Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » Rieke : Perda TKW di Karawang Belum Berpihak ke Buruh Migran

Rieke : Perda TKW di Karawang Belum Berpihak ke Buruh Migran

Dian
Rieke Diah Pitaloka Aktivis Perempuan dari PDI-P dan Caleg DPR-RI Dapil Bekasi,Purwakarta, Karawang Jawa Barat.

KARAWANG,SIdaknews.com – Peraturan Daerah (Perda) TKW Kabupaten Karawang Jawa Barat, dianggap aktivis perempuan dari PDIP, Rieke Diah Pitaloka, belum maksimal bisa memberikan keuntungan dan perlindungan kepada para TKW di kabupaten lumbung padi itu. Perda itu, kata Rieke, masih banyak yang harus direvisi.

Hal itu diungkapkan Oneng sapaan akrab dia, saat menggelar diskusi publik di hadapan ratusan warga dan para manta buruh migran di Aula Desa Cikalong Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, Sabtu (15/3) siang.

Perempuan yang tahun lalu sempat mencalonkan diri jadi Gubernur Jawa Barat itu memaparkan soal masih banyaknya ketimpangan dan ketidakadilan yang diterima oleh para buruh migran atau TKW, baik yang dilakukan pemerintah maupun pihak lain di luar birokrasi.

Pemerintah, kata dia, baik di pusat maupun di daerah, seakan kurang memperhatikan dan tidak bisa melindungi para buruh migran atau TKW. Padahal, mereka merupakan pejuang devisa yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian negeri ini.

“Undang-Undang RI Nomor 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri, jelas sudah harus dirubah. Undang-undang itu nyata-nyata tidak bisa memberikan perlindungan kepada para tenaga kerja negeri ini di luar negeri. Dalam undang-undang itu juga jelas terlihat upaya menjadikan para TKI sebagai sapi perah,” ujar Rieke.

DianTak hanya produk hukum pusat yang Rieke kritik. Produk hukum daerah Karawang pun tak luput dari bidikannya. Caleg DPR RI Dapil Bekasi, Purwakarta, Karawang dari PDIP itu pun meminta Pemkab Karawang untuk merevisi Perda TKW.

“Saya sudah mempelajari Perda TKW Karawang. Dalam Perda itu, tidak ada poin atau pasal yang menguntungkan bagi para TKW begitupun dalam soal perlindungan. Perda itu sesungguhnya belum menyentuh dan harus direvisi,” ujar Rieke.

Berdasarkan pantauan sidaknews.com, Rieke yang sengaja datang ke Kecamatan Cilamaya Kulon atas undangan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), sebagai pembicara di acara Diskusi Publik “Menakar Calon Legislatif Dalam Memperjuangkan Perlindungan Buruh Migran Indonesia” itu, juga memperlihatkan film dokumenter dirinya saat memperjuangkan nasib TKW asal Karawang yang bekerja di luar negeri.

Tak hanya itu, dalam acara yang digelar di Gedung Serba Guna Balai Desa Cikalong, Kecamatan Cilamaya Kulon itu, Rieke juga mempromosikan dirinya, dan mengajak warga serta para mantan buruh migran yang hadir untuk menyalurkan hak pilihnya secara benar.

“Jangan terkecoh oleh uang atau hadiah lainnya. Ini untuk menentukan nasib bangsa selama lima tahun ke depan. Jika salah memilih, akibatnya akan fatal,” katanya.

Selain Rieke, acara diskusi publik juga menghadirkan para pembicara Caleg DPRD Provinsi Jabar Dapil Purwakarta-Karawang, Caleg incumbent DPRD Kabupaten Karawang, akademisi dan pakar.(ega nugraha)

Check Also

Danrem 011 Buka Latihan Posko Kodim 0104/Atim

Langsa, sidaknews.com – Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono,S.i.P, M.Si Pimpim Pembukaan Latihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *