Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » RS Balimbingan Tutupi Perbuatan dr.Nazif Terkait Memulangkan Pasien Pesakitan Tanpa Payung Hukum

RS Balimbingan Tutupi Perbuatan dr.Nazif Terkait Memulangkan Pasien Pesakitan Tanpa Payung Hukum

Keterangan Gambar : Situasi diruang inap Teratai RS Balimbingan.
Keterangan Gambar :
Situasi diruang inap Teratai RS Balimbingan.

Simalungun,Sidaknews.com – Perbuatan dr. Nazif memulangkan pasien M. Siregar warga Sidamanik karena menghidupkan sebatang rokok diruangan inap ‘TERATAI’ RS Balimbingan sangat tidak beretika menjadi polemik bagi PTPN IV Medan.

Anehnya Menejer RS Balimbingan, dr. Gunawan seraya menutupi perbuatan ‘Biadap’ sang dokter yang statusnya masih honor. Beralasan sedang diluar kantor sang Menejer kurang terbuka semenjak hari kejadian pemaksaan pulang yang dilakukan dr. Nazif.

Bukan hanya sang Menejer malah KTU RS Balimbingan seraya membenarkan perbuatan dokter yang tidak peduli kondisi pasien karena merokok dipaksa meninggalkan RS Balimbingan.

Pada pengamatan langsung pasien saat diruangan dokter sudah minta maaf dan mengakui kesalahan yang dilakukan tetapi dokter yang masih diragukan izinya ini tanpa basa basi memaksa pulang pasien.

Manutur Purba selaku Kepala Tata Usaha (KTU) melalui pesan singkat, Jumat (28/11) pukul 14.35Wib awalnya enggan memberikan keterangan karena sudah jam pulang dinas

Foto: Rumah sakit Balimbingan.
Foto: Rumah sakit Balimbingan.

“Pak minta maaf dulu, berhubung skrg uda plg dinas, jd no register dokter sy tdk ingat, klu statusnya honor di rs bal.”Cuplikan pesan singkatnya.

Tetapi aneh saat ditanyai payung hukum dr. Nazif memulangkan pasien yang masih keadaan sangat tidak sehat tetapi karena menghidupkan rokok diruang inap pasien, KTU tidak bersedia memberikan informasi tetapi hanya menyebutkan pemulangan pasien walaupun masih kritis kalau merokok di ruang inap merupakan peraturan RS.

“Peraturan rumah sakit, tentang hak dan kewajiban pasien pak,tks” singkat SMS KTU menjelaskan.

Anehnya pengakuan KTU sebelumnya Kepala Ruangan sudah kerap memberikan peringatan kepada pasien yang merokok tetapi beberapa pasien mengakui tidak pernah kepala ruangan memberikan peringatan tetapi hari itu juga pra pemulangan M. Siregar, Kepala ruangan langsung marah marah dan mengeluarkan opini akan memberitahukan kepada dr. Nazif supaya dipulangkan.

Permasalahan yang diciptakan seorang dokter honor ini akan disampaikan kepada pihak manajemen sesuai dengan pengakuan KTU. Tetapi sampai saat ini KTU maupun Menejer tidak bersedia memberikan nomor peraturan serta tahun peraturan di sahkan.

Seorang dokter yang belum bersedia namanya dipublikasikan dijumpai dibilangan kota siantar, Jumat(28/11) pukul 15.45wib sangat menyayangkan perbuatan dr.Nazif yang memulangkan seorang pasien dengan kondisi tubuh masih lemah dan sangat butuh perawatan ekstra dari medis.

“Kan sesuai sumpah profesi dokter bahwa kita bekerja mengutamakan keselamatan pasien, bukan untuk hal lain, memang ada kebijakan Rumah Sakit dikeluarkan sendiri oleh menegemen RS tersebut, tetapi kalau sudah pasien sadar dan minta maaf kan sudah bisa dimaklumi” jelasnya.

Hal lain juga diungkapkan pemerhati profesi kesehatan melalui hubungan selular menjelaskan sangat disayangkan perilaku dokter, apalagi dr. Nazif masih status dokter magang / honor bisa merusak reputasi PTPN IV Medan.

“Kan perbuatan dokter honor itu sangat tidak bisa diterima, bahkan akan mencoreng nama baik seluruh RS yang berada pada naungan PTPN IV Medan, ada baiknya dr. Nazif di reveu kembali profesionalismenya apa layak dipekerjakan atau tidak” imbaunya.

“Seumpama pasien yang dipaksa pulang tersebut apakah dr. Nazif akan bertanggung jawab begitu juga dengan pihak PTPN IV Medan” tegasnya.

Menegemen PTPN IV Medan diminta tegas untuk memanggil dan memberikan sanksi atas perbuatan dr. Nazif yang memaksa pulang pasien karena menghidupkan rokok dalam ruang inap.

Guna keselamatan hidup pasien dan untuk mencegah terjadinya pasien meninggal dunia diperjalanan karena dipaksa pulang oleh seorang dokter magang ada baiknya dr. Nazif di pecat.(SyamP)

Check Also

Anggota BPKP Sultra. Armadi saat melakukan pemeriksaan, ketika disambangi wartawan.

Anggota DPRD Konut Nilai Oknum BPKP Sultra Tidak Profesional Menjalankan Tugas

-Terkait Penggeledahan Rumah Mantan Bendahara Sekretariat DPRD Tanpa mekanisme Wanggudu, sidaknews.com – Dewan Perwakilan Rakyat …

One comment

  1. Logis ny aja, mana ada pasien kritis yg bs mrokok. Pasien tsebut jelas sehat jika dlihat dr kronologisnya. Sy setuju dgn dr.nazif memulangkan pasiennya. Krn dsetiap ruangan rs pasti tertulis dilarang merokok. Dlm kasus ini, pasiennya yg salah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>