Selasa , 23 Mei 2017
Home » Daerah » Aceh » Rafli DPD RI Asal Aceh Audensi dengan Dinas Koperasi dan UKM Aceh

Rafli DPD RI Asal Aceh Audensi dengan Dinas Koperasi dan UKM Aceh

Keterangan Poto: Rafli sedang menggelar pertemuan  bersama kadis dan kabid Dinas  Koperasi dan UKM Aceh jl Tgk Nyak Makam Banda Aceh (Foto (Munawar)
Keterangan Poto: Rafli sedang menggelar pertemuan bersama kadis dan kabid Dinas Koperasi dan UKM Aceh jl Tgk Nyak Makam Banda Aceh (Foto (Munawar)

BANDA ACEH,Sidaknews.com – Rafli Anggota DPD asal Aceh ini mengatakan, mari kita berpikir untuk membangun titik-titik produktif di Aceh kemudian harus benar-banar dikawal, serta dimonitor agar dapat terbangun koordinasi, sehingga program-progrram tidak terjadi tumpang tindih, sejatinya Aceh terbangun dengan terintegritas.

Hal tersebuat di sampaikan Rafli pada saat audensi dan pertemuan dengan Kepala Dinas Koperasi Dan UKM Provinsi Aceh Muliyadi, S.Pd.MM dikantornya pada Selasa, (19/01/2015). Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah kabid Dinas Koperasi Dan UKM Provinsi Aceh.

Menanggapi masalah koperasi selama ini,Rafli mengatakan kehadiran koprasi berdampak lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat serta dapat mengurangi pengganguran, bahkan dapat membuka lowongan pekerjaan yang baru bagi warga.

Koperasi secara tidak langsung juga dapat membantu kehidupan masyarakat dalam bidang ekonomi dan sosial, termasuk dapat membangkitkan perekonomian bagi warga sekitar.

Rafli22“Dengan pertemuan ini tentunya dapat mengetahui apa saja program-program yang akan dilakukan pada tahun 2015, sekaligus ingin mendapatkan shering pendapat serta permasalahan terkait koordinasi dengan kementerian pusat di Jakarta. Saya selaku DPD mewakili Aceh dapat mendorong dan mengawal usulan dari Diskop Aceh kedepan, ” ujar Rafli.

Sementara Kadis Koperasi dan UKM Aceh Muliyadi, S.Pd.MM mengatakan, untuk tahun 2015 dinas Koperasi dan UKM dalam perencanan kedepan, akan melakukan pemberdayaan kelembagaan dan penguatan SDM. Menurutnya, kedua hal ini sangat penting karena jika program ini maksimal, sehingga usaha koperasi berjalan sukses.

“Saat ini di Aceh terdapat 7.720 koperasi, namun yang akitf hanya sekitar 51%, disebabkan lemahnya kelembagaan sebuah koperasi dan minimnya SDM dalam mengisi struktur sebuah koperasi tersebut. Makanya tahun 2015 ini kami ingin membenah. Jika kelembagaan sudah kuat dan SDM nya sudah memadai selanjutnya akan kita pikirkan kelanjutan koprasi tersebut, “ujar Mulyadi.

Selain itu, Mulyadi mengatakan selama ini kementerian mengambil kebijakan atau program yang tepat sasaran dan sinergi dengan daerah.Kementerian khusunya koperasi melahirkan program skopntya nasional, keunggulan daerah menyangkut adat atau keaarifan lokal terbaikan.

“Selama ini diduga ada bantuan berupa peralatan terbengkalai karena tidak sesuai dengan kebutuhan suatu daerah,ini dapat merugikan Negara. Hal ini perlu di sampaikan ke kementerian selaku DPD”, ujar Mulyadi.

“Saya selaku DPD merasa berkewajiban untuk mencari solusi, saya berinisiatif untuk menuntaskan persoalan ini. Dulu saya merespon keadaan menuangkan dalam syair tetapi sekarang saya ingin menuangkannya dalam bentuk konsep yang nyata.(Tarmizi A.Gani)

 

Check Also

Gubernur Aceh Minta Dinas Terkait Pastikan Harga Daging Meugang Dibawah 130 Ribu Per Kilogram

Banda Aceh, sidaknews.com – Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta dinas terkait untuk memastikan harga daging …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *