobiologi seperti (bakteri e-coli), mengenai kimia seperti (unsur-unsur kimia argon, fluor, crom, dll), dan yang tidak berhubungan langsung seperti bau, suhu, dll, serta parameter tambahan yang jarang ditemukan. Selanjutnya, persyaratan kualitas air bersih sudah diatur di Permenkes nomor 416 tahun 1990 tentang ambang batas yang dibolehkan,” paparnya.

Sementara itu, mengenai izin untuk membuka usaha Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) atau kini banyak disebut sebagai Depot Air Minum (DAM) di berbagai provinsi dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat.

“Biasanya melalui badan perizinan terpadu yang akan meminta rekomendasi dari Dinas Kesehatan setempat,” urainya.

Cara mengukurnya, lanjut dia, juga melibatkan inspeksi sanitasi dan hasil pemeriksaan laboratorium termasuk Balai POM, Balai Teknik Kesehatan Linkungan (BTKL). Sedangkan Tata laksana pengawasan kualitas air minum diatur oleh Permenkes nomor 736 tahun 2010.

“Secara internal pengawasan kualitas air minum isi ulang dilakukan oleh pengusaha. Sedangkan eksternal pengawasan dilakukan oleh Dinas Kesehatan, dengan melakukan pemeriksaan laboratorium di Balai POM dan BTKL,serta melakukan pengawasan setahun sekali,” terang Sugianto mengakhiri.(Udo/An)

Check Also

Pelabuhan penyengat tampak seperti pelangi, hal ini terlihat di sepanjang Atap Pelabuhan dibentang kain 3 warna yakni, kain warna Merah, Kuning dan Hijau.

Kedatangan Kapolri, Pelabuhan Penyengat Dihiasi Dengan Warna-Warni

Tanjungpinang, sidaknews.com– Dalam rangka penyambutan kedatangan Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian Kepulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>