Selasa , 30 Mei 2017
Home » Daerah » Babel » Salmon Pardede: “Masyarakat belum tahu apa itu HAKI “

Salmon Pardede: “Masyarakat belum tahu apa itu HAKI “

HAKI
Kekayaan hak Intelektual (HAKI)

BELITUNG,Sidaknews.com – Kekayaan hak intelektual yang masih terpendam harus mendapat perlindungan. Bentuk perlindungan dimaksud adalah melalui pendaftaran kekayaan hak intelektual (HAKI) tersebut agar tidak dikuasai pihak lain.

Hal inilah yang diungkapkan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Beltim, bersama Kanwil Kemenkum dan HAM Bangka Belitung, saat menggelar sosialisasi Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual di Tiara Cafe and Futsal Manggar, Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (23/10/2014).

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkum dan HAM Babel, Salmon Pardede mengemukakan, pihaknya berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hak kekayaan intelektual (HAKI). Negara memberikan kesempatan agar masyarakat mendaftarkan HAKI dalam bidang apapun.

“Banyak HAKI yang terpendam dan banyak masyarakat belum tahu,” kata Pardede kepada wartawan, Kamis semalam (23/10).

Ia mencontohkan, banyak kerajinan tangan yang dihasilkan masyarakat Bangka Belitung belum didaftarkan. Padahal secara desain memiliki keunikan tersendiri dan menjadi karya seni yang banyak disukai orang.

“Misalkan kerajinan batu-batuan satam. Itu boleh masuk HAKI karena bentuknya. Batik kita, saya sudah bicara dengan kepala daerah disini juga berbeda. Jangan sampai sudah diambil orang lain, baru teriak-teriak,” ucap Pardede.

Pardede ingin dengan sosialisasi akan membuka mata masyarakat dan memberi pemahaman agar secara sadar mau mendaftarkan hak kekayaan intelektual.

“HAKI sangat dibutuhkan, 1 juta daftar, 10 tahun untuk hak dan bisa diperpanjang. Hak cipta seumur hidup plus 50 tahun hanya 300 ribu,” ujar Pardede berpromosi.

“Kalau bukan sekarang kapan lagi kita sosialisasikan,” sambungnya.

Kasubag Peraturan dan Perundang-Undangan Bagian Hukum Setda Beltim Dela Wahyudi berkeinginan usai sosialisasi ini, para peserta dapat menyadari arti penting hak kekayaan intelektual.

“Sosialisasi kali ini, kita memang sengaja mengundang para pelaku seni, pemilik sanggar, pihak Kecamatan dan SKPD terkait agar mereka memahami bahwa HAKI penting,” kata Dela.

Bagi masyarakat yang berkeinginan mendaftarkan HAKI kata Dela bisa menghubungi SKPD terkait atau menghubungi bagian hukum.
“Pemda akan bersedia memfasilitasi agar HAKI di Beltim dapat dilindungi dan terlindungi secara legal,” sebut Dela. (ANS)

 

Check Also

Danrem 011 Buka Latihan Posko Kodim 0104/Atim

Langsa, sidaknews.com – Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono,S.i.P, M.Si Pimpim Pembukaan Latihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *