Senin , 29 Mei 2017
Home » Berita Foto » Saksi akui proses lelang di SKK Migas dibuat tertutup

Saksi akui proses lelang di SKK Migas dibuat tertutup

saksi-akui-proses-lelang-di-skk-migas-dibuat-tertutupSidaknews.com – Dalam persidangan terdakwa kasus dugaan suap pengurusan kegiatan SKK Migas sekaligus Komisaris PT Kernel Oil Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya, saksi Widhyawan Prawira Atmadja mengakui proses lelang minyak mentah dan kondensat bagian negara dilakukan secara tertutup.

Deputi Komersialisasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi itu berkeras tender dilakukan tertutup dengan dasar peraturan di SKK Migas.

“(Pemenang lelang) biasanya tidak diumumkan. Hanya diberi surat. Aturannya hanya yang menang diberitahu. Dasar lelang yaitu KPTS 23,” kata Widhyawan saat bersaksi dalam sidang Simon, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (25/11).

Ketua Majelis Hakim Tati Hadianty dan Anggota Majelis Hakim I Made Hendra pun mempertanyakan kebijakan lelang tertutup itu kepada Widhyawan. Bahkan, menurut Hakim Made Hendra, hal itu bertentangan dengan pengadaan barang dan jasa pemerintah pada umumnya.

“Mestinya tidak begitu. Ini kan lelang minyak dan gas yang menjadi kebutuhan orang banyak. Dan mendatangkan pemasukan negara yang besar kalau dikelola dengan baik. Ini lelangnya malah tertutup,” kata Hakim Made Hendra dengan tegas.

Widhyawan menjelaskan, proses lelang minyak mentah dan kondensat di SKK Migas hanya dilakukan secara elektronik. Yakni, pertama pihak SKK Migas mengirim undangan lelang melalui surat elektronik kepada 33 perusahaan peserta lelang terdaftar (registered bidder). Kemudian, SKK Migas akan membuka waktu penawaran lelang pada saat yang telah ditentukan.

“Misalnya waktunya Selasa dan jam penawaran dari pukul 08.00 WIB sampai 10.00 WIB. Perusahaan peserta lelang nanti mengirimkan penawaran lewat faksimili. Lebih dari itu penawaran ditutup. Pengumuman pemenang lelang lewat surat,” ujar Widhyawan.

“Tidak ada waktu menyanggah dari peserta yang kalah?” tanya Hakim Ketua Taty.

“Tidak ada Bu. Selama ini tidak ada sanggahan,” lanjut Widhyawan.Sumber.merdeka.com

Check Also

Suasana Ramadhan di Kota Peureulak Spontan Berubah, Pedagang Musiman Penuh Disepanjang Jalan

Aceh Timur, sidaknews.com – Kebiasaannya setiap tahun penjualan jajanan atau bukaan puasa penuh di jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *