Home » Berita Foto » Purwakarta Jadi Pilot Project Pembangunan Ketahanan Pangan

Purwakarta Jadi Pilot Project Pembangunan Ketahanan Pangan

Bupati
Bupati Purwakarta, H Dedi Mulyadi SH saat kegiatan perdana dalam rangka membangun ketahanan pangan nasional 2015 

Purwakarta, sidaknews.com – Membangun ketahanan pangan harus dimulai sejak dini, terutama untuk masa sekarang ini, hal ini yang membuat Purwakarta membangun sistem pendidikan, dimana setiap siswa dalam memenuhi syarat kenaikan kelasnya minimal harus memiliki hewan ternak, bertanam, merenda, menjahit hingga memasak.

Hal ini dikatakan Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH dalam sambutannya dalam kegiatan penanaman perdana dalam rangka membangun ketahanan pangan nasional tahun 2015, Kamis (26/2) di kawasan Bukit Indah City (BIC).

Dedi mengungkapkan bahwa kecenderungan tingginya harga bahan pokok seperti beras, bukan hanya dari ketersedian pangan saja, akan tetapi ada tren perubahan kultur dimana pertanian dan peternakan sepertinya dilupakan oleh masyarakat.

“Kaum ibu hari ini berteriak tentang kenaikan harga beras, masalahnya bukan hanya ketersedian di bulog, tapi adanya perubahan kultur dimana yang makan banyak, tetapi menanam kurang, saat ini hampir semua orang melupakan peternakan, pertanian, persawahan yang akhirnya pelaku pertanian hari ini hanya didominasi oleh orang tua selain itu kecenderungan areal pertanian yang semakin menyempit ditambah berpindahnya kepemilikan tanah yang sebelumnya menjadi areal pertanian kini menjadi gedung – gedung,” tuturnya.

Dedi menambahkan bahwa perlu adanya perubahan cara berpikir masyarakat, diantaranya adalah menekankan bahwa pertanian dan peternakan sangatlah penting, karena pangan adalah hal yang paling penting dalam membangun bangsa.

“ Kita harus kembali merubah cara berpikir masyarakat akan pertanian, sehingga membangun pertanian, peternakan kita buatkan peraturannya dalam sistem pendidikan di Purwakarta. Hal itu dimaksudkan agar generasi muda kita kembali membangun kreativitas di bidang pertanian dan peternakan, karena sehebat apapun senjata yang dimiliki oleh tentara dalam mengamankan bangsa, apabila keterbutuhan pangan tidak ada maka hanya akan percuma.”, tegasnya.

IMG_5692Selain itu Dedi pun mendukung sepenuhnya adanya kegiatan ini, karena menurutnya ketahanan pangan sama saja dengan menjaga ketahanan bangsa.

Sedangkan menurut Komandan Resimen Militer (Danrem) Sunan Gunung Djati Cirebon, Kolonel Infantri Sutjipto yang hadir langsung dalam kegiatan ini menegaskan Purwakarta merupakan pecontohan (pilot project) dalam membangun ketahanan pangan.

“Saya dapat perintah langsung dari panglima, bahwa TNI harus turun langsung dan berhubungan langsung dengan masyarakat untuk membangun ketahanan pangan, dengan mengerahkan Babinsa untuk terus membantu para petani, selain itu Purwakarta pun dipilih sebagai pilot project dalam membangun ketahanan pangan dan kegiatan ini tidak untuk acara seremonial.” ujarnya.

IMG_5665Dipilihnya Purwakarta sebagai pilot project, menurut Danrem, mengungkapkan bahwa Purwakarta konsentrasi terhadap dunia pertanian dan peternakan. “Dipilihnya Purwakarta sebagai pilot project karena kita tahu bahwa pemerintahnya konsen terhadap itu semua, terlebih lagi adanya sistem pendidikan yang mewajibkan anak – anaknya untuk bertani, beternak dan itu menjadi salah satu acuan bagi kita sehingga Purwakarta terpilih sebagai pilot project selain itu perlu adanya pemanfaatan lahan yang harus dijadikan pertanian.”, ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, selain melakukan tanam jagung dilakukan juga penandatanganan kerjasama (MoU) antara Dandim 0619 Purwakarta dengan pihak Kawasan Bukit Indah, dalam pemanfaatan lahan kosong sebagai laboratorium pertanian. Sedangkan dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Unsur Muspida Purwakarta,TNI, tokoh Masyarakat serta para kelompok tani se – Kabupaten Purwakarta.
(Karla).

 

 

 

 

Check Also

Nasaruddin menyerahkan Buku Nikah pengantin baru.

Nasaruddin Didaulat Beri Khutbah Nikah Sepasang Pengantin Baru

Takengon, sidaknews.com – Betapa bahagianya sepasang pengantin baru bila prosesi ritual nikahnya dihadiri oleh tokoh …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>