Jumat , 26 Mei 2017
Home » Nasional » Pungli di PTPN V Sei Galuh – Perintah Pungli Disampaikan Bawahan Manager

Pungli di PTPN V Sei Galuh – Perintah Pungli Disampaikan Bawahan Manager

PEKANBARU,Sidak News : Dugaan adanya pungutan liar (pungli) yang disetorkan kepada oknum Manajer Kebun (PTPN V Sei Galuh, Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar terhadap para pemasok Tandan Buah Sawit (TBS) semakin jelas semenjak berita terkait dilansir oleh sejumlah media.

Seorang sumber yang tak bersedia menyebutkan namanya untuk dimuat mengungkapkan modus setoran liar tersebut secara singkat. Dikatakannya, perintah pungutan tersebut disampaikan melalui seorang karyawan yang merupakan bawahan sang Manager Kebun.

“Mereka bermain melalui seorang oknum karyawan PTPN V Sei Galuh berinisial JW yang merupakan bawahan dari Manager Kebun Sei Galuh, Julius Purba,” kata sumber yang identitasnya tak mau disebutkan.

Diungkapkannya dengan suara tertahan bahwa JW biasanya menghubungi setiap pemasok baru yang tak mau setor ke Manager. “Dia menyampaikan sms berisikan total kilogram tonase dikalikan Rp 5/kilogram. Jumlah itulah yang harus disetorkan,” katanya lagi. Setoran tersebut, katanya, merupakan cara untuk memperlancar kontrak pemasok kepada perusahaan. “Jika kami tak mau, ya diancam akan putus kontrak, pak,” ungkapnya.

Adanya pungutan liar tersebut, menjadi daftar panjang sejumlah dugaan memperkaya diri yang dilakukan oleh oknum karyawan maupun pejabat di perusahaan plat merah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PTPN V harus dikembangkan dan dijaga agar dari tahun ke tahun dapat meningkatkan keuntungan untuk menambah pendapatan negara yang akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan.

Namun, acapkali perbuatan, tindakan dan kebijakan yang dibuat oleh oknum – oknum pejabat PTPN V yang kurang menguntungkan bagi perusahaan ini.  Bahkan semakin menghimpit pendapatan petani.

Terkait dengan adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum Manajer Kebun (PTPN V Sei Galuh, Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar terhadap para pemasok Tandan Buah Sawit (TBS) yang dinilai sebagai upaya pemerasan, Humas Kantor Pusat PTPN V, Friando Panjaitan mengaku terkejut.

“Saya pun baru tau ada kabar begini,” ungkap Friando terkejut. Dikatakan Friando, pada dasarnya proses pembayaran kepada Pengantar Buah (PB) yang bekerja sama dengan PTPN dilakukan sesuai mekanisme standar operasi prosedur (SOP) yang sudah diatur secara lengkap dalam kontrak. “Pembayaran itu diatur dengan Cash Management System. Dana langsung disetorkan ke account rekening PB sesuai jumlah buah yang disetorkan. Jadi tak ada dilakukan pengutipan senilai Rp 5 perak tersebut saat pembayaran,” terang Friando.

Meskipun demikian, menurut Friando, pihaknya tidak mengetahui dan tak menerima laporan atas adanya pungutan liar tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, petani pemasok TBS ke PKS mengeluhkan adanya pungutan liar yang diberlakukan oleh oknum Manajer PTPN V Sei Galuh. Modusnya, kutipan tersebut disetorkan secara terpisah setelah para pemasok menerima transferan dana dari PTPN.(mus)

Check Also

Kunjungi Keluarga Besar PII, BM Sampaikan Rencana Pencalonan

Jakarta, sidaknews.com – Ketua Bidang KU PB PII yang juga kandidat Ketua PB PII dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *