Rabu , 23 Agustus 2017
Home » Berita Foto » Ratusan Pedagang Asongan Stasiun KA Unjuk Rasa

Ratusan Pedagang Asongan Stasiun KA Unjuk Rasa

Keterangan gambar:AKSI APKA “Sebanyak 150 pedagang asongan tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kereta Api (APKA) Stasiun Kota Tebingtinggi ketika mendengarkan penjelasan dari Wakil Walikota Ir Oki Doni Siregar di Jalan Sutomo Tebingtinggi”.
Keterangan gambar:AKSI APKA “Sebanyak 150 pedagang asongan tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kereta Api (APKA) Stasiun Kota Tebingtinggi ketika mendengarkan penjelasan dari Wakil Walikota Ir Oki Doni Siregar di Jalan Sutomo Tebingtinggi”.

Tebingtinggi,Sidaknews.com – Sebanyak 150 orang pedagang asongan yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kereta Api (APKA) melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Walikota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (20/1).

Mereka membawa berbagai spanduk bertuliskan, ‘Selamatkan pedagang kereta api dari ketidak pedulian DPRD, Pemko Tebingtinggi dan PT KAI’.

Ketua aksi, Gerson Tambunan didampingi Syaiful dalam orasinya menuntut Pemko Tebingtinggi untuk melakukan relokasi pedagang, kompensasi dari PT KAI melalui CSR dan komitmen dari Pemko terkait penanganan pedagang KAI.

Aksi yang berlangsung damai itu mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polres Tebingtinggi sebanyak satu pleton.

Menindaklanjuti tuntutan pedagang stasiun kereta api, sebanyak delapan orang perwakilan diterima Wakil Walikota Tebingtinggi diruang kerjanya, setelah beberapa menit, Wawako Ir H Oki Doni Siregar menemui ratusan pedagang dengan mengucapkan terima kasih karena aksi demon berjalan dengan terbit.

foto berita Tebingtinggi 20“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada pedagang KAI yang tertib serta tidak anarkis dalam melakukan aksi”, cetus Oki Doni dengan alat pengeras suara.

Menurut Oki, Pemko Tebingtinggi tidak bisa mengurusi pedagang secara perorangan, tetapi pihaknya akan berupaya dan segera melakukan kordinasi dengan PT KAI guna menanggapi aspirasi masyarakat yang tergabung dalam asosiasi pedagang kereta api.

“Kita akan mendorong semua tuntutan pedagang, Pemko ada di depan untuk bagaimana berupaya melakukan kordinasi dengan pihak kereta api. Relokasi pedagang akan kita perjuangkan,” jelasnya.

Salah satu pedagang, Asnaini boru Pohan mengatakan, mereka tidak berjualan selama satu bulan terakhir semenjak pihak PT KAI melarang pedagang berjualan di lokasi stasiun KAI Tebingtinggi. “Kami butuh makan, kebutuhan keluarga dari hasil jualan di stasiun kereta api selama ini menjadi pendapatan utama. Kalau dilarang jualan, bagaimana makan dan biaya sekolah anak-anak kami,” keluhnya. (Wan)

 

Check Also

Paskibraka Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara Study Tour ke Sumut

Lhokseumawe, sidaknews.com – Sebanyak 70 personil pasukan pengibar bendera (Paskibra) tingkat Kota Lhokseumawe dan Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *