Senin , 27 Maret 2017
Home » Berita Foto » Riduan Pohan Dan Nur Sebut Nama Wakil Walikota Bekingi SMPN 4 Pemantangsiantar

Riduan Pohan Dan Nur Sebut Nama Wakil Walikota Bekingi SMPN 4 Pemantangsiantar

Plang nama SMPN 4 Pematangsiantar.
Plang nama SMPN 4 Pematangsiantar.

Siantar, Sidaknews.com – Kepala Sekolah SMP Negeri 4 jalan Kartini Pematangsiantar, Riduan Pohan terkesan tidak memiliki kepemimpinan yang bijak malah seraya tidak bertanggung jawab atas adanya 2 ruangan yang digunakan sebagai kegiatan belajar mengajar dan penggunaan dana BOS.

Anehnya, Riduan Pohan dan Nur yang belakangan ini diketahui pelaksana pengadaan taman sekolah se-kota Pematangsiantar yang dikelola dari dana BOS menyebut nama Wakil Walikota Pematangsiantar sebagai ipar Kepsek yang membekingi SMPN 4 Pematangsiantar.

Mengherankan Nur yang tidak diketahui posisi dan kedudukanya di SMPN 4 Pemtangsiantar sesuai informasi menyebut bahwa Wakil Walikota akan mengadukan awak media ini ke Polres Siantar. Riduan Pohan dan Nur malah melakukan pencemaran nama baik bahkan melakukan perbuatan tidak menyenangkan akan tuduhan yang melanggar pasal 351 KUHPidana.

Awal permasalahan akibat perlakuan maupun penyambutan MS selaku security Sekolah yang melarang insan pers melakukan tugas jurnalistiknya mengenai tindak lanjut investigasi tentang informasi dari orang tua siswa adanya 2ruangan yang tidak layak ditempati untuk kegiatan belajar mengajar begitu juga dengan dugaan penyimpangan dana BOS.

Sebelumnya Riduan Pohan disambangi di ruang kerjanya, terkesan bak tidak pantas menjabat sebagai Kepsek karena tidak memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi bahkan mampu di propokator Nur yang sebelumnya memberitahukan kepada seorang tim bahwa dirinya tidak mendapat uang dari Kepsek tanpa tujuan pasti.

Adanya 2 ruangan yang digunakan untuk ruangan kelas yang menampung 25 siswa kelas VIII dan satu ruangan untuk kegiatan belajar mengajar study pendidikan agama sangat terkesan adanya pengecualian sehingga menimbulkan kecemburuan sosial antar sesama siswa.

Kepsek diruang kerjanya hanya menerangkan tidak mengetahui permasalahan tersebut, bahkan tidak mengerti akan arti konfirmasi. Selain hal itu sifat tidak memiliki tanggung jawab diperlihatkan Kepsek akan cara minta maaf sesuka hati. Janji Kepsek akan menjumpai Kepala Dinas Pendidikan Pematangsiantar hanya bual mokkap (janji palsu.red) kepada 2 awak media yang dilarang meliput untuk meminta petunjuk akan permasalahan.

Narasumber yang enggan namanya dipublikasikan sangat menyayangkan perlakuan security yang dengan sengaja melarang insan pers melakukan tugas jurnalistik yang melanggar implementasi UU No 14 Tahun 2008 tentang KIP dan UU No 40 Tahun 1999 tentang PERS.

“Sangat disayangkan sekarang ini masih ada oknum yang bekerja di dunia pendidikan melakukan larangan maupun menghalangi insan pers untuk meliput bahkan dengan ucapan nada keras lagi,” jelasnya.

“Begitu juga kinerja Kepsek masa memperdayakan 2 ruangan yang tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar, itu sudah merupakan penyimpangan karena diporsilnya penerimaan siswa kelas 1 sehingga memaksakan kakak kelas menempati ruangan yang tidak layak” bebernya.

“Hal lain, selain adanya 2ruangan yang bak ‘kandang kambing’ ada juga dugaan penyimpangan dana BOS karena selama ini tidak terlihat dana yang dianggarkan untuk rehap ringan sebesar 7%, kmana selama ini dana rehap ringan tersebut melihat jumlah siswa sampai 300 orang jika dikalikan besar bantuan BOS pertahun yang cair triwulan, kmana itu di anggarkan,” tegasnya.

“Sudah layaklah pihak berwenang melakukan audit kemungkinan Kepala Sekolah sudah melakukan mark up laporan pertanggung jawapan penggunaan dana BOS. Begitu juga dengan oknum atas nama Nur kenapa melakukan pembohongan dan menuduh seseorang tanpa ada bukti, kan sudah sangat meresahkan perlakuan seperti itu bahkan menuduh seseorang tanpa bukti sudah masuk pidana itu,” tutupnya.

Drs. Koni Ismail Siregar selaku Wakil Walikota Pematangsiantar melalui selular, Senin (20/10) pukul 19.40wib kepada insan pers menjelaskan tidak mengetahui permasalahan maupun adanya 2 ruangan bak kandang ayam yang diperuntukkan untuk kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 4 Pematangsiantar.

Riduan Pohan selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Pematangsiantar tidak berhasil dihubungi melalui selular, begitu juga dikonfirmasi melalui pesan singkat tidak ada respon baik. (SyamP)

Check Also

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyerahkan trophy dan bantuan pembinaan kepada Joki dan kuda pemenang

Kualitas Pacuan Kuda Tradisional Gayo akan Terus Ditingkatkan

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kualitas pacuan kuda tradisional Gayo akan terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>