Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Ratusan Warga Klari Terserang ISPA

Ratusan Warga Klari Terserang ISPA

ilustrasi Ispa.
ilustrasi Ispa.

KARAWANG,sidaknews.com – Penderita penyakit inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kecamatan Klari mengalami peningkatan selama musim hujan ini. Jumlahnya yang mencapai ratusan ini dikhawatirkan akan terus meningkat hingga Pebruari mendatang. Terlebih kondisi musim saat ini disertai udara dingin yang menyengat.

“Ratusan jumlahnya masyarakat Kecamatan Klari yang terserang ISPA dikarenakan cuaca tidak menentu. Diperkirakan sekitar akhir Januari sampai Februari mendatang jumlah itu akan meningkat tajam, ” ujar Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Klari, dr. Azis Ghofus.

Azis menambahkan, masyarakat Kecamatan Klari yang terkena penyakit ISPA pada bulan November 2014 lalu sekitar 119 orang, Jumlah ini mengalami peningkatan pada bulan Desamber hingga mencapai 127 penderita.

“Untuk menekan tingginya ancaman penyakit ISPA seharusnya dapat dilakukan dengan cara melakukan pencegahan secara dini, yang menjaga kondisi badan selain kebersihan lingkungan sekitar. Minimal hal itu bisa dilakukan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ucap Azis.

Azis juga menambahkan selama ini UPTD Puskesmas Klari sudah menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat, serta mengoptimalkan fungsi kader posyandu. Paling tidak itu sudah dilakukan dengan membangun masyarakat melalui penciptakan lingkungan bersih yang sudah mencapai sekitar 40 persen, selain membentuk prilaku bersih sekitar 35 persen, faktor genetik sekitar 5 persen, serta membentuk masyarakat sehat sekitar 20 persen.

Berkembangnya Kabupaten Karawang yang pesat, lanjut dia, harus diiimbangi dengan kualitas kesehatan masyarakat. Paling minimal masyarakat mencapai 20 persen, sehingga masyarakat tidak mudah terkena berbagai macam penyakit. “Dalam mendongkrak kesehatan masyarakat minimal harus mencapai 20 persen, itu dapat didukung semua faktor,” tuturnya.

Menurut Azis, masuknya musim hujan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit lainnya seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), ISPA, gatal-gala serta lainnya. Masyarakat dapat membersihkan dengan gotong royong drainase jalan, sehingga tidak menimbulkan kebanjiran.

Masyarakat dapat berperan aktif dengan meningkatkan partisipasi dalam memberikan pemahaman kesehatan, serta menerapkan ke masyarakat sekitarnya. “Minimal masyarakat jaga kesehatan diri dari masing-masing, kemudian lingkungan sekitar maka akan sehat semua masyarakat,” pungkasnya. (karla)

Check Also

Kasus Narkoba Toko “Taya Ban”, Dua Terdakwa Divonis Seumur Hidup

Tanjungpinang, sidaknews.com -Idriszal Efendi (26) dan Edo Renaldi (24), dua terdakwa dalam kasus penggerebekan narkoba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *