Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Berita Foto » Pupuk Subsidi Rawan Di Selewengkan

Pupuk Subsidi Rawan Di Selewengkan

Ilustrasi: Pupuk.
Ilustrasi: Pupuk.

Tanjab Barat,Sidaknews.com – Pupuk Bersubsidi di programkan pemerintah sebagai upaya membantu petani yang kurang mampu untuk bisa meningkatkan penghasilannya, sehingga sangat tidak tepat apa bila ada oknum-oknum tertentu dari pihak distributor sampai ke-agen-agen pupuk yang memanfaatkannya dalam pendistribusian pupuk ke petani demi untuk keuntungan sendiri.

Carut- marutnya dalam sistem penyaluran pupuk bersubsidi dan tidak tepat sasaran atau tidak hanya ke petani tanaman pangan (yang berhak mendapat subsidi pupuk).

Indikasi penyelewengan dalam distribusi pupuk bersubsidi ini kemungkinan terjadi akibat minimnya pengawasan Pemkab/kota. Seperti di Kab. Tanjab Barat sejak tahun 2010 silam pernah terjadi Dugaan fiktif pengajuan RDKK (Rencana Defenitip Kebutuhan Kelompok) Urea bersubsidi sebanyak 15 ton yang dilakukan oleh salah seorang yang berinisial “AB” bekerjasama dengan distributor urea bersubsidi wilayah Tanjab Barat berinisial “I”.

Dimana “I” sendiri tidak lain adalah Direktur CV. KIWAHAGA SARANA PERKASA pada waktu itu. Tapi hal ini tampaknya seperti kayu yang dimakan rayap, sehingga sampai hari ini tak pernah ada kejelasan yang bisa membuat shock terapi bagi oknum distributor dan agen pupuk penyalur bersubsidi nakal yang ada di kabupaten Tanjab Barat. “Ujar sumber yang minta namanya diraahasiakan kepada media ini Selasa (24/2).

Masih menurut sumber, padahal pada waktu itu disaat petani banyak yang tidak mendapatkan pupuk, dan atas serbuan dan desakan yang dilakukan petani ke rumah kades, Kades Parit Pudin yang bernama Badrun mengakui bahwa dirinya menerima uang sebesar 100 ribu karena penandatangan RDKK kosong, dan pada formulir A-1 pengajuan RDKK Urea bersubsidi Cuma di isi nama-nama anggota kelompok taninya saja, dan untuk bagian dari kolom luas tanah dan berapa jumlah kebutuhan pupuk di desa pudin halaman itu di kosongkan “Ujar kades waktu itu karena sudah ketahuan petani di desa parit pudin yang bermain dengan agen pupuk.

Selang waktu tiga tahun, pada tahun 2013 silam terjadi lagi, dimana ada oknum-oknum tertentu selaku distributor pupuk bersubsidi dari PT. Petrokimia gresik yang disinyalir melakukan penyaluran pupuk subsidi melebihi batas kouta RDKK yang dibutuhkan, sehingga di duga kelebihan pupuk subsidi yang sudah ditentukan koutanya diberikan kepada perusahaan-perusahaan perkebunan bukan untuk petani.

Pada tahun 2013 silam ada tiga jenis pupuk subsidi yang melebihi kouta penyalurannya oleh distributor Petrokimia gresik meliputi pupuk Sp36 penyalurannya 1440 ton atau 225 persen sedangkan koutanya hanya 640 ton, pupuk ZA penyalurannya 699 ton atau 129 persen sedangkan kuota 540 ton, pupuk NPK penyaluran 4425 ton atau 184 persen, sedangkan kuota 2400 ton.

Dan pada tahun 2015 ini Sebanyak 144 ton pupuk bersubsidi diamankan aparat intel Korem 042 Gapu Kamis (9/5/14). Pupuk tersebut kabarnya diangkut menggunakan 11 truk dari kota Palembang dan akan dikirim ke pada PT Trimitra Lestari, Desa Purwodadi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Danrem 042 Gapu Kolonel Inf Eko Budi saat dikonfirmasi beberapa awak media harian, mingguan dan media electronik yang ada di Provinsi Jambi membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan oleh anggotanya. Disinyalir ini pupuk Ilegal.

Pupuk subsidi dijual ke perusahaan,” ujarnya kepada wartawan. Modus pengiriman pupuk tersebut, pelaku menggunakan cara dengan memasukkan pupuk subsidi ke karung pupuk non subsidi.

Pengiriman pertama dilakukan pada Senin (6/5) menggunakan lima truk. Selanjutnya, Selasa (7/5), lima truk kembali mengantar pupuk yang ditutup menggunakan terval. Satu truk tiba di halaman perusahaan pada hari Rabunya (8/5).

Dugaan pupuk ilegal terungkap saat beberapa anggota membuka karung-karung pupuk, dimana didapati pupuk bewarna merah jambu yang merupakan cirri-ciri dari pupuk bersubsidi dan Kalau pupuk non subsidi berwarna putih,” tambah Danrem.

Selain itu, ditemukan juga yang di duga sejumlah pupuk oplosan yang telah dicampur antara pupuk subdisi dan nonsubdisi. Hal itu terlihat dari warna pupuk yang telah bercampur merah jambu dan putih. Diduga, sebelum sampai ke perusahaan, pupuk subdisidi dimasukkan ke karung pupuk nonsubsidi untuk mengelabui aparat jika ada penggeledahan.(TVRI Jambi/andi)

Check Also

Tarawih Perdana, Nasaruddin Sampaikan Ceramah di Mesjid Ruhama Takengon

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyampaikan ceramah pada Tarawih perdana di Mesjid Agung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *