Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » Santai, Bupati Dedi Terima Perwakilan Unjukrasa Buruh

Santai, Bupati Dedi Terima Perwakilan Unjukrasa Buruh

Bupati Dedi Terima Perwakilan Unjukrasa Buruh dengan gaya santai.
Bupati Dedi Terima Perwakilan Unjukrasa Buruh dengan gaya santai.

Purwakarta,sidaknews.com – Unjukrasa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Purwakarta, sejak selasa (11/11) pagi hingga sore dengan beberapa titik sasaran akhirnya menemui hasil.

Mereka diterima bupati Dedi Mulyadi dengan santai dan lesehan di gedung kembar setelah sebelumnya menyambangi kantor Disnaker dan komplek sekretariat daerah purwakarta.

Suasana unjukrasa yang penuh emosi dengan teriakan dan orasi dari pendemo, seketika mencair saat Bupati Dedi dengan gayanya yang santai bisa memahami dan bersikap welcome terhadap beberapa perwakilan pengunjuk rasa yang diterimanya di ruang kerja sembari duduk lesehan bareng perwakilan buruh. beberapa perwakilan menyampaikan detail unek-uneknya dan ditanggapi langsung Dedi.

Beberapa point yang disampaikan buruh mengerucut pada permasalahan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Purwakarta tahun 2015 yang akan dibahas dan ditetapkan Dewan Pengupahan Kabupaten (DPKab) beberapa hari kedepan.

44Beberapa perwakilan meminta pemkab melalui bupati untuk bersikap adil dalam menetapkan besaran UMK, jika tahun ini UMK sebesar 2,1 juta, untuk tahun ini mereka menuntut realistis kenaikan UMK menjadi 2,4 juta hingga 2,6 juta. hal ini sejalan dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang sudah diketahui dan ditetapkan pemerintah.

Menurut “bewok” perwakilan buruh, pihaknya sengaja meminta pemkab untuk realistis memikirkan kebutuhan buruh, karena menurutnya jika didasarkan keputusan Dewan Pengupahan, buruh tidak punya kekuatan memutuskan, “kalau kita voting di DPKAB, kita kalah, bayangkan, perwakilan buruh 8 orang, Apindo (perwakilan Pengusaha) ada 6 orang, sementara dari pemerintah 12 orang. jika pemerintah lebih condong ka apindo, kita jelas kalah” jelasnya.

66Untuk itu, bewok berharap pemerintah bisa adil dan memperhatikan nasib buruh. sementara itu, bupati purwakarta, Dedi Mulyadi dengan santai memahami keinginan buruh. namun menurutnya perlu diperhatikan juga kemampuan perusahan, “kita juga harus realistis, kami juga bisa menyetujui keinginan buruh dengan angka 2,6.

Malah saya siap saja mematok angka 3,1 juta UMK itu. tinggal kesiapan dan kemampuan perusahaannya kita juga harus perhatikan. jangan sampai UMK naik, perusahaan malah gulung tikar. kita sama-sama perhatikan dan kawal ini” jelas Dedi.

Dedi juga meyakinkan para buruh, jika selama ini purwakarta UMK nya selalu tinggi diantara kabupaten lain. termasuk hampir menyamai karawang, “malah kan di kita sebenarnya sudah ada buruh yang digaji lebih dari besaran UMK itu, ada yang sudah 2,4 hingga 2,8. tinggal memikirkan bagi perusahan kecil dan yang baru berdiri, kemampuannya berapa. kita akan hitung itu” tambahnya.

untuk itu, Dedi meminta para buruh untuk berprasangka baik pada DPKAB dalam menetapkan UMK, termasuk meminta buruh bisa melakukan perundingan Bipartit dengan perusahannya, “diantara perusahaan dan buruhnya silakan berdialog carikan yang terbaik.

walau nanti UMK ditetapkan besarannya, tetapi kan mereka masih bisa berunding bagi level-level perusahaan dan jenisnya masing-masing. itu bisa lebih besar dari UMK nya” pungkas Dedi. (ega.@humas Setda Purwakarta)

 

 

Check Also

Berantas Pekat, Polrestabes Medan Musnahkan Ribuan Botol Miras

Medan, sidaknews.com – Dalam memberantas pekat atau penyakit masyarakat pihak kepolisian Polrestabes Medan memusnahkan kurang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *