Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Saksi Dan Barang Bukti Yang Diajukan Penggugat Dinilai Cukup

Saksi Dan Barang Bukti Yang Diajukan Penggugat Dinilai Cukup

Jefrianto.SH Kuasa Hukum Nguan Seng Alias Hengky
Jefrianto.SH Kuasa Hukum Nguan Seng Alias Hengky

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Pada Sidang lanjutan kasus gugatan perdata yang diajukan oleh Nguan Seng alias Henky, selaku pengusaha dan pemilik alat berat terhadap PT Kemayan Binta (KB) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang dengan agenda untuk mendengarkan keterangan saksi dari penggungat,Rabu (23/7).

Namun dalam sidang tersebut, pihak penggugat melalui Kuasa Hukumnya, Jefrianto Simanjutak, tidak menghadirkan saksi tambahan lain, karena menilai dua saksi yang menguatkan, sebagai pemilik sejumlah alat berat yang sudah dibeli oleh Nguan Seng pada sidang minggu lalu, termasuk sejumlah alat bukti dokumen asli yang diperlihatkan dalam sidang sebelumnya, dinilai sudah cukup menguatkan bagi pihak penggugat dalam menghadapi jalannya sidang tersebut.

Kedua saksi itu yakni Lukas, selaku Direktur PT Pantai Pasir Kuning (PT PPK), sesuai akte perjanjian alat tertanggal 1 Maret 2007, sebanyak 11 unit alat berat jenis Dump-truk, termasuk 1 unit trailer.

Terhadap hal tersebut, Ketua majelis hakim, Parulian Lumbantoruan,SH.MH, didampingi Bambang,SH dan Fathul Mujib,SH.MH akhirnya langsung menutup sidang untuk dilanjutkan usai lebaran Idul Fitri, Selasa (12/8) mendatang.

“Sidang hari ini seharusnya saksi tambahan dari pengguat. Namun pengguat merasa saksi sudah cukup dan penggugat tidak mengajukan saksi lagi, sebab saksi tentang alat berat milik penggugat yang disewa aleh CV Tri Karya Abadi (TKA) untuk melakukan aktifitas tambang bauksit di kawasan Desa Dompak Tanjungpinang saat itu, semua keterangannya sudah tercantum dalam perkara pidana Ilegal Mining, yakni terdakwa Ridwan dan Jendaitan Pinem,”ucap Jefri pada wartawan usai persidangan.

Nguan Seng alias Henky, pengusaha alat berat di Tanjungpinang, menggugat pemilik PT Kemayan Bintan (KB) sebesar Rp1,1 triliun atas pencemaran nama baik dan kerusakan alat berat miliknya ke PN Tanjungpinang.

Nguan menggugat PT KB, karena alat berat miliknya yang disewakan kepada CV Tri Karya Abadi (TKA) untuk usaha pertambangan bauksit, telah disita dan dijadikan sebagai barang bukti dalam perkara pidana Nomor 82/PID.B/2010/PN.TPI.

“Dalam perkara pidana tersebut, seluruh alat berat milik klien kita selaku penggugat, telah dirampas untuk negara, kecuali dua unit alat berat lainnya yang dikembalikan kepada penggugat,” ungkap Jefri pada sejumlah wartawan, Selasa (3/6).

Sebelumnya, PT KB mengaku sebagai pemilik lahan berdasarkan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 00871/Dompak, sesuai gambar situasi tertanggal 19 Januari 1995 Nomor 05/PGSK/1995 seluas 2.966.500 meter persegi. Lalu, PT KB menuduh CV TKA melakukan penyerobotan lahan.

“Penyitaan seluruh alat berat milik Nguan Seng didasari laporan polisi yang diajukan oleh para tergugat melalui karyawannya bernama Toto Suprianto dengan dasar laporan pencurian dan penyerobotan tanah yang dilakukan Agus Sutanto dengan laporan Polisi Nomor Pol, LP/B.81/IV/2009 tertanggal 21 April 2009,” kata Jefri.

Namun kenyataan, laporan polisi LP/B.81/IV/2009 tanggal 21 Aprol 2009 yang diajukan oleh karyawan tergugat, yakni Toto Supriyanto tentang pencurian dan penyerobotan tanah ternyata telah dicabut oleh pihak para tergugat.

“Dengan dicabutnya laporan polisi tersebut, maka seharusnya perkara pidana Nomor 82/PID.B/2010/PN.TPI yang diputus tanggal 19 Agustus 2010, dengan sendirinya menjadi gugur dan cacat hukum,” katanya.

Apa yang telah dilakukan para tergugat dengan menggugat Nguan Seng selaku penggugat, telah menimbulkan kerugian bagi diri penggugat. Nguan Seng merasa nama baiknya tercemar dan alat berat miliknya disita negara. Ia merasa malu atas gugatan tersebut.

“Berdasarkan pasal 1365 KUHP, tiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu menggati segala kerugian yang ditimbulkan,” ucapnya.

Akibat perbuatan tergugat telah mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi Nguan Seng. Akibat kerugian materil yang dialami, alat berat miliknya disita dan dirampas negara, dan sejak 2009 hingga sekarang, alat berat mengalami rusak dan perlu perbaikan.

“Penggugat juga tidak bisa lagi menyewakan alat beratnya kepada pihak lain, sehingga jika dinilai dengan materil, penggugat telah mengalami kerugian sebesar Rp100 miliar,” ucapnya.

Sementara kerugian immateriil, sebagai pengusaha nama baiknya tercemar, kerugian yang dialami sebesar Rp1 triliun. “Jadi total gugatan yang kita ajukan terhadap tergugat tersebut sebesar Rp1,1 triliun,” ungkap Jefri.(Sn)

Check Also

Bupati Soekirman: Dengan Xpansi Kita Tunjukkan Kepedulian Pada Dunia Pendidikan dan Kelestarian Alam

*Pemkab Sergai Gelar Kegiatan Xpansi, Sergai, sidaknews.com – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman …

2 comments

  1. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
    Salam hormat buat Redaksi dan jajarannya, semoga dilancarkan dan dimudahkan segala pekerjaannya oleh Allah Subhanhuwata’ala
    Saya, IMAM SUPRIADI, bekerja pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia pada Kantor Pusat Jakarta di Unit Kerja AUDITAMA KEUANGAN NEGARA V, mohon disampaikan apabila ada hal-hal yang mengakibatkan KETIDAKNYAMANAN DALAM BEKERJA dari segelintir OKNUM PEMERIKSA ATAU AUDITOR.
    Saya sangat senang membantu siapapun tanpa maksud apapun
    Silakan telpon di: 081279651501 atau 087885447313 dan email seperti tertera
    Sekian dan terima kasih
    MARI KITA BERANTAS KORUPSI DEMI NEGERI TERCINTA.

    • Terimakasih atas saran yang saudara berikan kepada Kami.
      Nb. Jika kita memperhatikan secara kasat mata, tapi kami bukan untuk Sugesty dengan para Oknum-oknum Periksa dari BPKP juga dari BPK, ada impormasi yang kami peroleh dari pejabat-pejabat dari beberapa SKPD, Bendahara, PPK,PPTK, dimana Oknum tersebut masih mau menerima Uang jasa atau yang sering dibilang Uang Honor, pertanyakan kami, Apa benar ada Uang honor tersebut? Mohon maaf jika kami terlalu lantang memberikan hal ini kepada saudara.Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *