Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Rudi Rubiandini ketagihan terima suap dari Widodo

Rudi Rubiandini ketagihan terima suap dari Widodo

Rudi Rubiandini ditahan KPK. ©2013 Merdeka.com/dwi narwokoJakarta,Sidaknews.com – Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Rudi Rubiandini, ternyata ketagihan menerima suap dari trader (makelar) minyak, Widodo Rathanachaitong. Bahkan, sebelum akhirnya ditangkap tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rudi menerima empat kali sogokan terkait pelaksanaan lelang terbatas minyak mentah dan kondensat bagian negara di SKK Migas dan menyingkirkan perusahaan trader saingan Widodo.

Dalam berkas dakwaan Komisaris PT Kernel Oil Indonesia sekaligus terdakwa kasus dugaan suap pengurusan kegiatan di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi pada 2012-2013, Simon Gunawan Tanjaya, disebutkan Widodo pertama melobi Rudi supaya mau memenangkan perusahaan yang diwakilinya, antara lain Fossus Energy Pte. Ltd., Fortek Thailand Pte. Ltd., Kernel Oil Pte. Ltd., dan World Petroleum Pte. Ltd., dalam tender di SKK Migas.

Guna memuluskan langkah itu, lanjut Jaksa Surya Nelli, Widodo melakukan pertemuan awal dengan Rudi di Cafe Pandor, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada April 2013. Di tempat itu, Widodo memperkenalkan diri sebagai trader dan dan mengutarakan keinginannya ikut dalam tender di SKK Migas. Dalam pertemuan itu, Rudi juga memperkenalkan Devi Ardi, yang merupakan pelatih golf Rudi.

“Kemudian, Widodo meminta Deviardi pergi ke Singapura. Saat di Singapura, Widodo memberikan uang SGD 200 ribu kepada Deviardi untuk disampaikan kepada Rudi guna proses pemenangan lelang di SKK Migas. Devi Ardi kemudian menelepon Rud soa uang itu, dan kemudian Rudi mengatakan kepada Ardi, ‘Ya ok, simpan saja dulu.’ Ardi kemudian menyimpan uang pemberian itu di dalam deposit box bank CIMB singapura,” kata Jaksa Surya Neli saat membacakan dakwaan Simon di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (7/11).

Supaya perusahaan yang diwakilinya menang, Jaksa Ronald F. Worotikan mengatakan, Widodo kemudian kembali menghubungi Devi Ardi dan menjanjikan akan memberikan kompensasi uang kepada Rudi, supaya Fossus Energy Ltd., dimenangkan karena sudah memiliki komitmen pada pihak ketiga.

Pada 19 Juni, setelah tahu permintaan uangnya pada lelang awal dipenuhi, Rudi sepakat mengubah kontrak pengangkutan kargo Fossus Energy Pte. Ltd., dalam lelang kondensat Senipah. Dalam perjalanannya, Widodo meminta Rudi menggabungkan lelang pengubahan kargo itu dengan lelang minyak mentah Minas/SLC.

Hal itu disanggupi Rudi, tapi dengan imbalan. Rudi menelepon Widodo dan meminta disiapkan uang USD 200 ribu buat pengaturan tender itu. Permintaan itu disanggupi Widodo. Duit itu kemudian diserahkan Widodo kepada Rudi di Gedung Plaza Bank Mandiri, Jalan Gatot Subroto. Duit itu kemudian disimpan Rudi di dalam deposit box Bank Mandiri miliknya.

Kemudian, lanjut Jaksa Ronald, Widodo meminta Rudi supaya menangguhkan pembukaan tender kondensat Senipah periode Juli 2013 hingga selepas lebaran dengan imbalan duit. Kemudian, Widodo mengundang Rudi dan Deviardi bertemu di Hotel Fullerton, Singapura, membahas teknis pengiriman uang.

Dalam pertemuan itu, Rudi kembali meminta komisi. Kali ini fulus diminta Rudi mencapai USD 300 ribu. Widodo menyanggupi, lantas memerintahkan Simon menarik uang sejumlah itu di Bank Mandiri cabang Wisma Mulia. Duit itu kemudian diserahkan kepada Rudi melalui Deviardi. Di hari sama, Widodo meminta Simon memberikan uang USD 400 ribu kepada Rudi melalui Deviardi.

“Tetapi karena kas Kernel Oil Indonesia tidak mencukupi, Simon menghubungi Kepala Cabang Bank Mandiri Wisma Mulia, Erwin Novianto, meminta disiapkan USD 400 ribu,” ujar jaksa Ronald.

Setelah uang tersedia, Simon meminta Deviardi datang ke kantor Kernel Oil Indonesia, kemudian menyerahkan uang itu. Setelah menerima USD 400 ribu, Devi Ardi langsung menuju rumah Rudi di Jalan Brawijaya VIII nomor 30, Jakarta Selatan, mengendarai motor tua BMW memberikan uang itu. Apes, aksi Rudi dan Deviardi ternyata sudah diintai tim KPK. Saat akan pulang, Devi disergap dan ditangkap petugas KPK. Rudi ditangkap di rumahnya, sementara Simon diciduk di apartemennya.Sumber.Merdeka.com

Check Also

Pemkab Sergai Survey Harga Sembako di Pasar Tradisional

–Persediaan Sembako Selama Ramadhan di Sergai Aman Sergai, sidaknews.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1438 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *