Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Berita Foto » Saksi Bodong masuk ikuti rapat Pleno, Caleg dari PPP tak terima

Saksi Bodong masuk ikuti rapat Pleno, Caleg dari PPP tak terima

Suasana di Kantor KPU Provinsi Kepri
Suasana di Kantor KPU Provinsi Kepri.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Aksi memicu keributan di kantor KPU Provinsi Kepri tadi siang, salah satu saksi “Bodong” dari salah satu partai, saksi tersebut ikut memasuki ruangan KPU Batam untuk mengikuti rapat pleno singronisasi perolehan suara parpol. Diduga pihak KPU Batam mengizikannya untuk masuk.Akibat permasalah tersebut yaris rusuh dan ribut adu mulut.

Permasalahan ini diawali dengan saling mengklaim terkait legalitas dan keabsahaan surat madat dari saksi parpol yang hadir dan masuk dalam rapat KPU Batam di KPU Kepri.

Polemik pun timbul pada saat pengambilan keputusan dan kesepakatan akan dilakukan sinkronisasi dan cek data, karena sejumlah saksi ada yang setuju dan ada juga tidak setuju.

Pantauan media ini, Saksi-saksi dari salah satu partai yang tidak mempunyai surat rekomendasi dari ketua partai, pihak panitia KPU Provinsi tidak membenarkan untuk memasuki ruang rapat Pleno.

Salah satu Caleg
dr.Idawati saksi dai DPW PPP tidak terima adanya saksi “Bodong” sehingga suasana sempat memanas.

Surya Sardi Ketua DPRD Batam yang juga Sekretaris DPD Demokrat Kepri dan saksi PPP, Taufik Idris, menyatakan tidak setuju. Nah, saat ditanyakan keberadaan saksi PPP yang sebelumnya dihadiri dr Idawati, malah mempertanyakan saksi tersebut dan surat mandat yang diperoleh.

“Saksi PPP yang hadir dan memiliki surat mandat saya di sini, dia itu saksi bodong dan mandatnya palsu,” ujar Idawati yang mengaku dapat mandat dari DPW Partai PPP. Atas dasar itu, Taufik Idris tidak terima hingga adu mulut sesama saksi dalam rapat tersebut terjadi.

Saksi DPW PPP Idawati mengatakan,jika surat mandat saksi Taufik Idris adalah bodong. Dia juga mengaku sangat menyesalkan tindakan komisioner KPU Batam, Mulkan, yang memperbolehkan yang bersangkutan masuk.

“Kami mempertanyakan kredibilitas komisioner KPU Batam, Mulkan, yang menerima dan merekomendasikan saksi dengan surat mandat bodong masuk ruang rapat,” ujarnya saksi yang mengaku ditugaskan DPW PPP karena pelaksanaan perhitungan sudah masuk ke tingkat pleno KPU Kepri.

Di tempat terpisah, Taufik Idris membantah jika surat mandat yang dipegangmya bodong dan palsu. Dan dirinya masuk atas perintah Ketua DPC PPP, H. Mucklis Jamal, serta Sekretaris PPP, Perwira Gatra.

“Menurutnya, bahwa mandat saya tidak palsu, saya resmi ditugaskan parpol dan menerima surat tugas dan mandat dari Ketua DPC melalui sekretaris. Dan saya datang karena pelaksanan rapat KPU Batam ini juga masih domainnya Kota Batam, hanya tempat aja yang berubah, dan saya juga kader partai dengan posisi wakil ketua,”ujar Taufik Idris.

Akibat kericuhan terebut, rapat sinkronisasi perolehan suara parpol dan calek tersebut deadlock, hingga kembali diskors hingga pukul 16.00 WIB tadi sampai ada keputusan rekomendasi dari Panwaslu Kota Batam.(BT)

 

Check Also

MUI Tegaskan, Larang Warga “Asmara Subuh”

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Dalam menjalan ibadah puasa masyarakat di Kota Padangsidimpuan, khususnya kalangan remaja yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *