Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Resah dengan pukat grandong, ratusan nelayan demo gubernur Sumut

Resah dengan pukat grandong, ratusan nelayan demo gubernur Sumut

resah-dengan-pukat-grandong-ratusan-nelayan-demo-gubernur-sumut2Medan,Sidaknews.com – Ratusan nelayan berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumut, Jalan P Diponegoro Medan, Senin (13/1) siang. Mereka memprotes maraknya penggunaan pukat harimau dan pukat grandong di zona tangkap nelayan tradisional di perairan pantai timur Sumut.

Dalam orasinya, massa yang mengatasnamakan Komunitas Nelayan Belawan ini menuntut Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan anggota DPRD menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang melarang penggunaan pukat tarik dua kapal (pukat gerandong) maupun pukat trawl (pukat harimau).

Keberadaan dua kapal (Gerandong) maupun pukat trawl (pukat harimau) di wilayah perairan Sumatra Utara dinilai telah merusak lingkungan dan mematikan kehidupan nelayan tradisional. Selain menuntut penerbitan perda, para nelayan juga meminta agar hukum benar-benar ditegakkan.

“Penggunaan pukat gerandong dan pukat harimau ini telah melanggar Keppres Nomor 39 Tahun 1980 dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No 18/PERMEN-KP/2013, tapi tidak ada tindakan,” ujar Syaiful Badrun, koordinator aksi, Senin (13/1).

Massa juga meminta pihak kejaksaan dan instansi penegak hukum lainnya mengusut dan menindak oknum pemerintah dan aparat penegak hukum yang mem-back up penggunaan pukat harimau dan pukat gerandong.

Nelayan yang berunjuk rasa ditemui Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut Zulkarnain. Dia menerima pernyataan sikap yang mereka sampaikan dan berjanji akan menggelar pertemuan kembali dan mengundang pihak-pihak terkait.

Penggunaan pukat harimau dan pukat grandong selama ini sangat meresahkan nelayan tradisional di pantai timur Sumut. Sebab alat tangkap itu merusak lingkungan dan menggerus habis habitat laut di dekat pantai.

Bentrok antarnelayan kerap terjadi. Kekesalan dengan maraknya penggunaan pukat grandong, juga dilampiaskan nelayan tradisional dengan merusak pos TNI AL di di Tanjung Tiram, Batubara, Sumut, Selasa (3/11) petang. Satu unit kapal yang digunakan personel TNI di sana juga dibakar ketika itu.sumber.merdeka.com

 

Check Also

Peran Apoteker penting bagi masyarakat didalam Pelayanan

Pangkalpinang, sidaknews.com – Banyak Apotek yang ada hampir merata di Bangka Belitung sangat kurang memperhatikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *