Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Ratusan Mahasiswa UMRAH Datangi Kantor DPRD Provinsi Kepri

Ratusan Mahasiswa UMRAH Datangi Kantor DPRD Provinsi Kepri

Mahasiswa UMRAH Tanjungpinang Datangi Kantor DPRD Provinsi Kepri
Mahasiswa UMRAH Tanjungpinang Datangi Kantor DPRD Provinsi Kepri.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Tadi Siang ratusan mahasiswa Umrah dari berbagai fakultas mendatangi Kantor DPRD Provinsi Kepri di Dompak sekitar pikul 11.00 Wib. Selasa (25/3) Para Mahasiswa berjalan kaki sambil berorasi dan melakukan long march menuju kantor DPRD Kepri.

Aksi Mahasiswa UMRAH mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian Resort Tanjungpinang, dengan mensiagakan ratusan Polisi Anti Huru-hara, water canon dan gas air mata.

Meski diikuti ratusan mahasiswa Umrah, aksi demo menuntut Rektor Umrah untuk mundur terus mereka teriakkan. Aksi mahasiswa Umrah tadi menuju kantor DPRD Provinsi juga membawa dan membawa kursi Rektor Umrah, Prof, Dr Maswardi M Amin ke Gedung DPRD.

Dalam aksi mereka mengatakan Dosen tetap yang di Sorksing oleh Rektor UMRAH Tanjungpinang agar Dosen tersebut bisa kembali mengajar. Aksi ini bukan Mahasiswa saja yang ikut berorasi di DPRD, Para Dosen juga ikut mendatangi kantor Dewan.

Suryadi mengatakan bahwa permasalahan di Umrah telah banyak terjadi sebelum munculnya masalah Suradji yang telah dinonaktifkan sebagai dosen tetap Umrah. “Sudah banyak permasalahan yang terjadi di Umrah, nanti kita buka semuanya dalam konfrensi Pers,” ujarnya.

Suryadi saat itu didampingi oleh Suaeb, Korlap dari aksi Mahasiswa Umrah meminta kepada pihak tertentu agar tidak mengambil keuntungan dari permasalahan mereka. “Kami tidak mau aksi kami ditukangi oleh pihak tertentu untuk kepentingan pribadi maupun politik. Karena apa yang kami lakukan ini demi kebaikan Umrah kedepannya,” jelasnya.

Mahasiswa UMRAH diterima oleh DPRD Provinsi Kepri
Mahasiswa UMRAH diterima oleh DPRD Provinsi Kepri. (25/3)

Terkait mundurnya Rektor Umrah, Suryadi menegaskan bahwa ia ada mendengar kabar tersebut, tetapi secara tertulis belum. “Ia dari dulu memang sering mengatakan seperti itu, ingin mengundurkan diri. Bila ada lagi aksi demo, ia akan mundur, tetapi sudah hampir seminggu ini tidak ada pula mundur-mundur dari jabatannya,” tegasnya.

Sementara itu wakil Ketua DPRD Kepri, Ing. Iskandarsyah mengatakan bahwa hal itu harus dilihat secara objektif dan subjektif terlebih dahulu. “Kalau melihat dari permasalahan dari Suradji yang dinonaktifkan, itu sangatlah kecil. Tapi karena masalah manajemen, itu sah-sah saja. Tinggal wewenang Dikti dari Kemendikbud yang menentukan,” ujarnya.

Iskandar menambahkan pihaknya mendapat laporan sebagian besar dosen Umrah sudah menandatangani surat permintaan agar Rektor Umrah mundur. “Katanya sudah ada 65 dosen yang menandatangani surat tersebut dari 80 dosen yang ada di Umrah. Berdasarkan mekanisme, itu bisa saja terjadi bila memang terkait masalah manajemen,” ungkapnya. (SK/SN)

Check Also

img-20170327-wa0002

KAMMI Medan Siap Menangkan PEMIRA di Kampus

Medan, sidaknews.com – Department Kebijakan Publik (DKP) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Medan melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>